Rapor Real Madrid 2024/2025: Nilai 6, Banyak Bintang tapi Tak Menyatu
Richard Andreas | 27 Mei 2025 11:17
Bola.net - Musim 2024/2025 mencatat babak peralihan yang menantang bagi Real Madrid, sebuah institusi sepak bola dengan warisan cemerlang di tingkat Eropa.
Walaupun didukung oleh talenta-talenta papan atas seperti Kylian Mbappe dan Jude Bellingham, tim berjuluk Los Blancos ini merasakan kekecewaan dengan tidak berhasil mengamankan satu pun gelar di seluruh ajang kompetisi besar.
Situasi ini sekaligus menandakan berakhirnya kepemimpinan Carlo Ancelotti dan dimulainya babak baru di bawah arahan Xabi Alonso. Berbagai permasalahan yang menumpuk sepanjang musim mengindikasikan bahwa saatnya Ancelotti menyerahkan tanggung jawab kepada sosok yang berbeda.
Kedatangan Mbappe yang telah lama ditunggu-tunggu ternyata belum mampu mendongkrak kualitas permainan tim secara menyeluruh. Di sisi lain, Bellingham memperlihatkan stabilitas di tengah lapangan, tapi upayanya tidak mencukupi untuk mengompensasi kekurangan di area-area lainnya.
Ketidakstabilan performa tim, khususnya pada barisan belakang, menjadi salah satu penyebab utama dari kegagalan sepanjang musim ini.
Performa di La Liga: Tidak Konsisten dan Berakhir Buruk

Real Madrid menutup kompetisi La Liga 2024/2025 dengan tangan kosong, gagal mengungguli rival klasik mereka, Barcelona. Kekalahan memalukan dengan skor 2-5 dari Barcelona pada final Supercopa de Espana menggarisbawahi rapuhnya pertahanan yang belum tertangani sepanjang musim.
Meski Mbappe berhasil menyumbang 31 gol dalam 34 penampila di La Liga, sumbangannya tidak berhasil mengimbangi ketidakkonsistenan performa tim secara keseluruhan.
Kekalahan tak terduga 1-2 dari Valencia pada April 2025 semakin memperparah kedudukan mereka dalam tabel klasemen. Vinicius Junior, yang diproyeksikan sebagai partner sempurna untuk Mbappe, justru mengalami kemunduran performa, termasuk kegagalan dalam mengonversi dua eksekusi penalti pada saat-saat krusial.
Terbuangnya poin-poin vital dalam pertandingan-pertandingan penting menjadi faktor dominan kegagalan merebut titel domestik.
Keberadaan pemain berkualitas seperti Federico Valverde memang memberikan secercah harapan, namun belum mampu mengangkat kualitas permainan tim secara menyeluruh.
Performa di Liga Champions: Ambisi yang Kandas
Di pentas Eropa, Real Madrid memperlihatkan performa yang memukau pada fase awal, termasuk kemenangan 3-1 atas Manchester City berkat tiga gol Mbappe. Akan tetapi, harapan meraih trofi Liga Champions ke-16 berakhir sia-sia setelah menerima kekalahan telak 0-3 dari Arsenal pada leg pertama perempat final.
Kekalahan tersebut menyingkap kelemahan dalam aspek taktis dan ketidakmampuan beradaptasi dengan intensitas tekanan tinggi dari lawan. Meskipun memiliki rekam jejak comeback yang membanggakan, kali ini Real Madrid tidak berhasil membalikkan keadaan.
Hasil ini menjadi tamparan keras bagi Ancelotti, yang sebelumnya dikenal sebagai ahli strategi Liga Champions. Kegagalan ini juga menandai penutupan era Ancelotti di klub, setelah enam musim yang dihiasi berbagai prestasi.
Kekalahan dari Arsenal mendemonstrasikan pentingnya perbaikan strategi dan peningkatan kualitas kedalaman skuad. Kehadiran talenta-talenta muda yang menjanjikan belum mencukupi untuk berkompetisi di level tertinggi Eropa tanpa dukungan sistem dan pendekatan taktis yang kokoh.
Performa Individual: Yang Bersinar dan Yang Redup

Kylian Mbappe menjadi pusat perhatian dengan koleksi total 42 gol di seluruh kompetisi yang mengantarkannya meraih penghargaan Sepatu Emas Eropa. Jude Bellingham juga memamerkan konsistensi dengan 28 kontribusi gol dalam 51 penampilan, meskipun kerap ditempatkan di luar posisi terbaiknya.
Namun demikian, tidak seluruh pemain tampil sesuai ekspektasi. Vinícius Junior mengalami degradasi performa yang signifikan, termasuk kegagalan dalam situasi-situasi penalti yang menentukan. Pemain muda Endrick juga belum memperlihatkan kontribusi yang berarti, gagal mencetak gol atau memberikan assist dalam beberapa kesempatan awal penampilannya.
Kerentanan di barisan pertahanan menjadi fokus perhatian utama, dengan sejumlah pemain senior memperlihatkan penurunan kualitas. Kondisi ini menggarisbawahi kebutuhan akan peremajaan dan peningkatan standar kualitas di sektor belakang untuk mengantisipasi tantangan musim mendatang.
Performa Pelatih: Ancelotti yang Habis, Lanjut ke Alonso
Carlo Ancelotti mengakhiri perjalanannya sebagai pelatih Real Madrid dengan catatan 15 trofi, termasuk tiga gelar Liga Champions. Namun, musim tanpa titel ini menjadi penutup yang kurang memuaskan bagi pelatih legendaris tersebut. Ancelotti kini melanjutkan perjalanan kariernya dengan mengasuh tim nasional Brasil.
Sebagai penggantinya, Xabi Alonso diangkat untuk mengemudikan Real Madrid dengan kontrak selama tiga tahun. Alonso, yang telah membuktikan kesuksesannya dengan membawa Bayer Leverkusen meraih gelar Bundesliga, memiliki ambisi menerapkan filosofi permainan yang dinamis dan menyerang di Santiago Bernabeu. Ia juga merencanakan optimalisasi potensi pemain-pemain muda dan penguatan lini pertahanan.
Menghadapi tantangan besar ke depan, termasuk keikutsertaan dalam Piala Dunia Antarklub, Alonso memikul beban berat untuk merestorasi kejayaan Real Madrid. Dukungan penuh dari pihak manajemen dan para pendukung akan menjadi faktor penentu keberhasilan dalam era baru ini.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Dukungan buat Trent Alexander-Arnold untuk Kembali ke Liverpool
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:32
-
Perang Dingin Real Madrid dengan Wasit La Liga Terus Berlanjut
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 22:28
-
Dibuang Liverpool, Real Madrid Siap Tampung Alexis Mac Allister
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 21:21
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Madura United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:10
-
Prediksi BRI Super League: Persik vs Persita 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:05
-
Prediksi BRI Super League: Arema FC vs Bali United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:00
-
Prediksi BRI Super League: Dewa United vs Persija 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 19:55
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
-
Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:00
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
-
Legenda Liverpool Dukung MU Pekerjakan Unai Emery: Dia Pelatih yang Luar Biasa!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:54
-
Kabar Baik MU? Ada Klub Inggris yang Mau Beli Marcus Rashford
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:41
-
Gokil! Bos Besar Pastikan AC Milan Bakal Jor-joran di Bursa Transfer Januari 2027
Liga Italia 30 Oktober 2026, 17:28
-
Sudah Tidak Bahagia di MU, Barcelona Siap Jadi Rumah Baru untuk Lisandro Martinez
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:00
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18





