Miralem Pjanic, 'Sang Pianis' Baru Barcelona
Asad Arifin | 3 Juli 2020 14:50
Bola.net - Barcelona telah mengumumkan kedatangan gelandang timnas Bosnia dan Herzegovina, Miralem Pjanic, dengan biaya 60 juta euro dan 5 juta euro dalam biaya tambahan.
Kisah Miralem Pjanic sangat menarik, membawanya dari Tuzla, sebuah kota di Bosnia dan Herzegovina, ke Barcelona, melalui perjalanannya di Luksemburg, Perancis, dan Italia. Dalam pengumumannya, gelandang berusia 30 tahun ini akan bergabung dengan Barcelona dari Juventus pada musim 2020/21, dengan kontrak hingga 2024.
Di Camp Nou, Pjanic ingin menambah koleksi gelarnya – ia memenangi tiga gelar Serie A bersama Juventus, dan dapat bertambah menjadi empat ketika ia pindah ke Barcelona – ia juga ingin melanjutkan petualangannya untuk meraih gelar yang belum ia dapatkan hingga saat ini: Liga Champions.
LaLiga akan menjadi liga Eropa ketiga untuk Pjanic. Setelah meninggalkan Bosnia untuk pindah ke Luksemburg, dimana ayahnya bermain sepak bola tingkat semi-pro untuk FC Schifflange 95, Pjanic mengasah kemampuannya disana lalu kemudian pindah ke klub Perancis, FC Metz di usia 14 tahun.
Ia mencatatkan debut profesional bersama Metz di usia 17 tahun, dan bermain sangat luar biasa hingga dipinang oleh Lyon di musim berikutnya.
Pujian dari Francesco Totti
Setelah tiga musim bermain di Lyon, ia memulai petualangannya di Italia bersama AS Roma. Disana, Pjanic memperlihatkan kemampuannya bermain di berbagai posisi lini tengah, dan mencetak banyak gol dari tendangan bebas, keahlian yang ia pelajari dari Juninho Pernambucano di Lyon.
Legenda AS Roma, Francesco Totti, mengakui kemampuan Pjanic, memuji kecerdasannya, yang menurutnya dapat menutupi gaya bermainnya yang tidak cepat.
Pada tahun 2011, Totti berkata kepada para wartawan: “Teknik bermain Pjanic sangat luar biasa, meskipun ia terlihat sedikit lambat. Ia berpikir lebih cepat dari pemain lainnya, dan itu sangat menyulitkan bagi tim lawan,” puji Totti.
Julukan Il Pianista
Kecepatannya dalam berpikir dan gaya bermainnya yang elegan, membuat Pjanic dijuluki ‘Il Pianista’, Sang Pianis di Italia – sebuah julukan yang mirip dengan namanya, dan juga kemampuannya mengolah bola.
Setelah lima musim di Roma, Juventus memanggilnya. Di Juventus, ia mengatur lini tengah dan menjuarai gelar pertama dalam karirnya, yakni Serie A dan Coppa Italia, dan juga mencapai final Liga Champions di Cardiff, walaupun Bianconeri akhirnya harus kalah dari Real Madrid.
Pjanic akan melanjutkan rivalitasnya dengan Real Madrid, tidak dengan Juventus tapi dengan Barcelona. Barcelona telah mendatangkan pemain yang kemampuan tekniknya dapat memperkuat lini tengah tim.
Pjanic juga menguasai bahasa Bosnia, Luksemburg, Perancis, Italia, Inggris, dan Jerman, dan dengan kemampuan bahasanya, tak akan sulit bagi Sang Pianis untuk mempelajari bahasa lokal, dan juga bahasa sepak bola di Barcelona.
Sumber: La Liga
Baca Ini Juga:
- Athletic Bilbao vs Real Madrid: Duel Klasik yang Mungkin Jadi Penentu Gelar La Liga
- Rekam Jejak Transfer Barcelona: Melihat Uang 649 Juta Euro Tersia-siakan Begitu Saja
- Highlights La Liga: Eibar 0-2 Osasuna
- Highlights La Liga: Real Sociedad 2-1 Espanyol
- Terbaik dan Terburuk dari Laga Real Madrid vs Getafe: Ramos, Vinicius, dan Lainnya
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Mantan Pemain Real Madrid Sebut Vinicius Bisa Bangkit dengan Cara Ini
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 16:01
-
Ruben Neves Tertarik Gabung Real Madrid, tapi Florentino Perez Menolak
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 15:39
-
Real Madrid Bisa Rekrut Dua Bek Tengah Sekaligus Musim Panas
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 15:33
-
Siulan Suporter di Bernabeu Cuma Bikin Real Madrid Lemah
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 11:03
LATEST UPDATE
-
Resmi! Vidio Tayangkan UFC di Indonesia
Olahraga Lain-Lain 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Spalletti Siap Adu Mekanik dengan Mourinho
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Misi Wajib Menang Bianconeri!
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:05
-
Menuju Piala Dunia 2026: Tiga Aturan Baru Disiapkan, VAR dan Timewasting Jadi Fokus
Piala Dunia 21 Januari 2026, 14:02
-
Transformasi Khephren Thuram: Dari Pemuda Naif Jadi 'Monster' Lini Tengah Juventus
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:58
-
Atalanta vs Bilbao: Ederson Minta La Dea Berikan 110 Persen!
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:42
-
Kontroversi Dalot vs Doku di Derby Manchester, Howard Webb Tegaskan VAR Sudah Tepat
Liga Inggris 21 Januari 2026, 13:30
-
Lupakan Mateta, Juventus Kini Selangkah Lagi Dapatkan Youssef En-Nesyri?
Liga Italia 21 Januari 2026, 13:29
-
Chelsea vs Pafos FC: Estevao Willian Mengejar Rekor Mbappe, Reuni David Luiz
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:21
-
Man City Terpuruk di Bodo/Glimt, Guardiola Akui Segala Hal Berjalan Melawan Timnya
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:48
-
Setelah 12 Tahun, Ter Stegen Diam-Diam Tinggalkan Barcelona
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 12:17
-
Inter Babak Belur di Kandang, Arsenal Terlalu Kejam di Depan Gawang
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:17
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06



