Toni Kroos: Kalian Sudah Tunggu Lama untuk Kritik Real Madrid
Asad Arifin | 26 Maret 2019 11:52
Bola.net - - Gelandang Real Madrid, Toni Kroos, merasa kritik yang dialami oleh timnya pada musim 2018/19 ini adalah momen yang sudah ditunggu oleh publik dan media di Spanyol. Sebab, Madrid telah bermain bagus dalam tiga musim ke belakang.
Madrid tidak menjalani musim 2018/19 dengan apik. Madrid tersingkir dari Copa del Rey dan Liga Champions. Madrid juga tidak mampu berbuat banyak di La Liga, dengan catatan dua kali dikalahkan oleh Barcelona.
Meskipun mampu meraih gelar Piala Dunia Antarklub di penghujung tahun 2018, perjalanan Madrid tidak lepas dari kritik. Bukan hanya kepada kenerja tim, performa para pemain secara individu juga menjadi sorotan.
Bagaimana Toni Kroos melihat situasi yang terjadi? Simak selengkapnya di bawah ini ya Bolaneters.
Momen yang Ditunggu
Sebelum gagal di musim 2018/19, Real Madrid mampu memenangkan gelar Liga Champions tiga musim beruntun. Madrid pun cukup jarang dihujani kririk lantaran prestasi apik tersebut. Tapi, situasi pada musim ini sungguh berbeda.
Menurut Kroos, publik dan media memang sudah menunggu momen keterpurukan Real Madrid. Sebab, mereka sudah cukup lama puasa memberikan kritik pada klub asal ibukota Spanyol.
"Kondisi seperti ini adalah hal yang wajar jika Anda sudah meraih sukses untuk periode yang lama seperti yang kami jalani," ucap Kroos dikutip dari Football Espana.
"Anda sekarang berbicara soal kritik untuk Madrid, jika Anda adalah bagian dari media atau orang yang menyampaikan pendapat dan Anda tidak menemukan hal negatif dalam tiga tahun, maka Anda sedang menunggu momen seperti ini untuk menyelesaikan masalah," tandas Kroos.
Bukan Pemain Anti Kritik
Nyaris semua pemain Real Madrid mendapat ktirik dan dinilai tampil buruk di musim 2018/19. Thibaut Courtois, Raphael Varane, Marcelo, Gareth Bale, Isco hingga Toni Kroos kerap jadi sasaran hujatan saat Madrid meraih hasil buruk.
Kroos sendiri mengatakan jika dirinya bukan pemain yang anti kritik. Pemain asal Jerman tersebut bisa menerima sebuah saran jika memang itu bisa membawa hal positif.
"Saya tidak anti kritik yang bernilai konstruktif jika Anda berbicara tentang sebuah momen tertentu. Tapi, kritik yang Anda berikan tidak punya isi apa pun."
"Gaya permainan saya tetap sama dan tidak berubah selama bertahun-tahun. Saya tidak pernah menjadi pemain yang terus berlari selama 90 menit dan saya tidak pernah menjadi pemain yang melakukan 28 tekel dalam satu laga," papar Kroos.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tidak Ada yang Peduli dengan Marcus Rashford di Barcelona
Liga Spanyol 7 Maret 2026, 12:38
-
Man of the Match Celta Vigo vs Real Madrid: Aurelien Tchouameni
Liga Spanyol 7 Maret 2026, 07:45
LATEST UPDATE
-
Akankah Mike Maignan Kembali Menjadi Penyelamat AC Milan?
Liga Italia 8 Maret 2026, 10:25
-
Man of the Match Newcastle vs Man City: Omar Marmoush
Liga Inggris 8 Maret 2026, 10:08
-
Derby Milan: Imbang Bukan Pilihan, Rossoneri Wajib Menang
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:53
-
5 Alasan AC Milan Layak Diunggulkan di Derby della Madonnina
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:27
-
Man of the Match Juventus vs Pisa: Kenan Yildiz
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:13
-
6 Bentrokan Tanpa Kekalahan, Modal AC Milan di Derby della Madonnina
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:00
-
Unggul FC Datang ke Kanjuruhan, Kirim Dukungan untuk Arema FC
Bola Indonesia 8 Maret 2026, 08:54
-
Jadwal Live Streaming Formula 1 Australia 2026 di Vidio, 6-8 Maret 2026
Otomotif 8 Maret 2026, 07:59
-
Inter Milan Coba Telikung MU untuk Transfer Eduardo Camavinga
Liga Italia 8 Maret 2026, 06:40
-
Mau Sandro Tonali, MU Siap-siap Kere Mendadak!
Liga Inggris 8 Maret 2026, 06:20












