Kualitas Akademi Real Madrid Terlihat: Kalah dari Albacete Tim Peringkat 17

Richard Andreas | 15 Januari 2026 14:55
Kualitas Akademi Real Madrid Terlihat: Kalah dari Albacete Tim Peringkat 17
Reaksi pemain Real Madrid setelah Albacete mencetak gol di laga 16 besar Copa del Rey, 15 Januari 2026. (c) AP Photo/Jose Breton

Bola.net - Kekalahan 2-3 dari Albacete di babak 16 besar Copa del Rey 2025/2026 menjadi salah satu malam paling memalukan bagi Real Madrid dalam beberapa musim terakhir. Bukan hanya karena lawan berasal dari kasta kedua, tetapi juga karena konteks besar yang menyertai laga tersebut.

Pertandingan ini menjadi debut resmi Alvaro Arbeloa sebagai pelatih kepala, menyusul pemecatan Xabi Alonso. Arbeloa datang dengan reputasi kuat di level akademi dan dikenal sebagai figur yang percaya pada pengembangan pemain muda.

Advertisement

Namun, kekalahan di Estadio Carlos Belmonte justru menggeser sorotan ke arah La Fabrica, akademi Real Madrid yang menjadi tulang punggung kebijakan Arbeloa di laga ini. 

Keputusan memainkan banyak pemain jebolan akademi kini memunculkan pertanyaan serius tentang kesiapan mereka di level kompetisi senior.

1 dari 3 halaman

La Fabrica dan Taruhan Besar Arbeloa

La Fabrica dan Taruhan Besar Arbeloa

Vinicius Junior dan pelatih kepala Real Madrid Alvaro Arbeloa dalam laga kontra Albacete di babak 16 besar Copa del Rey, 15 Januari 2026 (c) AP Photo/Jose Breton

Arbeloa melakukan rotasi signifikan dengan memberi kepercayaan luas kepada pemain muda, sebagian besar produk La Fabrica. Pendekatan ini sejalan dengan latar belakangnya yang lama bekerja di struktur pembinaan Real Madrid.

Secara ide, kebijakan tersebut mencerminkan keberanian dan visi jangka panjang. Namun di atas lapangan, Real Madrid justru tampil rapuh, terutama dalam menjaga konsentrasi dan transisi bertahan.

Dua gol telat yang bersarang ke gawang Madrid menunjukkan masalah klasik tim muda: konsistensi dan manajemen momen krusial. Menghadapi tekanan di menit akhir, pengalaman terbukti menjadi pembeda yang tidak dimiliki skuad muda Los Blancos.

2 dari 3 halaman

Ketika Kualitas Akademi Diuji Realitas Kompetisi

Ketika Kualitas Akademi Diuji Realitas Kompetisi

Reaksi pemain Real Madrid setelah gawangnya dibobol Albacete pada laga 16 besar Copa del Rey, 15 Januari 2026. (c) AP Photo/Jose Breton

La Fabrica selama ini dikenal produktif melahirkan pemain teknis, tetapi laga melawan Albacete memperlihatkan jarak antara potensi dan kesiapan. Banyak pemain muda Madrid mampu bersaing secara teknis, namun kalah dalam duel fisik dan pengambilan keputusan.

Albacete, meski hanya berada di peringkat ke-17 Segunda Division, tampil lebih matang dan disiplin. Mereka memaksimalkan situasi bola mati dan kesalahan posisi lawan, sesuatu yang sering menghukum tim minim pengalaman.

Kekalahan ini menegaskan bahwa kualitas akademi tidak selalu linier dengan kesiapan bertanding di level senior. Tanpa pendampingan pemain berpengalaman, talenta muda rentan goyah ketika pertandingan berjalan di luar rencana.

3 dari 3 halaman

Refleksi Dini bagi Era Baru Madrid

Tersingkir dari Copa del Rey memang bukan akhir segalanya bagi Real Madrid, tetapi hasil ini menjadi alarm keras di awal era Arbeloa. Kepercayaan pada pemain akademi perlu diimbangi dengan struktur tim yang lebih seimbang.

Bagi Arbeloa, kekalahan ini adalah pelajaran mahal bahwa filosofi pengembangan tidak bisa dilepaskan sepenuhnya dari tuntutan hasil. Proses tetap penting, tetapi Real Madrid adalah klub yang hidup dari kemenangan.

Sementara itu, La Fabrica kembali dihadapkan pada kenyataan bahwa menghasilkan pemain bertalenta tidak selalu berarti menghasilkan pemain siap tempur.

LATEST UPDATE