Lamine Yamal dan Masa Depan Barcelona: Pesan Keras untuk Petinggi Klub
Richard Andreas | 26 Desember 2025 15:02
Bola.net - Barcelona menutup tahun 2025 dengan perasaan positif di bawah arahan Hansi Flick. Meski kalah di El Clasico liga di Santiago Bernabeu, Barca mampu menjaga konsistensi dan keluar sebagai juara musim dingin dengan keunggulan empat poin.
Stabilitas tersebut menjadi hasil dari proyek yang relatif cepat memberi dampak. Di musim pertamanya, Flick langsung membawa Barca meraih pencapaian penting, sekaligus menjaga daya saing tim di kompetisi domestik.
Meski begitu, di balik capaian itu, muncul sejumlah catatan. Ramon Besa, pakar sepak bola Spanyol, menilai masih ada pekerjaan rumah yang tak bisa diabaikan, terutama jika Barca ingin menjaga ambisi jangka panjang dan mempertahankan pemain kunci seperti Lamine Yamal.
Barca Dinilai Mampu Berbenah Sepanjang Musim

Ramon Besa menyoroti kemampuan Barca untuk melakukan koreksi sepanjang musim. Menurutnya, tim sempat kesulitan di awal kompetisi, tetapi berhasil menemukan kembali ritme permainan.
Ia menekankan bahwa kondisi tersebut terjadi meski ekspektasi awal menempatkan Barca pada situasi yang lebih tenang. Klub Catalan tidak ambil bagian dalam Piala Dunia Antarklub di Amerika Serikat pada Juni lalu.
Perbaikan itu membuat Barca tetap kompetitif hingga akhir tahun. Dalam pandangan Besa, konsistensi inilah yang menjadi fondasi utama keberhasilan mereka menutup 2025 di puncak klasemen paruh musim.
Otoritas Flick dan Identitas Tim

Besa juga menilai Hansi Flick masih memegang kendali penuh di ruang ganti. Ia menyebut sang pelatih memiliki “otoritas yang tak terbantahkan”, menguasai tim dan skuad, serta tetap mendapat pengakuan dari para pendukung.
Namun, ia mengingatkan situasi tersebut belum tentu bertahan lama. Menurut Besa, Flick adalah pelatih dengan periode kerja yang cenderung singkat, sesuatu yang sudah dibaca manajemen ketika hanya memberinya perpanjangan kontrak satu tahun.
Dalam aspek permainan, Barca disebut tidak lagi berlari sebebas sebelumnya. Tim lebih sering menyerang secara statis dan mencari alternatif, tetapi tetap dinilai sebagai tim yang mudah dikenali dan masih setia mengandalkan pemain muda dari La Masia.
PR Manajemen dan Masa Depan Lamine Yamal
Sorotan utama Besa mengarah pada tugas direksi dan manajemen olahraga. Ia menilai keterbatasan finansial membuat pekerjaan mereka semakin kompleks dalam beberapa tahun terakhir.
“Akan datang saatnya Lamine Yamal ingin tim yang lebih baik setiap tahun. Dan yang tidak boleh dilakukan Barca adalah stagnan, tahun ini hanya boleh mengambil sedikit jeda," kata Besa.
Menurutnya, perkembangan Lamine harus sejalan dengan kualitas skuad di sekitarnya. Barca dituntut memperkuat area-area yang tidak bisa sepenuhnya ditopang oleh talenta La Masia.
“Dan itu membutuhkan uang,” tegas Besa, sembari menyinggung kebutuhan mencari penerus Robert Lewandowski, mengingat masa penyerang asal Polandia itu di level elite kian mendekati akhir.
Jangan sampai ketinggalan infonya
- Pedri Sebut 6 Pemain Terbaik Dunia, Dua Di Antaranya Rekan Barcelona!
- Jarang Main di Etihad, Bek Serbabisa ini Ditawarkan Man City ke Barcelona
- Lamine Yamal Bikin Heboh, Terciduk Pakai Jersey Luis Diaz Saat Tur Rumah
- Ultimatum Keras Jerman untuk Ter Stegen: Main atau Lupakan Piala Dunia!
- Liverpool Terdepan, Madrid dan Barcelona Kalah dalam Perburuan Marc Guehi
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Finalissima Argentina vs Spanyol Resmi Batal, Lionel Messi Kecewa
Bola Dunia Lainnya 16 Maret 2026, 13:19
-
Joan Laporta Kembali Pimpin Barcelona: Raih 68% Suara dalam Pemilu Klub
Liga Spanyol 16 Maret 2026, 11:14
-
Liverpool, Sang Juara Bertahan yang Buruk
Liga Inggris 16 Maret 2026, 10:47
LATEST EDITORIAL
-
5 Wonderkid Italia yang Bisa Selamatkan Azzurri dari Kutukan Piala Dunia
Editorial 14 Maret 2026, 06:06
-
Starting XI Gabungan PSG dan Chelsea Sepanjang Masa, Siapa Saja Masuk?
Editorial 11 Maret 2026, 21:05

















