Laporta Sebut Sandro Rosell Pengkhianat
Editor Bolanet | 22 Juni 2012 03:50
- Mantan Presiden Barcelona FC Joan Laporta kembali melancarkan serangan kepada suksesornya, Sandro Rosell. Laporta menyebut penerusnya itu sebagai pengkhianat dan orang yang sinis, demikian dikutip Marca.
Laporta mengatakan bahwa Rosell dan pra direktur klub tidak mau membayar biaya keamanan ekstra untuk melindungi rumah Laporta. Laporta merasa perlu melindungi rumahnya dari ancaman Boixos Nois, suporter garis keras .
Semasa menjabat presiden Barcelona, Laporta memang melarang para ultras untuk memasuki Camp Nou. Laporta beralasan bahwa dirinya ingin mencegah terjadinya tindak kekerasan di dalam stadion milik Blaugrana.
Keputusan Laporta itu memicu amarah para fans yang dicekal. Buntutnya, Laporta dan seluruh keluarganya menerima banyak ancaman dari kelompok garis keras itu.
Demi keselamatan diri dan keluarganya, Laporta merasa perlu untuk menyewa petugas keamanan tambahan di akhir masa jabatannya. Namun ketika kepemimpinan Barca berganti, presiden baru menolak membayar biaya keamanan yang mencapai 20 ribu euro itu.
Ini adalah pengkhianatan sistematis. Mereka telah tahu tentang biaya ini selama dua tahun dan mereka tetap tak mau membayarnya,ujar Laporta kesal.
Laporta juga mengaku masih menerima ancaman sampai saat ini. Jika mereka mau bukti, saya akan dengan senang hati menunjukkan rekaman di mesin penjawab saya. Ada banyak ancaman untuk saya, keluarga saya, serta anak-anak saya. Mereka mengatakan akan membunuh kami semua. (mrc/hsw)
Laporta mengatakan bahwa Rosell dan pra direktur klub tidak mau membayar biaya keamanan ekstra untuk melindungi rumah Laporta. Laporta merasa perlu melindungi rumahnya dari ancaman Boixos Nois, suporter garis keras .
Semasa menjabat presiden Barcelona, Laporta memang melarang para ultras untuk memasuki Camp Nou. Laporta beralasan bahwa dirinya ingin mencegah terjadinya tindak kekerasan di dalam stadion milik Blaugrana.
Keputusan Laporta itu memicu amarah para fans yang dicekal. Buntutnya, Laporta dan seluruh keluarganya menerima banyak ancaman dari kelompok garis keras itu.
Demi keselamatan diri dan keluarganya, Laporta merasa perlu untuk menyewa petugas keamanan tambahan di akhir masa jabatannya. Namun ketika kepemimpinan Barca berganti, presiden baru menolak membayar biaya keamanan yang mencapai 20 ribu euro itu.
Ini adalah pengkhianatan sistematis. Mereka telah tahu tentang biaya ini selama dua tahun dan mereka tetap tak mau membayarnya,ujar Laporta kesal.
Laporta juga mengaku masih menerima ancaman sampai saat ini. Jika mereka mau bukti, saya akan dengan senang hati menunjukkan rekaman di mesin penjawab saya. Ada banyak ancaman untuk saya, keluarga saya, serta anak-anak saya. Mereka mengatakan akan membunuh kami semua. (mrc/hsw)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Barcelona Putuskan Tak Permanenkan Marcus Rashford
Liga Spanyol 10 Juni 2026, 20:47
-
Manchester City Siapkan Tawaran Rp1,46 Triliun untuk Alejandro Balde
Liga Spanyol 10 Juni 2026, 16:01
-
Real Madrid Menyerah? Tak Ada Tawaran Baru untuk Julian Alvarez
Liga Spanyol 10 Juni 2026, 15:31
-
Benfica Resmi Lepas Jose Mourinho ke Real Madrid
Liga Spanyol 10 Juni 2026, 11:55
LATEST UPDATE
-
Ghana Protes Keras Kanada Usai Tolak Visa Thomas Partey
Piala Dunia 13 Juni 2026, 23:12
-
Hasil Final Piala AFF U-19 2026: Australia Juara Usai Kandaskan Thailand
Tim Nasional 13 Juni 2026, 22:24
-
Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026
Piala Dunia 13 Juni 2026, 21:59
-
Jadwal Piala Dunia 2026 Hari Ini di TVRI
Piala Dunia 13 Juni 2026, 21:58
-
Klasemen Pembalap WorldSBK 2026
Otomotif 13 Juni 2026, 21:17
LATEST EDITORIAL
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28













