Real Madrid Minta Maaf ke Fans China Usai Dean Huijsen Repost Konten Rasialis
Editor Bolanet | 24 Februari 2026 12:51
Bola.net - Real Madrid resmi melayangkan permohonan maaf terbuka kepada basis penggemar mereka di China menyusul tindakan kontroversial bek muda Dean Huijsen.
Pemain berusia 20 tahun tersebut memicu kemarahan publik setelah membagikan unggahan bermuatan rasialis di media sosial pribadinya pada akhir pekan lalu.
Langkah cepat klub raksasa Spanyol ini diambil guna meredam gelombang protes dari komunitas Asia. Melalui platform media sosial terbesar di China, Weibo, manajemen Los Blancos merilis pernyataan penyesalan atas perilaku pemainnya yang dianggap melukai hati para pendukung.
Unggahan itu menampilkan gambar seorang pria China dengan keterangan yang menghina. "Bahkan orang China memanggilnya China," demikian bunyi salah satu caption.
Aktivitas Huijsen itu memicu kemarahan komunitas China dan Asia di dunia maya. Reputasi pemain muda yang sedang naik daun itu langsung jatuh dalam semalam.
Permintaan Maaf dari Klub
Pada Senin (23/2/2026), Real Madrid bergerak cepat meredam amarah. Lewat akun Weibo, platform media sosial terbesar di China, Los Blancos menerbitkan permintaan maaf resmi atas nama Huijsen.
"Saya dengan tulus meminta maaf kepada teman-teman China saya. Saya sebelumnya membagikan ulang konten yang secara tidak sengaja mengandung pesan ofensif," demikian bunyi pernyataan yang dipublikasikan Diario AS.
"Itu sama sekali tidak disengaja, dan saya menyesali segala kesusahan yang ditimbulkan," tulis mereka.
Namun, yang menjadi sorotan, permintaan maaf ini hanya muncul di akun Weibo Real Madrid. Klub belum mengeluarkan pernyataan serupa di kanal media sosial lainnya.
Huijsen sendiri hingga kini bungkam. Akun pribadinya tak menampilkan sepatah kata pun tentang kontroversi ini, seolah membiarkan klub yang menanggung beban.
Bukan Pertama Kali Citra Madrid Tercoreng di China
Ini adalah kali kedua dalam dua tahun terakhir nama Real Madrid tercemar di mata publik China. Pada 2024, klub terpaksa berurusan dengan kedutaan besar China setelah seorang oknum penggemar melakukan tindakan tak senonoh dengan meniru-nirukan penggemar China.
Saat itu, Real Madrid juga mengeluarkan permintaan maaf. Namun, kejadian berulang kali ini menunjukkan ada masalah serius dalam edukasi dan sensitivitas budaya di internal klub.
Waktu kejadian ini tak bisa lebih buruk. Real Madrid tengah gencar menunjukkan sikap anti-rasisme di panggung internasional, terutama setelah protokol anti-rasisme diaktifkan saat laga melawan Benfica.
Saat itu, Vinicius Junior menjadi korban dugaan pelecehan rasis. UEFA langsung mengambil tindakan dengan menskors Gianluca Prestianni, pemain yang dituduh melakukan pelecehan, untuk leg kedua babak 16 besar Liga Champions.
Prestianni membela diri dan mengaku tidak bersalah. Jika terbukti bersalah, ia akan menghadapi larangan bermain minimal 10 pertandingan. Investigasi UEFA masih berlangsung.
Di satu sisi, Madrid vokal menuntut keadilan untuk pemainnya. Di sisi lain, mereka harus membersihkan nama karena pemain sendiri melakukan hal serupa. Ironi yang sulit dibantah.
Publik kini menanti: akankah Huijsen angkat bicara? Dan akankah Real Madrid konsisten dengan prinsip anti-rasisme yang mereka gaungkan, dengan memberikan sanksi internal yang setimpal?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Real Madrid Terancam Sanksi Usai Derbi Madrid, Telat 5 Menit dari Jadwal Masuk Lapangan
Liga Spanyol 21 September 2026, 20:22
-
Catatan Wasit Ortiz Arias Tentang 2 Kartu Merah di Derbi Madrid: Keributan Pecah di Lorong
Liga Spanyol 21 September 2026, 17:13
-
Michael Carrick Bantah MU Bermasalah dengan Kondisi Fisik
Liga Inggris 21 September 2026, 16:31
LATEST UPDATE
-
Man Utd Pertimbangkan Serhou Guirassy di Tengah Cedera Sesko
Liga Inggris 22 September 2026, 07:20
-
Marc Bernal, Situasi Kontraknya di Barcelona Bisa Bikin Chelsea Gigit Jari
Liga Inggris 22 September 2026, 07:11
-
Hanya Cedera yang Bisa Mengganggu Perjalanan Barcelona
Liga Spanyol 22 September 2026, 07:05
-
Keuntungan Tersembunyi untuk Barcelona dari Jeda Internasional
Liga Spanyol 22 September 2026, 06:59
-
Ballon d'Or 2026, Raphinha Tegaskan Dukungan untuk Lamine Yamal
Liga Spanyol 22 September 2026, 06:22
-
Real Madrid Tak Membutuhkan Jose Mourinho yang Lunak
Liga Spanyol 22 September 2026, 06:16
-
Vinicius Junior Menurun, Keputusan Xabi Alonso Dulu Kini Terlihat Masuk Akal
Liga Spanyol 22 September 2026, 06:11
-
Jose Mourinho Tak Boleh Ulangi Kesalahan dengan Bernardo Silva
Liga Spanyol 22 September 2026, 06:07
-
Dean Huijsen, Kartu Merah, dan Pola Pelanggaran yang Terus Terulang
Liga Spanyol 22 September 2026, 06:02
-
Pesan Keras untuk Real Madrid
Liga Spanyol 22 September 2026, 05:37
-
Bernardo Silva Mulai Tersisih di Real Madrid, Hanya Main 8 Menit dalam 2 Laga
Liga Spanyol 22 September 2026, 00:06
-
Cole Palmer, Declan Rice, dan Marcus Rashford Absen Bela Timnas Inggris
Piala Eropa 21 September 2026, 23:31
-
Pelatih Malaysia Sebut Indonesia Favorit di Grup A FIFA ASEAN Cup 2026
Tim Nasional 21 September 2026, 23:08
-
7 Perubahan Besar yang Dilakukan Hansi Flick di Barcelona
Liga Spanyol 21 September 2026, 22:56
-
Italia Kehilangan Federico Dimarco, Roberto Mancini Panggil Bek Aston Villa
Piala Eropa 21 September 2026, 22:21
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33

