Kisruh Presiden dan Awal Musim Terburuk, Barcelona Mundur ke 17 Tahun yang Lalu
Richard Andreas | 7 Desember 2020 04:30
Bola.net - Sejarah berulang di Barcelona. Musim 2020/21 ini berjalan sulit bagi Blaugrana, kasus kisruh presiden berdampak pada hasil buruk di lapangan, sama seperti 17 tahun lalu alias tahun 2003.
Musim baru berjalan beberapa bulan, Barcelona masih bermasalah. Ada beberapa kekalahan yang tidak bisa diterima, seperti kekalahan teranyar 1-2 dari Cadiz akhir pekan lalu.
Barca pernah bermain apik pada beberapa kesempatan, tapi pada laga lainnya tampil begitu buruk dan tidak tampak sebagai calon juara.
Ada pula kasus presiden interim yang terlalu banyak bicara, gaji yang membengkak, pemberontakan megabintang, dan pemilihan presiden baru sekitar sebulan lagi.
Kondisi ini hampir sama buruknya dengan Barcelona tahun 2003, bahkan mungkin lebih buruk. Scroll ke bawah ya, Bolaneters!
Awal musim yang lesu
Benar Barca masih menyimpan satu pertandingan dibandingkan dengan sebagian besar tim La Liga, tapi itu pun tidak cukup. Mereka ada di peringkat ke-7 klasemen sementara setelah 10 pertandingan.
Barca tertinggal 12 poin dari Atletico Madrid yang menempuh jumlah laga sama, jadi ini bukaan alasan. Pandemi virus corona juga tidak bisa jadi alasan yang cukup kuat.
Meski menyimpan satu laga sisa, ini adalah awal musim terburuk Barca di era tiga poin untuk kemenangan, alias sejak 1995/96 silam.
Sejauh ini, Barca-nya Ronald Koeman hanya memetik 4 kemenangan, imbang 2 kali, dan kalah 4 kali di liga -- dengan raihan 14 poin.
Seperti tahun 2003
Tahun 2003 lalu Barca juga bermasalah, dengan Enric Reyna sebagai presiden usai Joan Gaspart mengundurkan diri. Saat itu Louis van gaal baru dipecat di pertengahan musim, Radomir Antic didapuk sebagai pengganti.
Untungnya di akhir musim Barca bisa mencapai target lolos ke Piala UEFA. Dan di saat yang sama ada Joan Laporta duduk di kursi presiden baru -- dia jadi presiden keempat Barca di musim itu.
Kini, di musim 2020/21 yang aneh ini, Barca akan mendapati 3 presiden dalam semusim. Josep Maria Bartomeu yang pertama, lalu ada Carles Tusquets sekarang sebagai interim, dan entah siapa nanti yang memenangi pemilihan umum pada 24 Januari 2021 nanti.
Kemerosotan Barca
Kemerosotan Barca beberapa tahun terakhir pun nyata terjadi, bukan hanya sekadar kritik negatif.
Setelah 10 laga musim in mereka sudah kalah 4 kali. Jumlah yang sama dengan kekalahan di musim 2017/18 (1) dan 2018/19 (3) digabungkan.
Sumber: Marca
Baca ini juga ya!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Dani Olmo Beri Peringatan untuk Marc Cucurella usai Gabung Real Madrid
Liga Spanyol 19 Juni 2026, 16:02
-
Marc Cucurella Tak Ragu Tinggalkan Chelsea demi Gabung Real Madrid
Liga Spanyol 19 Juni 2026, 15:22
-
5 Prediksi Pra-Piala Dunia 2026 yang Kini Terlihat Kocak
Piala Dunia 19 Juni 2026, 02:05
-
Rahasia Lionel Messi di Balik Awal Gemilang Argentina
Piala Dunia 19 Juni 2026, 01:54
LATEST UPDATE
-
Mau Bintang Timnas Belanda Ini, MU Harus Setor Segini ke West Ham
Liga Inggris 21 Juni 2026, 15:30
-
Manchester United Cari Striker Baru, Bakal Balikan dengan Sang Mantan?
Liga Inggris 21 Juni 2026, 14:30
-
Man of the Match Jepang vs Tunisia: Ayase Ueda
Piala Dunia 21 Juni 2026, 13:10
-
Swedia akui Kedigdayaan Belanda, Tapi Harusnya Bisa Main Lebih Baik Lagi!
Piala Dunia 21 Juni 2026, 10:45
-
Man of the Match Ekuador vs Curacao: Eloy Room
Piala Dunia 21 Juni 2026, 09:04
-
Soal Rumor Cristian Romero Merapat ke MU, Begini Kata Fabrizio Romano
Liga Inggris 21 Juni 2026, 08:30
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Tunisia vs Jepang
Piala Dunia 21 Juni 2026, 08:02
LATEST EDITORIAL
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28









