Tujuh Catatan Gemilang Lionel Messi pada El Clasico
Asad Arifin | 23 Oktober 2020 12:10
Bola.net - Lionel Messi adalah salah satu pemain yang paling berpengalaman terlibat dalam laga sengit El Clasico, kontra Real Madrid. Sepanjang karir profesionalnya, ikon Barcelona ini sudah tampil dalam 43 edisi El Clasico pada semua ajang, termasuk 27 kali dalam ajang La Liga.
Dari 43 kali penampilannya di El Clasico, Messi mengemas 26 gol dan 14 assist. Ia pun mengoleksi 13 kartu kuning dari penampilannya tersebut.
Dengan catatannya tersebut, Messi sukses membawa timnya memenangi 19 kali laga El Clasico, termasuk 14 El Clasico pada gelaran La Liga. Selain itu, Barcelona mendapat 11 kali hasil seri dan 13 kekalahan dalam El Clasico selama La Pulga bermain.
Kegemilangan Messi tampaknya masih akan membuat pemain asal Argentina ini menjadi andalan Blaugrana pada El Clasico yang akan dihelat pada akhir pekan ini. Laga tersebut akan digelar di Stadion Camp Nou, Sabtu (24/10).
Messi sendiri masih memiliki unsur magis dalam permainannya untuk bisa diandalkan dalam membongkar pertahanan Real Madrid. Sejarah telah mencatat pemain yang kini berusia 33 tahun tersebut kerap menjadi pembeda pada laga El Clasico.
Berikut catatan tujuh momen gemilang Lionel Messi pada El Clasico.
Maret 2007

Messi masih berusia 19 tahun ketika pertama kali melakoni laga El Clasico. Namun, hal ini tak membuatnya menjadi anak bawang. Sebaliknya, dalam laga ini, alumnus La Masia tersebut menancapkan reputasinya di kancah sepak bola dunia.
Pada laga yang dihelat di Camp Nou, 10 Maret 2007 ini, Barcelona harus mengakhiri laga dengan 10 orang pemain setelah Oleguer Presas mendapat kartu merah. Madrid pun sempat tiga kali unggul sebelum selalu disamakan oleh Messi. Laga ini pun berakhir dengan skor 3-3.
Catatan ini menjadi hat-trick perdana Messi di level senior dan mengukuhkan namanya sebagai salah satu bintang muda sepak bola dunia.
Mei 2009
Pertandingan ini menjadi salah satu momen perubahan peran Lionel Messi. Biasanya, ia dipasang sebagai penyerang sayap, tapi pada laga ini ia diplot oleh Pep Guardiola sebagai penyerang tengah. Namun, Messi bukan penyerang tengah biasa. Ia diinstruksikan oleh Pep bermain sebagai false nine.
Taktik Pep ini berjalan dengan mulus. Pada laga yang digelar di Santiago Bernabeu, 2 Mei 2009, Messi sukses menarik barisan pertahanan Madrid keluar dari posisinya. Hal ini membuat pemain-pemain Barcelona lainnya leluasa merangsek ke pertahanan Los Merengues.
Pada pertandingan ini, Messi mencetak satu assist dan dua gol. Barcelona akhirnya mengemas kemenangan 6-2 pada pertandingan tersebut.
November 2010
Messi menunjukkan ia bukan sekadar pencetak gol andal. Ia pun membuktikan reputasinya sebagai sosok yang mampu mempengaruhi permainan kendati tak mencetak gol.
Pembuktian ini ditunjukkan Messi pada laga yang digelar di Camp Nou, 29 November 2010. Waktu itu, Messi menjadi target operasi pemain-pemain bertahan Real Madrid. Namun, Messi tak kehilangan akal. Ia masih bisa mendikte permainan Real Madrid dengan pergerakan-pergerakannya dan membuat kekacauan di lini pertahanan Madrid.
Pada laga ini, Messi mencetak dua assist bagi David Villa. Barcelona sendiri sukses menggelontor gawang Real Madrid lima gol tanpa balas.
April 2011
Laga leg pertama Semifinal Liga Champions 2010/2011 antara Barcelona dan Real Madrid menjadi momen sempurna pembuktian magis Messi. Pemain yang kerap dijuluki sebagai Messiah (juru selamat) ini membuktikan bahwa julukan tersebut tak berlebihan.
Pada laga yang dihelat di Santiago Bernabeu, 27 April 2011 ini, penggawa Barcelona frustasi atas kegagalan demi kegagalan mereka menembus pertahanan Real Madrid. Hal ini tak lepas dari strategi parkir bus yang diinstruksikan Jose Mourinho.
