Kontroversi El Clasico: Kaki Lamine Yamal Jelas Halangi Vinicius, Kenapa Penalti Dibatalkan?
Richard Andreas | 27 Oktober 2025 03:50
Bola.net - Pertandingan El Clasico di Santiago Bernabeu langsung memanas sejak menit-menit pertama. Laga yang akhirnya dimenangi Los Blancos dengan skor 2-1 ini berjalan penuh drama.
Ketika laga baru berjalan beberapa menit, Vinicius Junior terjatuh di kotak penalti Barcelona setelah kontak dengan Lamine Yamal. Situasi itu seketika membuat seluruh stadion bergemuruh, sementara pemain Madrid langsung menuntut penalti.
Wasit Cesar Soto Grado awalnya tampak mempertimbangkan pelanggaran, namun kemudian menerima panggilan dari ruang VAR yang dipimpin Iglesias Villanueva untuk meninjau ulang kejadian tersebut.
Sorotan kamera pun tertuju pada layar di pinggir lapangan, di mana momen kontak antara Vinicius dan Lamine menjadi pusat perhatian.
Ketegangan meningkat, tetapi setelah beberapa saat pemeriksaan, keputusan diubah, tidak ada penalti untuk Real Madrid. Stadion yang sebelumnya berisik mendadak berubah riuh dengan sorakan dan protes keras.
Penjelasan Iturralde Gonzalez Soal Keputusan VAR
Mantan wasit La Liga, Iturralde Gonzalez, memberikan analisis rinci selama siaran langsung Carrusel Deportivo. Ia menegaskan bahwa keputusan untuk membatalkan penalti sudah tepat.
“Tidak ada offside, tapi penalti hanya bisa diberikan jika Lamine benar-benar menempatkan kakinya di depan jalur tembakan Vinicius,” jelasnya.
Menurut Gonzalez, inti dari penilaian ada pada posisi kaki Lamine saat kontak terjadi. “Yang dilihat wasit adalah apakah kaki Lamine sudah menapak di tanah ketika terjadi benturan. Jika iya, berarti dia lebih dulu menguasai posisi, dan Vinicius-lah yang menabraknya,” paparnya.
Penjelasan itu terbukti akurat ketika tayangan ulang memperlihatkan bahwa kaki Lamine memang sudah menapak dan berada di depan Vinicius. Akibatnya, Soto Grado membatalkan penalti dan justru memberikan pelanggaran untuk Barcelona.
Klarifikasi Lengkap dan Reaksi di Bernabeu

Sesaat setelah keputusan final diumumkan, Gonzalez kembali menegaskan pendapatnya. “Kaki Lamine sudah lebih dulu menapak dan posisinya di depan Vinicius. Dalam situasi itu, jelas Vinicius yang melakukan pelanggaran,” ujarnya.
Keputusan tersebut menimbulkan perdebatan di tribune Bernabeu. Sebagian pendukung Madrid menilai kontak tetap layak dianggap pelanggaran, sementara pihak lain mengakui keputusan VAR sudah sesuai aturan.
Meski demikian, momen itu menjadi salah satu titik krusial yang mengatur tempo pertandingan sejak awal.
El Clasico kali ini sekali lagi memperlihatkan betapa sengitnya persaingan kedua tim. Kali ini, Real Madrid keluar sebagai pemenang dengan skor 2-1.
Jangan sampai ketinggalan infonya
Rapor Pemain Barcelona vs Real Madrid: Pedri Kartu Merah, Lamine Yamal Hilang!
Rapor Pemain Real Madrid vs Barcelona: Mbappe Nyekor Lagi, Bellingham Raja El Clasico!
Man of the Match Real Madrid vs Barcelona: Jude Bellingham
Hasil Real Madrid vs Barcelona: Pedri Kartu Merah, Mbappe dan Bellingham Jadi Pembeda
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jose Mourinho Resmi Kembali ke Real Madrid, Era Kedua Dimulai!
Liga Spanyol 12 Juni 2026, 01:58
LATEST UPDATE
-
Lee Kang-in Bicara Targetnya Usai Antar Korea Selatan Taklukkan Ceko
Piala Dunia 12 Juni 2026, 14:55
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Brasil vs Maroko 14 Juni 2026
Piala Dunia 12 Juni 2026, 14:25
-
Catatan Menarik Korea Selatan vs Ceko: Son Heung-min Samai Rekor Legenda
Piala Dunia 12 Juni 2026, 14:14
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Qatar vs Swiss 14 Juni 2026
Piala Dunia 12 Juni 2026, 14:07
-
Hasil Lengkap Pertandingan Bulu Tangkis Australia Open 2026
Bulu Tangkis 12 Juni 2026, 13:52
-
Jadwal Lengkap Pertandingan Australia Open 2026, 9-14 Juni 2026
Bulu Tangkis 12 Juni 2026, 13:49
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Amerika Serikat vs Paraguay 13 Juni 2026
Piala Dunia 12 Juni 2026, 13:43
-
Buang 5 Peluang Lawan Ceko, Son Heung-min Dikritik, Son Heung-min Dibela
Piala Dunia 12 Juni 2026, 13:33
LATEST EDITORIAL
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28











