Soal Gaya Mainnya, Xavi: Ini Demi Mempertahankan Hidup
Dimas Ardi Prasetya | 24 Desember 2017 22:52
Bola.net - - Legenda Barcelona Xavi mengatakan bahwa gaya mainnya terlahir dari sebuah proses adaptasi karena ia tak punya kekuatan atau kecepatan.
Xavi dikenal sebagai salah satu playmaker terhebat dalam sejarah Barca. Begitu pula dengan timnas Spanyol.
Ia bisa mengatur tempo dengan baik. Ia punya visi permainan yang luar biasa dan yang lebih hebat lagi, ia bisa memberikan umpan-umpan yang sangat terukur.
Hebatnya lagi, meski tak punya kecepatan atau kekuatan, lawan sangat kesulitan untuk bisa merebut bola dari kakinya. Bahkan ketika ia dikerubungi lebih dari satu pemain.
Gaya saya bermain? Ini murni demi kelangsungan hidup. Saya mencoba mengendalikan ruang dan waktu. Saya tidak punya skill menawan atau kuat, jadi saya akan kalah setiap kali menghadapi lawan, serunya pada La Vanguardia.
Membalikkan tubuh saya, saya mendapatkan waktu pada bola, mengangkat kepala saya dan melihat rekan tim mana yang bisa saya beri umpan, ujar Xavi.
Saya seorang pengumpan. Saya mengkompensasikan kelambatan saya dengan mencoba menjadi yang tercepat secara mental. Saya mulai melakukannya saat masih kecil dan berhutang pada La Masia, tutupnya.
Di sepanjang karirnya bersama Barcelona, Xavi telah tampil sebanyak 745 kali di semua ajang kompetisi. Ia mencetak 84 gol dan 164 assist.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Gelandang Barcelona Ini Bakal Jadi Suksesor Casemiro di Manchester United?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 10:21
-
Mbappe Muak Lihat Rekannya di Madrid Dibully: Kritik Timnya, Jangan Orangnya!
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 10:10
-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di SCTV, 20-22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 08:25
-
Usai Cabut dari Real Madrid, Tujuan Xabi Alonso Berikutnya Terungkap
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 04:30
LATEST UPDATE
-
Prediksi Qarabag FK vs Eintracht Frankfurt 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:09
-
Real Madrid vs Monaco: Statistik Gol Mbappe Jadi Ancaman Nyata buat Mantan Klubnya
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:04
-
Villarreal vs Ajax: Jaminan Gol dalam Laga yang Berpotensi Berjalan Terbuka
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:55
-
Prediksi Galatasaray vs Atletico Madrid 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:49
-
Copenhagen vs Napoli: Panggung Istimewa bagi Rasmus Hojlund
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:17
-
Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 20:14
-
Madrid vs Monaco: Ujian Arbeloa, Reuni Mbappe, dan Angkernya Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:00
-
Sporting vs PSG: Tamu yang Sangat Berbahaya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:58
-
Inter vs Arsenal: Catatan Historis Nerazzurri Berada dalam Ancaman
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:47
-
Tottenham vs Dortmund: Catatan 23 Laga Kandang Eropa Tanpa Kalah Jadi Modal Spurs
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:36
-
Bodo/Glimt vs Man City: Panggung sang Predator Gol di Tanah Kelahirannya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:00
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06