Namun, menit ke-76, Messi menunjukkan sihirnya. Menerima assist Ibrahim Afellay, ia membobol gawang Iker Casillas melalui sepakan kaki kirinya. Sembilan menit berselang, Messi kembali membobol gawang Real Madrid. Kali ini, melalui aksi individunya usai menerima umpan Sergio Busquets, ia sukses mengecoh Lassana Diarra, Raul Albiol dan Marcelo sebelum menggulirkan bola melewati Iker Casillas.
Agustus 2011
Usai mencetak 53 gol sepanjang musim 2010-2011, Messi terus menunjukkan kepiawaiannya di lapangan hijau. Pada musim 2011-2012, ia mengawali musim dengan tampil ciamik pada laga Supercopa.
Pada leg pertama, di Santiago Bernabeu, Messi mencetak satu gol juga satu assist dan membawa Barcelona memaksa Madrid bermain imbang 2-2.
Kemudian, pada leg kedua, yang dihelat di Camp Nou, Messi meningkatkan level permainannya. Ia mencetak dua gol dan satu assist. Barcelona sendiri menang dengan skor 3-2 pada laga ini.
Maret 2014
Laga El Clasico, yang dihelat di Santiago Bernabeu, pada pengujung musim 2013-14 kerap disebut sebagai laga terbaik kedua tim ini sepanjang sejarah.
Messi, seperti biasa, menjadi aktor utama kemenangan timnya pada laga ini. Ia mencetak hat-trick dan satu assist untuk membawa timnya meraih kemenangan dengan skor 4-3 dalam pertandingan yang digelar di Madrid, 23 Maret 2014 ini.
April 2017
Gelar juara La Liga seakan menjadi hadiah bagi pemenang El Clasico, yang digelar di Santiago Bernabeu, 23 April 2017. Barcelona dan Real Madrid terlibat dalam pertarungan sengit di klasemen La Liga.
Gelandang Real Madrid, sempat membuat pendukung tuan rumah bersorak setelah mencetak gol pada menit 28. Namun, lima menit berselang, Messi mampu memberi secercah asa bagi Barcelona setelah mencetak gol penyama kedudukan.
Barcelona bahkan sempat berbalik didera euforia setelah Ivan Rakitic mampu membawa mereka unggul. Namun, James Rodriguez mencetak gol dan menjaga asa Real Madrid.
Pertandingan tampaknya bakal berakhir imbang. Namun, pada menit 90, Messi kembali menjadi messiah bagi timnya. Menerima umpan Jordi Alba, ia melepas sepakan keras dari tepi kotak penalti. Gol. Gol ini sekaligus menjadi gol ke-500 Messi saat berkostum Barcelona.
Tak hanya bagi Messi, gol ini juga sangat berarti bagi Barcelona. Mereka menang 3-2 dan sukses merangsek ke puncak klasemen La Liga.
(Dendy Gandakusumah)
Baca Ini Juga:
- Melihat Duel Ansu Fati vs Vinicius Junior di El Clasico, Ini Pesan Bijak Luis Milla
- 2 Laga Final untuk Zinedine Zidane, Kalah Dipecat?
- El Clasico Datang Saat Real Madrid dalam Krisis, Bisakah Bangkit?
- Barcelona Diprediksi Akan Menguasai Duel El Clasico
- El Clasico, dari Dekade ke Dekade: 10 Momen Bersejarah dari Pertandingan Terbesar di Tingkat Klub
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Setelah 12 Tahun, Ter Stegen Diam-Diam Tinggalkan Barcelona
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 12:17
-
Inter Babak Belur di Kandang, Arsenal Terlalu Kejam di Depan Gawang
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:17
-
Lawan Arsenal, Inter Kebobolan Tiga Gol Terlalu Mudah
Liga Champions 21 Januari 2026, 11:36
-
Mikel Arteta Benarkan Wonderkid Arsenal Ini Segera Cabut dari Emirates Stadium
Liga Inggris 21 Januari 2026, 11:28
LATEST UPDATE
-
BRI Super League: Begini Kesiapan Persib Jelang Lawan PSBS Biak pada Pekan ke-18
Bola Indonesia 21 Januari 2026, 19:37
-
Bicara Hati ke Hati, Cara Intim Duo Yamaha Bangun Chemistry Jelang MotoGP 2026
Otomotif 21 Januari 2026, 18:54
-
Tempat Menonton Juventus vs Benfica 22 Januari 2026, Streaming UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 16:59
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06













