Review: Barcelona Menang Tipis di Derby Catalonia
Editor Bolanet | 2 November 2013 04:53
- Barcelona FC berhasil mencatatkan kemenangan dengan skor 1-0, saat menjamu pada jornada 12 La Liga di Nou Camp, (2/11).
Gol tunggal Alexis Sanchez di babak kedua mengunci tiga poin bagi skuat Gerardo Martino. Namun untuk mendapatkan gol tersebut, Blaugrana dipaksa bekerja keras sepanjang laga berkat rapatnya lini belakang Espanyol.
Sejak laga derby Catalan dimulai, kedua tim sama-sama langsung memperagakan permainan cepat dan saling melakukan serangan secara bergantian. Tim tamu mengawali ancaman melalui Thievy Bifoum dan Gabriel Torje di lima menit awal laga.
Satu menit kemudian Barca membalas melalui sepakan Alexis dari sisi kanan, hasil dari umpan Andres Iniesta. Menyusul peluang beruntun pada menit 16 yang dilakukan Lionel Messi dan Martin Montoya.
Pada menit ke-28 Alexis kembali berpeluang membuka skor, setelah mendapat umpan sundulan Dani Alves, sebelum sepakannya melenceng ke sisi kanan. Tiga menit berselang, Torje membalas melalui sepakan jarak jauh yang masih mampu dihadang lini belakang Barca.
Di sela permainan cepat kedua tim, Messi mendapat peluang mencetak gol dari tendangan bebas pada menit ke-35. Tetapi peluang tersebut sia-sia, karena tendangan La Pulga melambung di atas mistar Kiko Casilla.
Satu menit kemudian tuan rumah nyaris kebobolan, setelah Victor Sanchez mampu mengejar umpan terobosan Thievy hingga masuk kotak penalti. Beruntung Victor Valdes dengan sigap menghalau bola meluncur ke dalam gawangnya.
yang beberapa kali melakukan tusukan dari sisi kiri kerap mendapat peluang tembak. Namun pengawalan ketat lini belakang Espanyol membuat upayanya selalu berhasil diblok. Pun begitu juga dengan tendangan Iniesta, yang masih mampu kembali dimentahkan Casilla.
Peluang terbaik bagi Barca terjadi di penghujung babak pertama. Melalui situasi sepak pojok, Alves menyambut bola muntah dengan tendangan keras terarah, tetapi hanya menerpa tiang gawang sebelah kiri.
Hingga babak pertama usai, kedua tim masih belum mampu mencetak gol. Meski belum terjadi gol, namun dominasi yang ditunjukkan tuan rumah terlihat dari statistik penguasaan bola, yakni 81 persen berbanding 19 persen.
Pada awal babak kedua, Barcelona memulai inisiatif serangan ke jantung pertahanan Espanyol. Messi sempat memaksa Casilla bekerja keras untuk menghalau sundulannya, sebelum tendangan keras Xavi Hernandez melebar di sisi kiri gawang.
Neymar nyaris saja mencetak gol indah, ketika pada menit ke-61 ia melepas tembakan melengkung dari sudut kiri kotak penalti Espanyol, usai mengecoh dua defender. Sayang upayanya kembali masih melebar tipis di sisi kanan.
Dan gol yang ditunggu publik Catalan pun akhirnya datang pada menit ke-68, lewat sontekan pelan Alexis. Mendapat umpan mendatar yang dengan luar biasa dikirim Neymar, usai menusuk sisi kanan pertahanan, winger asal Chili itu sama sekali tak kesulitan mencocor bola ke gawang kosong.
Keadaan tertinggal memaksa Espanyol bermain lebih agresif dan mulai kembali menyerang. Namun solidnya duet Gerard Pique dan Javier Mascherano tampak terlalu sulit untuk ditembus.
Di menit ke-76, sebuah counter-attack Barcelona yang dilancarkan Alexis membuat Neymar tak terkawal, dan mampu mengejar through pass. Namun ia terjatuh ketika berduel dengan Casilla, dan tidak menghasilkan pelanggaran.
