Xavi Tolak Barcelona, Mengapa? Inilah Lima Alasan Utamanya
Yaumil Azis | 13 Januari 2020 10:45
Bola.net - Xavi pernah mengutarakan bahwa dirinya punya mimpi untuk melatih Barcelona suatu hari nanti. Namun begitu tawaran itu datang ke hadapannya, ia justru menolak. Mengapa begitu?
Sewaktu masih aktif sebagai pemain, Xavi menghabiskan sebagian besar waktunya membela Barcelona. Ia tampil sebanyak 767 kali di semua kompetisi, mencetak 85 gol, dan mempersembahkan total 25 gelar.
Barulah, di penghujung karirnya, ia memutuskan untuk pindah ke Al Sadd. Ia membela klub asal Qatar tersebut selama empat musim sampai kemudian memutuskan untuk gantung sepatu di tahun 2019.
Setelahnya, Xavi melanjutkan kebersamaannya dengan Al Sadd sebagai pelatih. Beberapa bulan setelahnya, tawaran dari Barcelona datang. Sebuah tawaran yang seharusnya tak bisa ditolak oleh pria 39 tahun tersebut.
Tapi kenyataannya, Xavi menolak. Lantas apa yang membuat dirinya enggan pindah ke Barcelona? Scroll ke bawah untuk mengetahui informasi selengkapnya.
Lima Alasan Xavi
1. Tahu Bahwa Jabatan itu Memang Miliknya
Salah satu alasan mengapa Xavi menolak adalah karena dirinya tahu bahwa jabatan pelatih itu akan jadi miliknya, cepat atau lambat. Dan ketimbang menjadi pelatih di tengah berjalannya musim, ia lebih memilih untuk menanti tawaran datang sebelum musim dimulai.
2. Menghormati Ernesto Valverde
Alasan berikutnya adalah karena Xavi ingin menghormati pelatih Barcelona saat ini, Ernesto Valverde. Toh, capaian mantan pelatih Athletic Bilbao tersebut tidak begitu buruk sejauh ini.
Xavi tahu bahwa dirinya akan mendapatkan jabatan pelatih Barcelona suatu hari nanti. Ia meyakini bahwa mendapatkan jabatan pelatih Barcelona dengan cara seperti ini tidaklah bijak.
3. Menghormati Al Sadd
Barcelona memang punya jasa besar terhadap Xavi sebagai seorang pemain. Namun untuk urusan kepelatihan, Al Sadd adalah klub yang memberinya kesempatan untuk merintis karir di dunia tersebut.
Kontraknya berakhir tahun 2021. Dan rencanaya, ia bakalan menghabiskan kontraknya lalu menjadi pelatih Timnas Qatar. Namun rencana itu sepertinya akan batal karena tawaran dari Barcelona akan datang lagi pada bulan Juni nanti.
4. Komitmen kepada Pemainnya
Tawaran melatih Barcelona jelas lebih menarik ketimbang apa yang ia miliki sekarang. Namun mengkhianati kepercayaan pemainnya adalah suatu hal yang tak ingin Xavi lakukan.
Baru-baru ini, Al Sadd berhasil mencapai final Piala Qatar dan akan berhadapan dengan klub terbaik di Qatar, Al Duhail. Dan dirinya diyakini ingin menuntaskan tugas itu terlebih dahulu sebelum kemudian pindah ke Barcelona.
5. Komitmen Moral kepada Victor Font
Sebelumnya sempat beredar kabar bahwa Xavi punya masalah serius dengan presiden Barcelona saat ini, Josep Maria Bartomeu. Namun pertemuannya dengan Oscar Grau dan Eric Abidal membuktikan bahwa itu hanya isu belaka.
Tetapi, ia diyakini masih memiliki komitmen dengan Victor Font yang merupakan kandidat presiden Barcelona, yang juga bersaing dengan Bartomeu. Pemilihan akan terjadi di tahun 2021, di mana Xavi bisa mengambil alih Barcelona.
(Marca)
Baca Juga:
- Xavi Katakan Tidak, Barcelona Alihkan Target ke Mauricio Pochettino
- Luis Suarez Absen Empat Bulan, Barcelona Ingin Boyong Carlos Vela
- Kabar Buruk Barcelona, Luis Suarez Bisa Menepi Sampai Empat Bulan
- Ada Liverpool dan Barcelona, Ini Barisan Klub Dengan Start Terbaik di 5 Liga Teratas Eropa
- Ini Deretan Masalah Barcelona yang Harus Diselesaikan Xavi
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Mantan Pemain Real Madrid Sebut Vinicius Bisa Bangkit dengan Cara Ini
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 16:01
-
Ruben Neves Tertarik Gabung Real Madrid, tapi Florentino Perez Menolak
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 15:39
-
Real Madrid Bisa Rekrut Dua Bek Tengah Sekaligus Musim Panas
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 15:33
-
Siulan Suporter di Bernabeu Cuma Bikin Real Madrid Lemah
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 11:03
LATEST UPDATE
-
Resmi! Vidio Tayangkan UFC di Indonesia
Olahraga Lain-Lain 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Spalletti Siap Adu Mekanik dengan Mourinho
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Misi Wajib Menang Bianconeri!
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:05
-
Menuju Piala Dunia 2026: Tiga Aturan Baru Disiapkan, VAR dan Timewasting Jadi Fokus
Piala Dunia 21 Januari 2026, 14:02
-
Transformasi Khephren Thuram: Dari Pemuda Naif Jadi 'Monster' Lini Tengah Juventus
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:58
-
Atalanta vs Bilbao: Ederson Minta La Dea Berikan 110 Persen!
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:42
-
Kontroversi Dalot vs Doku di Derby Manchester, Howard Webb Tegaskan VAR Sudah Tepat
Liga Inggris 21 Januari 2026, 13:30
-
Lupakan Mateta, Juventus Kini Selangkah Lagi Dapatkan Youssef En-Nesyri?
Liga Italia 21 Januari 2026, 13:29
-
Chelsea vs Pafos FC: Estevao Willian Mengejar Rekor Mbappe, Reuni David Luiz
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:21
-
Man City Terpuruk di Bodo/Glimt, Guardiola Akui Segala Hal Berjalan Melawan Timnya
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:48
-
Setelah 12 Tahun, Ter Stegen Diam-Diam Tinggalkan Barcelona
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 12:17
-
Inter Babak Belur di Kandang, Arsenal Terlalu Kejam di Depan Gawang
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:17
-
Panduan Membeli Tiket KLBB Festival 2026, Jangan Sampai Nyesel Nggak Nonton Raisa!
Lain Lain 21 Januari 2026, 11:58
-
Kode Keras Arne Slot: Mohamed Salah Siap Starter Lawan Marseille?!
Liga Champions 21 Januari 2026, 11:44
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06

