Rodrygo Bangkit di Real Madrid: Dari Terpinggirkan Jadi Andalan Xabi Alonso
Richard Andreas | 8 Januari 2026 17:59
Bola.net - Musim panas lalu, masa depan Rodrygo di Real Madrid terlihat hampir berakhir. Penyerang Brasil itu tersisih dari rencana tim dan lebih sering menghabiskan waktu di bangku cadangan ketimbang di lapangan.
Minat dari sejumlah klub besar Eropa muncul, namun Madrid tetap menjadi tempat yang terasa semakin sempit baginya. Di tengah ketidakpastian itu, Rodrygo memilih bertahan.
Keputusan tersebut kini berbuah manis. Setelah melewati periode sulit, Rodrygo perlahan menemukan kembali perannya dan mulai membalas kepercayaan Xabi Alonso dengan kontribusi nyata di atas lapangan.
Dari Harapan Besar Menuju Bangku Cadangan

Sejak bergabung dengan Real Madrid dari Santos pada 2019, Rodrygo selalu berada di persimpangan antara potensi besar dan peran yang tidak menentu. Ia mencetak gol-gol penting di Liga Champions dan ikut merasakan gelar La Liga, namun konsistensi peran tak pernah benar-benar ia dapatkan.
Bahkan pada musim 2023/2024, yang menjadi salah satu periode tersibuknya, Rodrygo hanya menjadi starter dalam 28 laga liga dan jarang menyelesaikan pertandingan penuh. Kontribusi 15 gol dan assist di La Liga tak cukup mengamankan posisinya.
Situasi memuncak pada fase akhir musim lalu. Usai jeda internasional Maret, Rodrygo hanya dua kali menjadi starter dari 10 laga terakhir liga. Ia bahkan tidak dimainkan sama sekali sepanjang Mei, termasuk saat laga penentuan gelar melawan Barcelona.
Kala itu, Carlo Ancelotti menyebut absennya Rodrygo sebagai keputusan teknis. Pelatih Italia itu menegaskan sang pemain tetap penting, namun fakta di lapangan berkata lain. Tidak lama berselang, Ancelotti digantikan oleh Xabi Alonso, dan nasib Rodrygo belum juga berubah.
Kebuntuan Posisi di Era Xabi Alonso

Masalah utama Rodrygo bukan pada kualitas, melainkan posisi. Bahkan Jude Bellingham sempat menyebutnya sebagai pemain paling berbakat secara teknis di skuad Madrid. Namun bakat itu sulit ditempatkan dalam sistem yang kaku.
Rodrygo sendiri pernah mengakui bahwa ia lebih nyaman bermain sebagai penyerang kedua atau gelandang serang, bukan winger murni. Di era Ancelotti, ia kerap dipasang melebar dan hanya sesekali dimainkan di tengah sebagai pengganti Karim Benzema.
Di bawah Alonso, tuntutan peran justru lebih spesifik. Pemain sayap kanan harus menjaga lebar atau menusuk ke dalam dengan pola jelas. Rodrygo yang gemar bergerak di half-space kanan dan masuk ke tengah dianggap tidak cocok.
Akibatnya, pada awal musim, Rodrygo lebih sering duduk di bangku cadangan. Alonso memilih opsi lain seperti Brahim Diaz atau Franco Mastantuono, sementara Kylian Mbappe diberi kebebasan penuh di lini depan.
Titik Balik di Bulan Desember
Perubahan datang pada Desember, diawali oleh absennya Mbappe akibat cedera jelang laga Liga Champions melawan Manchester City. Alonso memasang Rodrygo di sisi kanan dalam skema 4-4-2.
Madrid memang kalah 1-2, tetapi Rodrygo mencetak gol dan tampil sebagai pemain terbaik tim. Momen pelukannya dengan Alonso setelah mencetak gol menjadi simbol kepercayaan yang mulai tumbuh.
“Setelah gol itu, saya memeluk Xabi untuk menunjukkan persatuan tim. Saya tahu momen itu penting,” kata Rodrygo seusai laga.
Empat hari kemudian, ia kembali mencetak gol penentu kemenangan atas Alaves. Meski sempat kembali ke bangku cadangan di Copa del Rey, Rodrygo dipercaya tampil sejak awal melawan Sevilla dan berkontribusi langsung pada dua gol kemenangan.
Kontribusi Nyata dan Kepercayaan Baru
Puncaknya terjadi saat Madrid menghajar Real Betis 5-1. Rodrygo menyumbang dua assist dalam laga yang disebut sebagai performa terbaik tim di era Alonso.
Jika dirangkum, Rodrygo mencatat dua gol, tiga assist, dan memenangkan satu penalti dalam empat laga starter terakhirnya. Angka itu kontras dengan periode panjang ketika ia nyaris tak mendapat menit bermain.
Menariknya, kebangkitan ini datang saat Rodrygo belum berada di performa puncak. Kritik lama tentang inkonsistensi masih relevan, mengingat ia kerap tampil sebagai pemain momen, bukan pengendali permainan.
Namun secara taktis, perannya kini lebih jelas. Dari yang sebelumnya sering menggantikan Vinicius Junior di sisi kiri, Rodrygo kembali menemukan ruang di kanan, dengan dampak lebih besar dalam permainan terbuka maupun bola mati.
Jangan sampai ketinggalan infonya
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Frenkie de Jong Ungkap Penyebab Barcelona Kesulitan Hadapi Real Madrid di El Clasico
Liga Spanyol 26 Oktober 2026, 22:29
-
Kabar Buruk bagi Barcelona: Xavi Espart Menepi Tujuh Pekan usai Cedera di El Clasico
Liga Spanyol 26 Oktober 2026, 20:45
-
Dalih Barcelona Kalah dari Real Madrid: Jadwal Terlalu Padat!
Liga Spanyol 26 Oktober 2026, 20:35
-
Andriy Lunin Cetak Sejarah di El Clasico usai Real Madrid Kalahkan Barcelona
Liga Spanyol 26 Oktober 2026, 20:05
LATEST UPDATE
-
Sisi Versatile Rizky Ridho yang Dioptimalkan Shin Tae-yong
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 18:30
-
Hasil BRI Super League: Kartu Merah Warnai Kemenangan Borneo FC atas PSS
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 17:30
-
BRI Kepanjen Salurkan KUR Rp496 Miliar kepada 10 Ribu Nasabah, Dorong UMKM Naik Kelas
News 27 Oktober 2026, 17:27
-
Ini Satu Hal yang Buat Lamine Yamal Kalah dari Harry Kane dalam Ballon d'Or 2026
Liga Champions 27 Oktober 2026, 15:49
-
Barcelona Lewatkan Kesempatan Rekrut Bomber Tajam Club Brugge, Kini Menyesal?
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 15:42
-
Christian Pulisic Sepakat Perpanjang Kontrak di AC Milan hingga 2031
Liga Italia 27 Oktober 2026, 15:02
-
Pedas! Gary Neville Tuding Bruno Fernandes Sebagai 'Pengkhianat'
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 14:55
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18







