Konflik Barcelona: Dituduk Sabotase Kepulangan Messi, Joan Laporta Tuding Xavi Masih Dendam Usai Dipecat
Afdholud Dzikry | 12 Maret 2026 15:18
Bola.net - Presiden Barcelona, Joan Laporta, melontarkan kritik tajam kepada Xavi Hernandez terkait gagalnya kepulangan Lionel Messi ke Camp Nou. Ia menuduh mantan pelatih Blaugrana itu menyampaikan informasi yang tidak benar dan memicu sentimen negatif di publik.
Ketegangan ini muncul menjelang pemilihan presiden klub akhir pekan ini. Sebelumnya, Xavi menyatakan bahwa Laporta sengaja menggagalkan kepulangan Messi pada 2023.
Menurut Xavi, ia sudah mencapai kesepakatan personal dengan sang pemain. Namun, Laporta disebut menolak memberikan persetujuan akhir untuk meresmikan transfer tersebut.
Tuduhan itu langsung memicu polemik di internal klub. Laporta menilai pernyataan tersebut tidak berdasar dan sarat kepentingan politik.
Aroma Dendam di Balik Pernyataan Xavi
Laporta menduga pernyataan Xavi dipengaruhi rasa kecewa setelah pemecatannya pada musim panas 2024. Menurutnya, situasi itu membuat Xavi kehilangan objektivitas saat menyampaikan pendapat.
Karena itu, Laporta menilai pernyataan sang legenda tidak mencerminkan fakta sebenarnya.
"Opini Xavi sangat ternoda oleh kebencian tertentu dan dari perasaan itu kebenaran menjadi hilang," ujar Joan Laporta.
Ia bahkan menilai pernyataan tersebut justru menguatkan keputusan klub saat memecatnya.
"Pernyataan yang dibuat Xavi justru mengonfirmasi kepada saya bahwa kami telah membuat keputusan yang bagus saat memecatnya," tambahnya.
Perbandingan Era Flick dan Xavi
Laporta juga menyinggung perbedaan hasil tim sejak kedatangan Hansi Flick. Ia menilai performa Barcelona meningkat meski komposisi pemain tidak banyak berubah.
Menurutnya, fakta tersebut menunjukkan bahwa keputusan mengganti pelatih merupakan langkah yang tepat.
"Setiap orang bebas berbicara saat ini," kata Laporta.
"Namun dengan pemain yang hampir sama, Xavi kalah dan Flick justru menang," tambahnya.
Laporta Menepis Tuduhan Sabotase
Isu sabotase terhadap kepulangan Lionel Messi terus menjadi sorotan media. Namun, Laporta kembali menegaskan bahwa ia tidak pernah menghalangi proses tersebut.
Sebaliknya, ia menilai Xavi dan Mateu Alemany tidak menyampaikan kronologi secara utuh kepada publik. Perseteruan ini pun diperkirakan akan terus memanas hingga hasil pemilihan presiden diumumkan.
Di tengah polemik tersebut, Laporta berusaha meyakinkan anggota klub bahwa kepemimpinannya tetap stabil. Ia tidak ingin polemik lama mengganggu upayanya untuk kembali menjabat.
Kini, publik Barcelona pun terbelah. Sebagian membela sang legenda, sementara yang lain tetap mendukung kebijakan manajemen. Hubungan antara mantan pelatih dan presiden klub itu tampaknya telah retak sepenuhnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Barcelona Terancam Krisis Striker jika Ferran Torres Pergi
Liga Spanyol 2 Agustus 2026, 22:24
-
Barcelona Punya 3 Opsi Skema Serangan jika Gagal Datangkan Striker Anyar
Liga Spanyol 2 Agustus 2026, 21:10
-
Debut Kandang, Lewandowski Bersinar, Mampukah Ikuti Jejak Messi di MLS?
Bola Dunia Lainnya 2 Agustus 2026, 19:51
LATEST UPDATE
-
10 Transfer Besar yang Sudah Terjadi di La Liga Awal Musim 2026/2027
Liga Spanyol 4 Agustus 2026, 00:18
-
Hasil Piala AFF 2026: Vietnam Hancurkan Timnas Indonesia di Stadion Pakansari
Tim Nasional 3 Agustus 2026, 22:29
-
Hasil Babak Pertama Timnas Indonesia vs Vietnam: Garuda Tertinggal 0-2
Tim Nasional 3 Agustus 2026, 21:21
-
Ferran Torres Diburu Tottenham dan PSG, Barcelona Pasang Harga Rp1 Triliun
Liga Spanyol 3 Agustus 2026, 21:12
-
MU Tidak Perlu Beli Striker Baru, Karena Sudah Ada Bryan Mbeumo!
Liga Inggris 3 Agustus 2026, 21:00
-
Franco Mastantuono Pilih Serie A, AC Milan dan Fiorentina Tunggu Keputusan
Liga Italia 3 Agustus 2026, 20:55
-
Manchester United Juara EPL 2026/2027? Kenapa Tidak?
Liga Inggris 3 Agustus 2026, 20:40
-
Manchester United Lepaskan Wonderkid Tajamnya di Musim Panas 2026?
Liga Inggris 3 Agustus 2026, 20:20
LATEST EDITORIAL
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59
-
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang Bisa Diburu Liverpool
Editorial 29 Juli 2026, 13:16











