Kisah Real Madrid dan Gareth Bale Layaknya Opera Sabun
Asad Arifin | 11 Oktober 2019 09:13
Bola.net - Mantan pemain Tottenham, Dimitar Berbatov, cukup kesal dengan situasi yang terjadi antara Real Madrid dengan Gareth Bale. Bahkan, Berbatov menyebut hubungan keduanya layaknya episode dalam opera sabun.
Real Madrid dan Gareth Bale nyaris berpisah pada bursa transfer musim panas 2019 lalu. Pihak Gareth Bale sudah sangat antusias, tetapi pada menit-menit akhir, Real Madrid enggan melepas Bale.
Sejak ditunjuknya kembali Zinedine Zidane sebagai pelatih Real Madrid, masa depan Gareth Bale di klub mulai suram. Zidane dengan jelas ingin Gareth Bale segera pindah. Pemain 30 tahun tidak masuk dalam rencana Zidane.
Gareth Bale bersedia pindah dan dia mendapat tawaran dari Jiangsu Suning, klub Tiongkok. Sudah ada pembicaraan. Akan tetapi, Real Madrid membatalkan semua rencana yang sudah disusun. Gareth Bale batal pindah.
Opera Sabun Transfer Gareth Bale
Gareth Bale menunjukkan performa yang cukup apik bersama Real Madrid. Akan tetapi, ketika berada dalam kondisi yang fit, dia justru tidak dimainkan oleh Zidane. Salah satunya terjadi pada laga kontra Club Brugge.
Gareth Bale, menurut jurnalis kenamaan Spanyol, Guillem Balague, marah dengan situasinya. Bale punya bingung dengan masa depannya. Bale pun berharap agar secepatnya bisa pindah dari Real Madrid.
"Gareth Bale rupanya mengatakan bahwa dia ingin meninggalkan Real Madrid," kata Berbatov, dikutip dari Betfair.
"Ini mengingatkan saya dengan sebuah opera sabun yang telah berlangsung begitu lama, episode apa yang sedang kita jalani sekarang? Saya ingin pergi, saya ingin tinggal, kami tidak menginginkanmu, kami ingin anda, kami mencintaimu," sambung Berbatov.
Berbatov lantas menyarankan agar Gareth Bale dan Real Madrid menutup semua persoalan yang terjadi. Gareth Bale harus segera pindah dan Real Madrid harus melepasnya pada Januari 2020.
Gareth Bale Pindah ke Real Madrid atau Tottenham?
Sejauh ini, ada dua kesempatan yang bisa diambil oleh Gareth Bale jika pindah dari Real Madrid. Pertama, kembali ke klub lamanya yakni Tottenham. Kedua, kembali ke Inggris tetapi untuk membela Manchester United.
"Tapi itu tidak selalu bagus bagi seorang pemain untuk kembali ke tempat lama karena Anda tidak akan sebagus yang sebelumnya, ada semacam kutukan dengan itu. Manchester United dapat mengambil manfaat dari manuvernya," kata Berbatov.
"Saya pikir itu akan menjadi langkah yang bagus jika terjadi," kata eks pemain Manchester United ini.
Gareth Bale memang sempat disebut tertarik untuk pindah ke Manchester United. Pada era Jose Mourinho menjabat manajer, United juga sempat tertarik pada Gareth Bale. Hanya saja, ketika itu harga Gareth Bale terlalu mahal untuk United.
Sumber: Betfair
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Real Madrid dan Seragam Putih yang Lahir dari Sebuah Mimpi di Inggris
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 22:10
-
Setelah Jadi Pahlawan Spanyol, Ferran Torres Diincar Real Madrid dan PSG
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 21:00
-
Michael Olise Masih Aman di Bayern Munchen, Real Madrid Mundur
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 20:00
LATEST UPDATE
-
Santiago Gimenez Masuk Radar Lazio, AC Milan Cuma Mau Jual Permanen
Liga Italia 22 Juli 2026, 21:57
-
Federico Chiesa Masih Sulit Dapat Tempat di Liverpool
Liga Inggris 22 Juli 2026, 20:35
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55















