Posisi False 9 Messi Bukan Ide Guardiola?
Editor Bolanet | 11 Januari 2014 02:54
- Koran berbasis di Barcelona Mundo Deportivo membuat laporan menarik mengenai evolusi karier Lionel Messi. Menurut Mundo Deportivo, ide untuk menempatkan Messi di posisi false 9 bukanlah ide Josep Guardiola.
Messi awalnya adalah pemain sayap. Melihat potensinya dalam mencetak gol, Messi kemudian digeser ke tengah dengan mengorbankan para penyerang yang sudah mapan sebelumnya.
Ide itu awalnya datang dari 'penemu' bakat Messi, Carles Rexach. Sebagai catatan, Rexach adalah mantan pelatih Barca dan orang yang berperan besar meyakinkan Barca untuk menampung Messi.
Rexach kemudian membahas idenya untuk menggeser posisi Messi itu bersama asisten Guardiola saat itu, Tito Vilanova. Ide Rexach ini lalu dipelajari oleh Vilanova untuk kemudian diperbaiki dan disampaikan ke Guardiola.
Pada awalnya Guardiola tidak menerima ide itu dengan mudah. Butuh waktu agak lama bagi Guardiola untuk mau mencoba eksperimen itu. Namun ternyata Messi justru semakin berkembang ketika dipasang di tengah sebagai pusat penyerangan Barca.
Real Madrid disebut sangat syok dengan kesuksesan revolusi taktik Guardiola. Los Blancos tidak memiliki pucuk penyerangan yang sama seperti Barca dan hal itu memaksa mereka untuk menjebol simpanan mereka di bank dengan membeli Cristiano Ronaldo. (isf/hsw)
Messi awalnya adalah pemain sayap. Melihat potensinya dalam mencetak gol, Messi kemudian digeser ke tengah dengan mengorbankan para penyerang yang sudah mapan sebelumnya.
Ide itu awalnya datang dari 'penemu' bakat Messi, Carles Rexach. Sebagai catatan, Rexach adalah mantan pelatih Barca dan orang yang berperan besar meyakinkan Barca untuk menampung Messi.
Rexach kemudian membahas idenya untuk menggeser posisi Messi itu bersama asisten Guardiola saat itu, Tito Vilanova. Ide Rexach ini lalu dipelajari oleh Vilanova untuk kemudian diperbaiki dan disampaikan ke Guardiola.
Pada awalnya Guardiola tidak menerima ide itu dengan mudah. Butuh waktu agak lama bagi Guardiola untuk mau mencoba eksperimen itu. Namun ternyata Messi justru semakin berkembang ketika dipasang di tengah sebagai pusat penyerangan Barca.
Real Madrid disebut sangat syok dengan kesuksesan revolusi taktik Guardiola. Los Blancos tidak memiliki pucuk penyerangan yang sama seperti Barca dan hal itu memaksa mereka untuk menjebol simpanan mereka di bank dengan membeli Cristiano Ronaldo. (isf/hsw)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Man of the Match Alaves vs Barcelona: Nahuel Tenaglia
Liga Spanyol 14 Mei 2026, 06:29
LATEST UPDATE
-
Arteta Cari Solusi untuk Posisi Bek Kanan Arsenal
Liga Inggris 14 Mei 2026, 20:02
-
Inter Milan Kantongi Jutaan Euro Usai Juara Coppa Italia
Liga Italia 14 Mei 2026, 19:59
-
Jadwal BRI Super League 2026/2027 Molor, Kick-off September
Bola Indonesia 14 Mei 2026, 19:46
-
Persib Bandung Berduka, Ibunda Bojan Hodak Meninggal Dunia
Bola Indonesia 14 Mei 2026, 19:29
-
Risiko yang Mungkin Muncul Andai Xabi Alonso Melatih Chelsea
Liga Inggris 14 Mei 2026, 17:17
-
Cari Pengganti Mohamed Salah, Liverpool Pantau Pemain AS Roma
Liga Inggris 14 Mei 2026, 15:14
LATEST EDITORIAL
-
Prediksi Starting XI Real Madrid Era Mourinho, Tanpa Vinicius dan Trent
Editorial 12 Mei 2026, 23:01
-
5 Pemain Tertua yang Pernah Tampil di Piala Dunia
Editorial 12 Mei 2026, 22:24















