Real Madrid Sudah Lebih Banyak Kalah di Era Alvaro Arbeloa dibanding Xabi Alonso

Aga Deta | 9 April 2026 20:32
Real Madrid Sudah Lebih Banyak Kalah di Era Alvaro Arbeloa dibanding Xabi Alonso
Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa. (c) AP Photo/Jose Breton

Bola.net - Real Madrid kini menghadapi sorotan tajam terkait performa tim di bawah arahan Alvaro Arbeloa. Perbandingan dengan era Xabi Alonso pun kian menguat seiring hasil yang belum stabil.

Meski kalah 1-2 dari Bayern Munchen di leg pertama perempat final Liga Champions, peluang lolos masih terbuka. Selisih satu gol dinilai belum menentukan dan memberi harapan untuk bangkit.

Advertisement

Namun, di balik optimisme tersebut, muncul kekhawatiran terkait stabilitas tim. Hasil yang diraih sejauh ini menunjukkan inkonsistensi dalam performa.

Hal ini membuat banyak pihak mempertanyakan arah proyek yang dijalankan saat ini. Apakah perubahan dari Alonso ke Arbeloa merupakan langkah yang tepat masih menjadi perdebatan.

1 dari 4 halaman

Perbandingan Statistik Arbeloa dan Alonso

Perbandingan Statistik Arbeloa dan Alonso

Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso saat final Piala Super Spanyol melawan Barcelona, 12 Januari 2026. (c) AP Photo/Altaf Qadri

Data menunjukkan perbedaan mencolok antara era Arbeloa dan Alonso. Di bawah Alonso, Real Madrid hanya menelan lima kekalahan dalam 28 pertandingan.

Sebaliknya, Arbeloa sudah mencatat enam kekalahan dalam 19 laga. Jumlah tersebut melampaui catatan Alonso dalam waktu yang lebih singkat.

Persentase kemenangan juga menunjukkan perbedaan tipis. Alonso mencatat 73,7 persen, sementara Arbeloa berada di angka 72,2 persen.

2 dari 4 halaman

Faktor di Balik Perbedaan Performa

Faktor di Balik Perbedaan Performa

Starting XI Real Madrid saat melawan Bayern Munchen di leg pertama perempat final Liga Champions. (c) dok.RMFC

Meski statistik terlihat kurang menguntungkan, situasi yang dihadapi Arbeloa berbeda. Ia mengambil alih tim di tengah musim dengan kondisi internal yang tidak stabil.

Era Alonso disebut berakhir karena adanya ketegangan di ruang ganti. Hal ini membuat proyek yang sedang berjalan harus dihentikan lebih cepat.

Arbeloa pun harus menangani berbagai aspek sekaligus. Tidak hanya taktik di lapangan, tetapi juga menjaga keseimbangan di dalam tim.

3 dari 4 halaman

Liga Champions Jadi Penentu

Liga Champions Jadi Penentu

Bek Real Madrid Antonio Rudiger merayakan golnya ke gawang Elche bersama Federico Valverde. (c) AP Photo/Manu Fernandez

Liga Champions menjadi kesempatan besar bagi Arbeloa untuk membalikkan situasi. Hasil positif di leg kedua melawan Bayern Munchen bisa mengubah persepsi terhadap tim.

Kompetisi Eropa selalu memiliki bobot besar bagi Real Madrid. Keberhasilan di ajang ini sering menjadi tolok ukur utama kesuksesan.

Di sisi lain, situasi di La Liga tidak mudah. Tertinggal tujuh poin dari Barcelona membuat peluang juara semakin berat dan bergantung pada hasil tim lain.

Sumber: Madrid Universal

4 dari 4 halaman

Klasemen Liga Champions 2025/2026