Pelatih Malaga: Penggunaan Doping Tak Perlu Dipermasalahkan
Editor Bolanet | 20 Agustus 2013 13:20
- Pelatih asal jerman yang saat ini menukangi , Bernd Schuster, mengeluarkan pernyataan kontroversial terkait aktifitas doping di dunia sepakbola.
Pria yang semasa aktif bermain pernah memperkuat Barcelona dan Real Madrid ini menyatakan bahwa penggunaan doping tak perlu dipermasalahkan, selama digunakan untuk proses pemulihan cedera.
Jika tujuannya adalah untuk pulih dari cedera secepat mungkin, saya tak memiliki masalah dengan penggunaan doping, ungkap Schuster kepada majalah Sport Bild Plus.
Doping tersebut tidak akan membuat performa pemain naik menjadi 120, 150, atau 180 persen dari biasanya. Penggunaan suplemen tersebut hanya membantu untuk memulihkan kondisi secepat mungkin.
Lebih lanjut, pria 53 tahun tersebut mengungkapkan bahwa saat ini penggunaan obat-obatan di dunia sepakbola professional telah menjadi hal yang lumrah.
Sejumlah pemain lebih banyak membawa pil dan tablet ketimbang deodoran dan wewangian. Mereka selalu mengkonsumsi obat-obatan dengan alasan tertentu.
Kami semua pernah mengkonsumsi obat suplemen, meskipun bukan selalu merupakan stimulan. Namun tim dokter dan fisioterapis selalu memberi pemain obat tertentu yang biasanya para pemain tidak akan bertanya lebih lanjut sebelum mengkonsumsinya, beber Schuster. [initial] (bild/mri)
Pria yang semasa aktif bermain pernah memperkuat Barcelona dan Real Madrid ini menyatakan bahwa penggunaan doping tak perlu dipermasalahkan, selama digunakan untuk proses pemulihan cedera.
Jika tujuannya adalah untuk pulih dari cedera secepat mungkin, saya tak memiliki masalah dengan penggunaan doping, ungkap Schuster kepada majalah Sport Bild Plus.
Doping tersebut tidak akan membuat performa pemain naik menjadi 120, 150, atau 180 persen dari biasanya. Penggunaan suplemen tersebut hanya membantu untuk memulihkan kondisi secepat mungkin.
Lebih lanjut, pria 53 tahun tersebut mengungkapkan bahwa saat ini penggunaan obat-obatan di dunia sepakbola professional telah menjadi hal yang lumrah.
Sejumlah pemain lebih banyak membawa pil dan tablet ketimbang deodoran dan wewangian. Mereka selalu mengkonsumsi obat-obatan dengan alasan tertentu.
Kami semua pernah mengkonsumsi obat suplemen, meskipun bukan selalu merupakan stimulan. Namun tim dokter dan fisioterapis selalu memberi pemain obat tertentu yang biasanya para pemain tidak akan bertanya lebih lanjut sebelum mengkonsumsinya, beber Schuster. [initial] (bild/mri)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Man of the Match Athletic Bilbao vs Barcelona: Lamine Yamal
Liga Spanyol 8 Maret 2026, 05:05
LATEST UPDATE
-
Patrice Evra Sebut Sosok Manajer Ideal untuk Manchester United
Liga Inggris 10 Maret 2026, 00:19
-
Xavi Ungkap Alasan Tak Akan Pernah Kembali ke Barcelona
Liga Spanyol 9 Maret 2026, 20:33
-
Prediksi Jumlah Trofi yang Bisa Diraih Arsenal Musim Ini
Liga Inggris 9 Maret 2026, 18:30
-
Wayne Rooney Bela Mikel Arteta Usai Gaya Bermain Arsenal Dihujani Kritik
Liga Inggris 9 Maret 2026, 18:00
-
Kurang Tajam di Depan Gawang, Inter Tumbang di Derby Milan
Liga Italia 9 Maret 2026, 17:30
-
Cara AC Milan Hentikan Federico Dimarco di Derby Della Madonnina
Liga Italia 9 Maret 2026, 17:00
-
Manchester United Mulai Kontak Gelandang Pengganti Casemiro
Liga Inggris 9 Maret 2026, 16:30















