Mesin Gol yang Melempem: Apa yang Terjadi dengan Kylian Mbappe di Real Madrid?
Richard Andreas | 13 April 2026 09:17
Bola.net - Perdebatan soal apakah Real Madrid lebih baik dengan atau tanpa Kylian Mbappe kini tak lagi sekadar opini. Diskusi itu berubah menjadi pertanyaan berbasis data, seiring performa sang penyerang yang mengalami fluktuasi tajam.
Di awal musim, kontribusi Mbappe menjadi faktor penting di balik laju impresif Los Blancos. Namun, penurunan produktivitasnya belakangan ini mulai memunculkan kembali keraguan tentang dampak sebenarnya terhadap tim.
Situasi ini semakin kompleks karena bukan hanya hasil tim yang ikut menurun, tetapi juga performa beberapa pemain lain yang terdampak. Real Madrid kini menghadapi fase krusial yang menuntut jawaban cepat atas masalah tersebut.
Awal Gemilang Mbappe dan Dampaknya pada Real Madrid

Proyek Xabi Alonso sempat berjalan mulus sejak awal musim. Mbappe langsung tampil tajam dengan mencetak sembilan dari total 16 gol pertama tim.
Kontribusi tersebut membawa Real Madrid mencatatkan tujuh kemenangan beruntun, yang menjadi periode terbaik mereka musim ini. Momentum itu sempat berlanjut bahkan setelah kekalahan di Metropolitano.
Tim merespons dengan enam kemenangan beruntun lainnya, di mana Mbappe kembali menunjukkan peran sentral lewat delapan gol tambahan. Pada fase ini, ia menjadi motor utama serangan Los Blancos.
Meski begitu, tren positif tersebut tidak bertahan lama. Seiring waktu, performa individu dan hasil tim mulai menunjukkan penurunan yang signifikan.
Penurunan Tajam dan Dampaknya pada Tim

Dalam tujuh pertandingan terakhir, Mbappe hanya mencetak satu gol. Meski gol tersebut datang di momen penting melawan Bayern Munich, produktivitasnya secara keseluruhan mengalami penurunan drastis.
Statistik menunjukkan perubahan mencolok dalam efisiensinya. Pada performa terbaiknya, ia hanya membutuhkan empat tembakan untuk mencetak gol, dengan rasio konversi 25 persen atau satu gol setiap 70 menit.
Kini, angka itu merosot tajam menjadi satu gol setiap 497 menit, dengan tingkat konversi hanya empat persen. Penurunan ini ikut memengaruhi dinamika permainan tim secara keseluruhan.
Dampaknya juga terasa pada Vinicius Junior, yang produktivitas serangannya menurun hampir setengah sejak Mbappe kembali ke susunan pemain utama. Hal ini memperkuat anggapan bahwa masalah yang dihadapi bersifat kolektif, bukan semata individu.
Kata Arbeloa Soal Mbappe
Di tengah situasi tersebut, Alvaro Arbeloa mencoba meredam kekhawatiran yang berkembang di internal tim.
“Saya tidak merasa khawatir dengan pemain yang memiliki kontribusi seperti mereka . Mereka jelas termasuk dalam empat atau lima pemain terbaik di dunia. Saya sama sekali tidak khawatir," ungkap Arbeloa.
Ia menambahkan bahwa tim memang masih memiliki banyak aspek yang perlu diperbaiki, terutama saat menghadapi lawan yang bermain bertahan.
“Kami perlu meningkatkan banyak aspek sebagai tim, terutama melawan tim yang bermain bertahan, menutup ruang, dan jarang menekan."
"Kami masih kesulitan dalam situasi ini, dan ini lebih merupakan masalah performa tim daripada kurangnya kualitas individu," tutupnya.
Meski telah mencetak 83 gol dalam 96 penampilan, Mbappe kini menghadapi salah satu periode tersulitnya di momen penting Liga Champions.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Real Madrid Murka! Insiden Berdarah Mbappe Picu Tuntutan Transparansi VAR
Liga Spanyol 13 April 2026, 09:47
-
Alasan Barcelona Wajib Mempertahankan Jules Kounde
Liga Spanyol 12 April 2026, 17:38
-
Barcelona Berpotensi Paksa Real Madrid Lakukan Guard of Honour di El Clasico
Liga Spanyol 12 April 2026, 16:30
LATEST UPDATE
-
Ancaman Degradasi Ganggu Mental Pemain, Tottenham Terpuruk!
Liga Inggris 13 April 2026, 12:17
-
Como vs Inter Milan: Pembuktian Mentalitas Juara Nerazzurri
Liga Italia 13 April 2026, 12:16
-
Leeds United Lagi On Fire, Tapi MU yang Bakal Menang!
Liga Inggris 13 April 2026, 12:11
-
Demi Fans, Manchester United Wajib Hukumnya Kalahkan Leeds United
Liga Inggris 13 April 2026, 11:57
-
Michael Carrick Bicara Soal Kontrak Baru Kobbie Mainoo, Gak Perlu Khawatir!
Liga Inggris 13 April 2026, 11:44
-
Usai Libur 24 Hari, Manchester United Siap Tampil All-Out Lawan Leeds United
Liga Inggris 13 April 2026, 11:41
-
Jakarta Pertamina Enduro Butuh Satu Kemenangan Lagi demi ke Grand Final Proliga 2026
Voli 13 April 2026, 11:34
-
Prediksi Liverpool vs PSG 15 April 2026
Liga Champions 13 April 2026, 11:27
-
Profil Timnas Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: Ini Kandang Kita
Piala Dunia 13 April 2026, 11:25
-
Prediksi Atletico Madrid vs Barcelona 15 April 2026
Liga Champions 13 April 2026, 11:15
LATEST EDITORIAL
-
5 Pelatih Sepak Bola Terkaya 2026, Pep Guardiola Hanya Posisi Ketiga
Editorial 10 April 2026, 17:51
-
Bangun Era Baru, 5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Masa Depan Liverpool
Editorial 10 April 2026, 17:32
-
5 Kandidat Pelatih Baru Real Madrid Jika Alvaro Arbeloa Pergi
Editorial 9 April 2026, 17:45