Laga menyisakan 10 menit waktu normal, dan Messi kembali mendapat peluang dari tendangan bebas sedikit di luar kotak penalti Espanyol. Tetapi kembali eksekusinya melebar di sisi kiri gawang Casilla.
Menjelang pertandingan berakhir, Espanyol kembali memegang kendali permainan. Namun kondisi tersebut tidak mampu dimaksimalkan para pemain untuk menyamakan kedudukan, dan hingga laga usai skor 1-0 untuk tuan rumah tidak berubah.
Dengan hasil ini, tambahan tiga poin membuat Barca masih kokoh di puncak klasemen dengan torehan 34 poin dari 12 pertandingan. Sementara Espanyol masih duduk di posisi delapan dengan 15 poin.
Starting line up kedua tim:
Gol tunggal Alexis Sanchez di babak kedua mengunci tiga poin bagi skuat Gerardo Martino. Namun untuk mendapatkan gol tersebut, Blaugrana dipaksa bekerja keras sepanjang laga berkat rapatnya lini belakang Espanyol.
Sejak laga derby Catalan dimulai, kedua tim sama-sama langsung memperagakan permainan cepat dan saling melakukan serangan secara bergantian. Tim tamu mengawali ancaman melalui Thievy Bifoum dan Gabriel Torje di lima menit awal laga.
Satu menit kemudian Barca membalas melalui sepakan Alexis dari sisi kanan, hasil dari umpan Andres Iniesta. Menyusul peluang beruntun pada menit 16 yang dilakukan Lionel Messi dan Martin Montoya.
Pada menit ke-28 Alexis kembali berpeluang membuka skor, setelah mendapat umpan sundulan Dani Alves, sebelum sepakannya melenceng ke sisi kanan. Tiga menit berselang, Torje membalas melalui sepakan jarak jauh yang masih mampu dihadang lini belakang Barca.
Di sela permainan cepat kedua tim, Messi mendapat peluang mencetak gol dari tendangan bebas pada menit ke-35. Tetapi peluang tersebut sia-sia, karena tendangan La Pulga melambung di atas mistar Kiko Casilla.
Satu menit kemudian tuan rumah nyaris kebobolan, setelah Victor Sanchez mampu mengejar umpan terobosan Thievy hingga masuk kotak penalti. Beruntung Victor Valdes dengan sigap menghalau bola meluncur ke dalam gawangnya.
yang beberapa kali melakukan tusukan dari sisi kiri kerap mendapat peluang tembak. Namun pengawalan ketat lini belakang Espanyol membuat upayanya selalu berhasil diblok. Pun begitu juga dengan tendangan Iniesta, yang masih mampu kembali dimentahkan Casilla.
Peluang terbaik bagi Barca terjadi di penghujung babak pertama. Melalui situasi sepak pojok, Alves menyambut bola muntah dengan tendangan keras terarah, tetapi hanya menerpa tiang gawang sebelah kiri.
Hingga babak pertama usai, kedua tim masih belum mampu mencetak gol. Meski belum terjadi gol, namun dominasi yang ditunjukkan tuan rumah terlihat dari statistik penguasaan bola, yakni 81 persen berbanding 19 persen.
Pada awal babak kedua, Barcelona memulai inisiatif serangan ke jantung pertahanan Espanyol. Messi sempat memaksa Casilla bekerja keras untuk menghalau sundulannya, sebelum tendangan keras Xavi Hernandez melebar di sisi kiri gawang.
Neymar nyaris saja mencetak gol indah, ketika pada menit ke-61 ia melepas tembakan melengkung dari sudut kiri kotak penalti Espanyol, usai mengecoh dua defender. Sayang upayanya kembali masih melebar tipis di sisi kanan.
Dan gol yang ditunggu publik Catalan pun akhirnya datang pada menit ke-68, lewat sontekan pelan Alexis. Mendapat umpan mendatar yang dengan luar biasa dikirim Neymar, usai menusuk sisi kanan pertahanan, winger asal Chili itu sama sekali tak kesulitan mencocor bola ke gawang kosong.
