Zinedine Zidane Cabut dari Real Madrid karena Merasa tak Nyaman? Kenapa?
Yaumil Azis | 28 Mei 2021 06:05
Bola.net - Keputusan Zinedine Zidane meninggalkan kursi kepelatihan Real Madrid tidak disebabkan oleh pemikiran yang cepat. Ia rupanya sudah mempertimbangkan langkah ini sejak beberapa bulan yang lalu.
Zidane bisa dikatakan sebagai salah satu pelatih sukses di dunia saat ini. 11 gelar bersama Real Madrid, tiga di antaranya berasal dari ajang Liga Champions, sudah membuktikan betapa besarnya Los Merengues kala itu.
Tahun 2018 menjadi momen di mana Zidane memutuskan cabut dari Santiago Bernabeu. Namun, ia harus kembali karena Real Madrid porak-porandai diakibatkan strategi Unai Emery serta Santiago Solari tidak berhasil.
Alhasil, tidak cukup setahun, Zidane memutuskan kembali kursi kepelatian Real Madird lagi. Dan selelah satu setengah tahun,, pria berkebangsaan Prancis itu kembali memilih cabut dari Santiago Bernabeu.
Scrioll ke bawah unutk membaca informasi selengkapnya.
Zidane Merasa Tak Nyaman
Beda dengan tahun 2018 lalu, kali ini Zidane tak meninggalkan Real Madrid dengan kemilau trofi bergengsi. Los Merengues selalu berada di posisi 'nyaris' dalam perburuan gelar pada beberapa kompetisi yang berbeda.
Contohnya La Liga musim ini. Mereka keluar sebagai runner-up sementara gelar juara dipegang Atletico Madrid. Seandainya ada satu pertandingan lagi yang ia mampu dimenangkan, Real Madrid bakal menjadi juara musim ini.
Karena seringkali gagal meraih kemenangan di beberapa laga, banyak orang yang kemudian mengarahkan kritikanya kepada sang pelatih. Dan terhitung sejak Januari, dilaporkan Marca, Zidane mulai merasa tak nyaman dengan situasi Real Madrid.
Real Madrid Butuh Revolusi
Pada momen itu juga, Zidane sadar kalau Real Madrid butuh yang namanaya revolusi. Pergantian besar-besaran sepertinya benar-benar dibutuhkan dan itu tidak hanya berlaku di kursi kepelatihan saja.
Real Madrid membutuhkan pelatih yang tidak terikat penuh dengan para pemain, sesuatu yang tak bisa dilakukan Zidane terutama dengan sosok senior. Hubungan inilah yang menjadi alasan mengapa klub tak mampu menghasilkan talenta muda.
Ketidaknyamanan ini dialami Zidane sejak lama meskipun dirinya memiliki hubungan yang baik dengan manajemen klub. Ia bahkan diketahui telah mendapatkan dukungan dari mereka dan siap mempertahankannya meski gagal meraih gelar.
Zidane pun memillih keluar. Florentino Perez selaku presiden klub tidak memandang ini sebagai pengkhianatan kepada klub yang sangat peduli dengannya. Hubungan antara kedua sosok itu diketahui berjalan cukup baik.
(Marca)
Baca Juga:
Mauricio Pochettino jadi Target Utama Real Madrid untuk Gantikan Zinedine Zidane
Laris Manis! Manchester City dan Liverpool Ramaikan Perburuan Varane
Tribut Menyentuh Skuat Real Madrid untuk Zinedine Zidane
Naasnya Eden Hazard: Ingin Balik ke Chelsea, Tapi Chelsea Ogah Balikan
Zidane Resmi Cabut dari Madrid, Suara Fans: Makasih Legenda, Cepat Umumin Conte!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor! Ini Cara Seluruh 308 Gol Tercipta
Piala Dunia 22 Juli 2026, 16:47
-
Barcelona Tak Tutup Pintu untuk Kepergian Ronald Araujo
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 12:00
-
Kabar Baik untuk Real Madrid, Rodrygo Berpeluang Comeback Lebih Cepat
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 11:31
-
Emi Martinez Pertimbangkan Mundur dari Timnas Argentina
Piala Dunia 22 Juli 2026, 01:18
LATEST UPDATE
-
Alejandro Garnacho Resmi Dipinjamkan Chelsea ke Aston Villa
Liga Inggris 23 Juli 2026, 22:03
-
Italia Tunggu Jawaban Guardiola
Piala Eropa 23 Juli 2026, 20:49
-
Lamine Yamal Tetap di Sayap, Barcelona Tolak Ubah Peran Jadi False Nine
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:39
-
Karim Adeyemi Tegaskan Ambisi Besar Usai Gabung Barcelona
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:34
-
Kylian Mbappe Cetak Rekor Langka, Lampaui Pencapaian Messi dan Ronaldo
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:00
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34












