Pelan tapi Pasti, Trent Alexander-Arnold Kian Matang di Real Madrid!

Richard Andreas | 26 Februari 2026 18:19
Pelan tapi Pasti, Trent Alexander-Arnold Kian Matang di Real Madrid!
Pemain Real Madrid, Trent Alexander-Arnold, menendang bola dalam leg kedua play-off Liga Champions melawan Benfica, Kamis (26/2/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Manu Fernandez

Bola.net - Trent Alexander-Arnold tiba di Real Madrid dengan ekspektasi tinggi setelah meninggalkan Liverpool dengan status salah satu full-back paling kreatif di Eropa. Kepindahannya sempat diwarnai masa sulit, termasuk cedera dan adaptasi terhadap gaya permainan baru.

Beberapa pekan di awal musim ini memang berat bagi Trent. Dia tidak bermain konsisten dan hanya memberikan kontribusi minim saat berada di lapangan. Mau tak mau, kritik pun menyerang.

Advertisement

Situasi sulit Trent sempat memicu keraguan soal seberapa cepat ia bisa memenuhi ekspektasi tinggi di Santiago Bernabeu. Bahkan gosip kembali ke Liverpool sempat mencuat.

Namun belakangan, perkembangan performa Trent mulai terlihat melalui kontribusi langsung di pertandingan La Liga dan pujian dari staf pelatih, menandakan progres mengikuti apa yang diharapkan klub besar seperti Real Madrid.

1 dari 3 halaman

Adaptasi dan Peran Baru di Madrid

Adaptasi dan Peran Baru di Madrid

Pemain Real Madrid, Trent Alexander-Arnold, saat pertandingan La Liga melawan Girona, Minggu (30/11/2025). (c) AP Photo/Joan Monfort

Trent tidak langsung mencatat banyak menit di awal musim setelah datang ke Real Madrid. Dia mengalami cedera yang membatasi waktu bermainnya di La Liga dan kompetisi lainnya. Itu membuat periode adaptasi menjadi agak terputus-putus dan sulit menemukan ritme.

Ketika akhirnya menjadi starter reguler lagi, kontribusi Trent terlihat melalui assist dan kreativitas di fase menyerang tim. Dalam kemenangan liga, dia memberikan umpan kunci yang menegaskan kualitasnya di depan.

Alvaro Arbeloa secara terbuka menyatakan bahwa Real Madrid “beruntung” memiliki pemain seperti Trent, menyoroti kecerdasannya membaca permainan dan kemampuannya memberikan keuntungan bagi lini depan. Arbeloa juga mencatat bahwa Trent semakin nyaman dengan sistem dan harapan klub.

2 dari 3 halaman

Kritik Terhadap Trent dan Area yang Masih Perlu Ditingkatkan

Kritik Terhadap Trent dan Area yang Masih Perlu Ditingkatkan

Pemain Benfica, Andreas Schjelderup, berebut bola dengan dua pemain Real Madrid, Arda Guler dan Trent Alexander-Arnold, di leg kedua play-off Liga Champions, Kamis (26/2/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Manu Fernandez

Meski progres jelas ada, kritik terhadap aspek defensif Trent tetap muncul, terutama di pertandingan besar. Dalam duel Liga Champions melawan Benfica, analis dari TNT Sports mencatat bahwa Trent kesulitan memenangkan duel satu lawan satu dan kurang konsisten dalam fase pertahanan.

Joe Cole, eks Chelea, bahkan menyarankan bahwa pelatih mungkin kembali memilih Dani Carvajal saat menghadapi lawan yang lebih tangguh, menunjukkan bahwa aspek pertahanan masih menjadi sorotan.

Selain itu, mantan pemain MU Wayne Rooney menilai bahwa untuk benar-benar menjadi full-back terbaik dunia, Trent harus memperbaiki permainannya ketika tidak menguasai bola, meski kemampuan teknis dan kreatifnya di depan tak diragukan.

3 dari 3 halaman

Perkembangan Performa Alexander-Arnold

Secara keseluruhan, progress Trent di Real Madrid menunjukkan tren positif meskipun penuh tantangan adaptasi. Ia telah mulai membuktikan nilai kreatifnya di skema permainan, dan pelatih menunjukkan kepercayaan dengan memberinya menit lebih banyak setelah pulih.

Namun, kritik terhadap aspek defensif dan konsistensi tetap menjadi pekerjaan rumah penting. Analisis pertandingan memperlihatkan bahwa – meskipun kuat secara teknis – Trent masih perlu mengembangkan aspek defensif untuk benar-benar memenuhi tuntutan klub sebesar Real Madrid di semua kompetisi.

Secara keseluruhan, perkembangan penuh Trent musim ini adalah narasi tentang adaptasi, evaluasi, dan pertumbuhan, dengan kemajuan yang terlihat namun masih perlu disempurnakan.

LATEST UPDATE