Keadaan tertinggal memaksa Espanyol bermain lebih agresif dan mulai kembali menyerang. Namun solidnya duet Gerard Pique dan Javier Mascherano tampak terlalu sulit untuk ditembus.
Di menit ke-76, sebuah counter-attack Barcelona yang dilancarkan Alexis membuat Neymar tak terkawal, dan mampu mengejar through pass. Namun ia terjatuh ketika berduel dengan Casilla, dan tidak menghasilkan pelanggaran.
Laga menyisakan 10 menit waktu normal, dan Messi kembali mendapat peluang dari tendangan bebas sedikit di luar kotak penalti Espanyol. Tetapi kembali eksekusinya melebar di sisi kiri gawang Casilla.
Menjelang pertandingan berakhir, Espanyol kembali memegang kendali permainan. Namun kondisi tersebut tidak mampu dimaksimalkan para pemain untuk menyamakan kedudukan, dan hingga laga usai skor 1-0 untuk tuan rumah tidak berubah.
Dengan hasil ini, tambahan tiga poin membuat Barca masih kokoh di puncak klasemen dengan torehan 34 poin dari 12 pertandingan. Sementara Espanyol masih duduk di posisi delapan dengan 15 poin.
Starting line up kedua tim:
Barcelona FC (4-3-3): Valdes; Alves, Pique, Mascherano (Bartra 89'), Montoya; Busquets, Xavi, Iniesta (Fabregas 86'); Alexis (Pedro 83'), Messi, Neymar.
Espanyol (4-2-3-1): Casilla; Raul, Sidnei, H. Moreno, Fuentes; D. Lopez, Victor Sanchez; Thievy (Cordoba 63'), Abraham (Lanzarote 83'), Torje; S. Garcia.
Statistik Barcelona FC - Espanyol:
Shots: 19-8
Shots on goal: 5-2
Penguasaan bola: 74%-26%
Pelanggaran: 7-19
Corner: 9-2
Offside: 5-1
Kartu kuning: 1-3
Kartu merah: 0-0 (bola/atg)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Rating Pemain Real Madrid saat Tersungkur di Markas Real Betis: Sebuah Kontradiksi
Liga Spanyol 5 September 2026, 08:30
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 5 September 2026, 08:07
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 5 September 2026, 07:07
-
Man of the Match Betis vs Madrid: Alvaro Valles
Liga Spanyol 5 September 2026, 06:58
-
Hasil Betis vs Madrid: Los Blancos Takluk!
Liga Spanyol 5 September 2026, 06:27
LATEST UPDATE
-
Rapor Pemain Manchester City vs Coventry City: Cherki Bersinar, Haaland Tetap Berbahaya
Liga Inggris 5 September 2026, 23:25
-
Man of the Match Man City vs Coventry City: Erling Haaland
Liga Inggris 5 September 2026, 23:16
-
Hasil Man City vs Coventry City: Haaland Jadi Penentu, The Citizens Sapu Bersih 3 Laga
Liga Inggris 5 September 2026, 22:54
-
Dikabarkan Cedera, Hansi Flick Ungkap Kondisi Terbaru Lamine Yamal
Liga Spanyol 5 September 2026, 20:30
-
Link Live Streaming Inter vs Napoli di Serie A 2026/2027
Liga Italia 5 September 2026, 20:00
-
Luka Modric Lanjut Bela Kroasia di Usia 41 Tahun
Piala Dunia 5 September 2026, 19:30
-
Link Live Streaming Man City vs Coventry City di Premier League 2026/2027
Liga Inggris 5 September 2026, 19:00
-
Tinggalkan Al Hilal, Karim Benzema Tak Akan Gabung Barcelona
Liga Spanyol 5 September 2026, 18:10
-
Link Live Streaming Borneo FC vs Persija Jakarta di BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 5 September 2026, 17:00
-
Prediksi BRI Super League: Persib vs PSM Makassar 6 September 2026
Bola Indonesia 5 September 2026, 16:00
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51





