Ucapan Joan Laporta Terbukti: Kekacauan di Real Madrid dan Akhir Xabi Alonso
Aga Deta | 13 Januari 2026 15:44
Bola.net - Joan Laporta kembali membuktikan ketajamannya dalam membaca situasi di sepak bola Spanyol. Ucapan presiden Barcelona itu kini terbukti benar terkait pergolakan di Real Madrid.
Peristiwa yang terjadi setelah final Piala Super Spanyol 2026 di Madrid tampak bukan sebuah kehancuran mendadak. Semua seperti bab terakhir dari masalah yang telah berkembang diam-diam selama berbulan-bulan.
Pada Maret 2024, saat rumor transfer Kylian Mbappe menghebohkan, Laporta memberikan analisis yang banyak dianggap berlebihan. Ia memperingatkan bahwa kehadiran Mbappe bisa mengganggu keseimbangan di ruang ganti Madrid.
Kata-kata Laporta yang dulu dicemooh kini terbukti relevan. Ketegangan internal di Madrid terlihat jelas saat Xabi Alonso gagal menegakkan otoritasnya sebagai pelatih.
Peringatan Dini dari Laporta

Laporta menyatakan bahwa menandatangani bintang besar bisa merusak harmoni tim. Ia menyinggung bahwa Mbappe, meski membawa prestise, bisa menggeser keseimbangan di ruang ganti.
“Saya tidak iri dengan Real Madrid yang merekrut Mbappe. Dia akan mengacaukan ruang ganti mereka,” ucapnya.
Pernyataan itu sempat dianggap provokatif dan menimbulkan kritik dari beberapa pihak. Namun, kenyataannya sekarang, komentar itu lebih terlihat sebagai peringatan yang akurat.
Faktanya, konflik internal muncul saat Real Madrid kalah 2-3 dari Barcelona di final Piala Super Spanyol. Alonso mencoba meminta tim memberi Barcelona Guard of Honour, tetapi permintaannya ditolak oleh para pemain.
Kekacauan di Ruang Ganti Madrid

Mbappe, sebagai bintang utama, memerintahkan rekan-rekannya meninggalkan lapangan. Momen itu menunjukkan siapa yang benar-benar memegang kendali dalam skuad Los Blancos.
Bagi Alonso, hal ini menjadi titik balik. Ia merasa posisinya sudah melemah dan otoritasnya tidak lagi dihormati.
Keputusan akhirnya cepat diambil oleh manajemen Madrid. Xabi Alonso resmi diberhentikan dari kursi pelatih, menutup babak singkat kepemimpinannya.
Dampak Pemain Bintang pada Tim

Laporta sebelumnya menekankan bahwa bintang besar membawa perhatian global dan gol, tetapi juga bisa menimbulkan masalah internal. Madrid kini merasakan konsekuensi dari keputusan mereka mengandalkan kekuatan nama besar.
Kehadiran Mbappe terbukti mengubah dinamika ruang ganti dan melemahkan posisi Alonso. Hal ini menjadi pelajaran bagi klub-klub besar tentang manajemen bintang dalam tim.
Keputusan Real Madrid untuk memprioritaskan kekuatan pemain bintang ternyata berisiko bagi keharmonisan tim. Konsekuensi tersebut membuat proyek Alonso berakhir lebih cepat dari yang diperkirakan.
Sumber: Barca Universal
Klasemen La Liga
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ucapan Joan Laporta Terbukti: Kekacauan di Real Madrid dan Akhir Xabi Alonso
Liga Spanyol 13 Januari 2026, 15:44
-
Kesalahan 60 Juta Euro yang Mempercepat Akhir Proyek Xabi Alonso di Real Madrid
Liga Spanyol 13 Januari 2026, 15:31
-
Mendieta Nilai Taktik Xabi Alonso Tak Sesuai di Real Madrid
Liga Spanyol 13 Januari 2026, 15:20
LATEST UPDATE
-
Nonton Live Streaming Newcastle vs Man City: Kapan dan Main Jam Berapa?
Liga Inggris 13 Januari 2026, 19:01
-
Persaingan Ketat Lima Tim Teratas Liga Italia Serie A 2025-2026
Liga Italia 13 Januari 2026, 17:47
-
Madura United Fokus Benahi Tim jelang Putaran Kedua BRI Super League 2025/26
Bola Indonesia 13 Januari 2026, 17:26
-
Tambah 3 Rider Muda, Ini Daftar 9 Anak Didik Valentino Rossi di VR46 Riders Academy 2026
Otomotif 13 Januari 2026, 17:02
-
Cek Pembagian Pot Drawing Piala AFF 2026: Posisi Timnas Indonesia Sangat Mencekam!
Tim Nasional 13 Januari 2026, 16:59
-
Jadwal Lengkap Carabao Cup 2025/2026
Liga Inggris 13 Januari 2026, 16:11
-
Prediksi Susunan Pemain Manchester City Lawan Newcastle: Haaland Jadi Andalan
Liga Inggris 13 Januari 2026, 16:01
LATEST EDITORIAL
-
Pemain yang Diuntungkan dan Dirugikan dari Pemecatan Xabi Alonso di Real Madrid
Editorial 13 Januari 2026, 13:45
-
5 Klub Potensial untuk Xabi Alonso Setelah Pergi dari Real Madrid
Editorial 13 Januari 2026, 13:22
-
Warisan Terakhir Ruben Amorim: 4 Nama Target yang Masih Bisa Direkrut MU
Editorial 12 Januari 2026, 15:17
-
8 Mantan Anak Buah Ole Gunnar Solskjaer yang Masih Bertahan di Manchester United
Editorial 9 Januari 2026, 11:22








