Pergeseran Taktik dan Budaya: Cara Alvaro Arbeloa Menyatukan Real Madrid
Richard Andreas | 24 Januari 2026 12:54
Bola.net - Alvaro Arbeloa menghadapi awal yang penuh gejolak sejak mengambil alih kursi pelatih Real Madrid. Pergantian era dari Xabi Alonso memicu perubahan signifikan, baik secara taktik maupun budaya kerja di dalam tim.
Periode awal Arbeloa diwarnai kekecewaan besar setelah tersingkir dari Copa del Rey oleh Albacete. Hasil itu langsung menempatkan pelatih baru tersebut dalam sorotan tajam.
Namun, dalam waktu singkat, situasi di internal klub mulai berubah. Kemenangan liga atas Levante dan kemenangan telak di Liga Champions melawan Monaco menggeser suasana di ruang ganti ke arah yang lebih positif.
Cemoohan Suporter Jadi Titik Balik

Menurut laporan dari Cadena SER, titik balik Real Madrid bukan berasal dari perubahan taktik di lapangan. Reaksi keras suporter justru menjadi pemicu perubahan dinamika di dalam tim.
Cemoohan dan siulan yang terdengar dari tribun Bernabeu saat melawan Levante disebut memberi dampak tak terduga. Tekanan publik itu menyatukan skuad yang sebelumnya terpecah setelah kekalahan dari Albacete.
Usai kekalahan di Copa del Rey, suasana di Valdebebas digambarkan dingin dan sunyi. Para pemain disebut lebih fokus pada diri masing-masing, tanpa rasa kebersamaan yang kuat.
Namun, situasi tersebut berubah menjelang laga melawan Monaco. Sumber dari dalam ruang ganti menyebut para pemain mulai bersatu, melindungi kelompok, dan menghadapi tekanan eksternal secara kolektif.
Pendekatan Langsung Arbeloa di Ruang Ganti

Arbeloa datang membawa identitas yang jelas. Ia digambarkan sebagai sosok yang langsung, mudah didekati, dan memiliki konsep yang tegas.
Gaya kepemimpinannya sangat terpusat. Seluruh komunikasi, motivasi, dan instruksi taktik disampaikan langsung olehnya kepada para pemain.
Staf pelatih berada di balik layar, bertugas menyiapkan sesi latihan secara detail. Namun mereka jarang berbicara langsung kepada pemain selama latihan berlangsung.
Pendekatan satu suara ini memberikan kejelasan bagi skuad yang sebelumnya terlihat kehilangan arah. Pemain kini tahu kepada siapa harus merujuk dan apa yang diharapkan di atas lapangan.
Kontras dengan Era Xabi Alonso
Perubahan pendekatan ini terasa kontras dibandingkan metode Xabi Alonso. Di era sebelumnya, staf pelatih dikenal sangat aktif dan intervensif dalam keseharian tim.
Pemain kerap menjalani sesi analisis video panjang yang langsung diikuti latihan dengan skenario spesifik. Tujuannya adalah mencapai kesempurnaan taktik di setiap detail.
Meski kualitas staf Alonso diakui, pendekatan tersebut disebut terlalu intens bagi sebagian pemain. Cadena SER mencatat para pemain menilai metode itu sedikit terlalu menekan dibanding kebiasaan mereka.
Kini, pendekatan yang lebih ringkas dan terpusat di bawah Arbeloa menggantikan micromanagement sebelumnya. Perubahan ini disebut memberi kesegaran mental dan berdampak positif pada performa.
Ujian Berikutnya Menanti Madrid
Dampak awal dari perubahan tersebut mulai terlihat. Real Madrid mampu bangkit setelah pekan yang sangat sulit dan kini berada dekat dengan posisi delapan besar Liga Champions.
Meski begitu, bekas luka akibat kekalahan dari Albacete belum sepenuhnya hilang. Di ruang ganti, keyakinan yang berkembang adalah bahwa jawaban sesungguhnya harus diberikan di atas lapangan.
Dalam waktu dekat, Madrid menghadapi dua ujian berat. Mereka akan bertandang ke Villarreal pada Sabtu, lalu melanjutkan perjalanan ke Lisbon pada pertengahan pekan berikutnya.
Jangan sampai ketinggalan infonya
- Arbeloa Lepas Tangan soal Kontrak Vinicius Junior: Bisa Tinggalkan Real Madrid?
- Legenda Liverpool Ini Pasang Badan Untuk Jude Bellingham yang Sedang Alami Penurunan Performa di Real Madrid
- Prediksi Villarreal vs Real Madrid 25 Januari 2026
- Manchester United Pilih Pemain Real Madrid Ini Sebagai Penerus Casemiro?
- Jose Mourinho Tegaskan Ambisi Benfica Jelang Laga Penentu vs Real Madrid
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Arbeloa Lepas Tangan soal Kontrak Vinicius Junior: Bisa Tinggalkan Real Madrid?
Liga Spanyol 24 Januari 2026, 09:59
-
Prediksi Barcelona vs Oviedo 25 Januari 2026
Liga Spanyol 23 Januari 2026, 21:55
-
Prediksi Villarreal vs Real Madrid 25 Januari 2026
Liga Spanyol 23 Januari 2026, 20:05
-
Manchester United Pilih Pemain Real Madrid Ini Sebagai Penerus Casemiro?
Liga Inggris 23 Januari 2026, 17:01
LATEST UPDATE
-
Live Streaming Man City vs Wolves - Link Nonton Premier League/Liga Inggris di Vidio
Liga Inggris 24 Januari 2026, 15:00
-
Head to Head Arsenal vs Man United: Tuan Rumah Unggul, tapi Ada Catatan Menarik
Liga Inggris 24 Januari 2026, 13:48
-
Marc Marquez Alami Kecelakaan di Sirkuit Aspar saat Latihan Jelang MotoGP 2026
Otomotif 24 Januari 2026, 12:56
-
Pergeseran Taktik dan Budaya: Cara Alvaro Arbeloa Menyatukan Real Madrid
Liga Spanyol 24 Januari 2026, 12:54
-
Arsenal vs Manchester United: Meriam London Superior, Setan Merah Terancam
Liga Inggris 24 Januari 2026, 12:44
-
Tempat Menonton Malut United vs Persik Kediri: Apakah Disiarkan TV Nasional?
Bola Indonesia 24 Januari 2026, 12:15
-
Baru Cetak 9 Gol dari 27 Laga, Gyokeres Flop di Arsenal? Ini Kata Arteta
Liga Inggris 24 Januari 2026, 12:11
-
Man City vs Wolves: Menanti Debut Marc Guehi, Obat Pusing Guardiola
Liga Inggris 24 Januari 2026, 12:02
-
Michael Carrick Puji Kualitas Kobbie Mainoo Jelang Ujian Berat Kontra Arsenal
Liga Inggris 24 Januari 2026, 11:57
-
Cole Palmer Diterpa Isu Homesick, Rosenior Tegaskan Sang Bintang Bahagia di Chelsea
Liga Inggris 24 Januari 2026, 11:27
LATEST EDITORIAL
-
5 Bintang Manchester United yang Bisa Bersinar di Bawah Michael Carrick
Editorial 23 Januari 2026, 06:04
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06





