Real Madrid dan Krisis Berlapis: Analisis Mendalam yang Mengungkap Masalah Struktural Los Blancos
Gia Yuda Pradana | 2 Desember 2025 18:12
Bola.net - Real Madrid menjadi perhatian setelah tiga hasil imbang beruntun di La Liga membuat mereka tergeser dari puncak klasemen. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran, bukan hanya karena kehilangan poin, tetapi juga karena pola permainan mereka menunjukkan penurunan yang konsisten. Real Madrid sempat tampil meyakinkan pada awal November, tetapi performa itu kini terasa jauh tertinggal.
Kemenangan 4-0 atas Valencia di Santiago Bernabeu sempat dianggap sebagai momentum kebangkitan, terlebih setelah kemenangan di El Clasico. Namun, setelah jeda internasional, level permainan mereka kembali merosot. Bahkan kemenangan di Liga Champions melawan Olympiacos tidak memberikan gambaran akurat mengenai kekuatan mereka saat ini. Real Madrid sedang berada dalam fase yang membuat tim versi awal musim seolah hanya tinggal kenangan.
Kekalahan dari Liverpool di Anfield mungkin sempat dilihat sebagai bukti bahwa Real Madrid masih bermasalah ketika menghadapi laga-laga besar. Akan tetapi perkembangan berikutnya menunjukkan bahwa persoalan mereka jauh lebih luas. Ini bukan lagi masalah laga besar semata, melainkan problem struktural yang menyeret performa mereka secara keseluruhan.
Masalah Real Madrid Lebih Besar dari Sekadar Laga Besar

Real Madrid sempat menampilkan kilasan permainan terbaiknya ketika menang atas Olympiacos di Yunani. Dalam periode tertentu, mereka bermain lebih bebas dan cepat, sementara Kylian Mbappe mencetak empat gol yang membuat perjalanan pulang terasa nyaman. Akan tetapi, kemenangan itu menyisakan banyak catatan penting. Gejolak internal antara Vinicius Junior dan Xabi Alonso dikabarkan sedang renggang sehingga hasil positif tersebut hanya menjadi jeda singkat dari tekanan.
Selain itu, lawan yang mereka hadapi pun tidak menjadi indikator yang ideal. Olympiacos berada di posisi 33 dari 36 peserta fase grup Liga Champions, dengan hanya lima gol dari lima laga – tiga di antaranya justru dicetak ke gawang Madrid. Tingginya garis pertahanan Jose Luis Mendilibar juga membuat Madrid terlalu mudah memanfaatkan ruang dalam transisi. Dengan kata lain, kemenangan itu tidak menutupi rapuhnya lini belakang Madrid, terutama di tengah badai cedera dan penurunan performa pemain belakang.
Bahkan ketika Eder Militao dan Antonio Rudiger kembali saat menghadapi Girona, kondisi pertahanan Madrid tetap rapuh. Mereka selamat dari kekalahan hanya berkat performa luar biasa Thibaut Courtois. Pertandingan yang berkesudahan 1-1 tersebut sangat mungkin berakhir 3-1 untuk kemenangan Girona apabila bukan karena penyelamatan krusial sang kiper.
Data yang Menggambarkan Krisis Struktural Real Madrid

Sejak kemenangan atas Valencia, angka-angka yang tercatat menunjukkan betapa dalamnya masalah Real Madrid. Dalam lima laga, mereka telah kebobolan tujuh gol dari total 73 tembakan yang dilepas lawan, dengan 29 di antaranya tepat sasaran. Expected goals against (xGA) mereka mencapai 7,61 – angka yang menunjukkan kualitas peluang lawan tergolong tinggi. Sebagai perbandingan, butuh sepuluh pertandingan pada awal musim bagi Madrid untuk menerima 29 tembakan tepat sasaran, padahal rentang tersebut mencakup kekalahan berat di derby melawan Atletico Madrid.
Tren negatif ini tidak lagi bisa dianggap sebagai anomali. Ini adalah pola berulang yang memperlihatkan masalah struktural dalam organisasi pertahanan, stabilitas taktik, serta kepercayaan diri pemain. Bukan soal siapa lawannya atau siapa yang bermain; masalah ini muncul berulang terlepas dari kualitas tim yang mereka hadapi.
Real Madrid pernah terlihat solid dan dominan pada periode awal musim. Namun, dalam kondisi sekarang, mereka kehilangan bentuk permainan, konsistensi, dan identitas. Jika Xabi Alonso tidak segera menemukan solusi, musim yang semula tampak menjanjikan bisa berubah menjadi rangkaian masalah yang lebih rumit bagi Los Blancos.
Sumber: Managing Madrid
Klasemen
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
Barcelona Ragu Permanenkan Marcus Rashford: Dampak Raphinha dan Evaluasi Rp500-an Miliar
Barcelona yang Rentan di Babak Pertama: Titik Lemah yang Harus Segera Dihilangkan
Debut 'Ndredheg' Kiper Ketiga PSIM Yogyakarta di BRI Super League 2025/26
Scott McTominay Dinobatkan Pemain Terbaik Serie A 2025: Inilah Para Jawaranya
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tajam dan Jadi Pembeda, Kenapa Carlos Espi Terus Cadangan, Wahai Mourinho?
Liga Inggris 16 September 2026, 20:00
-
Nganggur di Real Madrid, MU Siap Selamatkan Karir Endrick
Liga Inggris 16 September 2026, 19:40
-
Lagi, Jose Mourinho Pasang Badan untuk Vinicius Junior
Liga Spanyol 16 September 2026, 19:20
-
Jose Mourinho Acungi Start Pertama Yan Diomande di Real Madrid
Liga Spanyol 16 September 2026, 17:56
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 16 September 2026, 12:47
LATEST UPDATE
-
Michael Carrick Buka Suara soal Masa Depan JJ Gabriel di Manchester United
Liga Inggris 17 September 2026, 15:49
-
Michael Carrick Tetap Tenang Usai Manchester United Tumbang dari Brighton
Liga Inggris 17 September 2026, 15:37
-
Debut Bagas Maulana/Apriyani Rahayu di Asian Games 2026: Adaptasi Jadi Tantangan Utama
Bulu Tangkis 17 September 2026, 15:15
-
Alwi Farhan Panaskan Mesin Jelang Asian Games 2026, Dapat Pelajaran dari Kento Momota
Bulu Tangkis 17 September 2026, 14:43
-
Hancur Lebur Wajah Manchester United di Old Trafford
Liga Inggris 17 September 2026, 14:24
-
Shin Tae-yong Bicara soal Persija Jadi Musafir di Bali: Fokus Macan Kemayoran Tak Goyah
Bola Indonesia 17 September 2026, 14:13
-
Energi Karim Adeyemi
Liga Spanyol 17 September 2026, 14:07
-
Igor Tolic Ungkap Makna Besar Kemenangan Persib atas FC Seoul: Lebih dari Sekadar 3 Poin
Bola Indonesia 17 September 2026, 13:16
-
Prediksi Brentford vs Chelsea 19 September 2026
Liga Inggris 17 September 2026, 13:15
-
Prediksi Bayern vs Union Berlin 19 September 2026
Bundesliga 17 September 2026, 12:16
-
Barcelona 7-2 Racing Santander: Transisi Cepat Jadi Senjata
Liga Spanyol 17 September 2026, 11:04
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33



