China Cemaskan Regenerasi Petenis

Editor Bolanet | 17 November 2010 18:45
China Cemaskan Regenerasi Petenis
Asian Games 2010
- Pelatih tim tenis China Jiang Hongwei di Guangzhou, Rabu, mengakui bahwa para petenis negaranya akan menghadapi krisis regenerasi sehingga bisa mengancam peluang meraih medali emas Olimpiade 2012 London.

Sehari setelah pemain bintang Li Na dan Peng Shuai dengan mudah memimpin beregu China meraih kemenangan di Asian Games, Jiang kemudian menyampaikan kekhawatirannya dengan masa depan tenis China jika dua pemain andalan tersebut mengundurkan diri.

"Salah satu tujuan Asian Games adalah untuk mendorong petenis muda mengambil tongkat estafet," kata Jiang seperti dikutip harian China Daily.

"Saya kira saya belum meraihnya. Asian Games ibarat ujian tengah semester sebelum menghadapi ujian sebenarnya di Olimpiade. Jika pemain muda belum mampu berprestasi di sini, maka jelas peluang kami di Olimpiade akan sangat kecil," katanya.

Li, petenis peringkat 11 dunia, tahun depan akan berusia 29 dan ia sebelumnya telah mengumumkan tidak akan tampil di nomor tunggal di Asian Games, sementara Zheng Jie (peringkat 26) akan berusia 28 pada 2011 mendatang.

Zheng, juara bertahan Asian Games di nomor tunggal putri, absen di Guangzhou akibat cedera.

Sementara Peng yang masih berusia 24 tahun, sering tampil tidak konsisten akhir-akhir ini dan peringkatnya melorot ke urutan 72 setelah sempat bercokol di peringkat 30.

Petenis muda harapan lainnya adalah Zhang Zhuai (21 tahun) yang saat ini berada di peringkat 91 dunia, serta Man Xinyun (20 tahun) yang menduduki peringkat 132.

Namun para pemain muda tersebut tidak ditampilkan di nomor beregu di Asian Games karena Li dan Peng masih belum terkalahkan di antara mereka.

"Para pemain muda ini sudah mentok pada tingkat tertentu dan saya tidak tahu apa yang salah," kata Jiang.

"Mereka sebenarnya sudah mendapatkan kondisi yang lebih baik, tapi mereka tidak bisa berprestasi lebih bagus di event internasional," katanya.

Oleh karena itu Jiang beranggapan bahwa adalah hal yang terlalu muluk untuk melihat petenis muda China sekarang bisa mengikuti jejak Li Na yang menembus semifinal Australia Terbuka dan sekaligus menembus peringkat sepuluh dunia dalam waktu dekat.

Petenis top China seperti Li dan Zheng harus melalui perjuangan yang sangat melelahkan untuk mencapai puncak, sementara pejabat organisasi tenis negara itu memotong hadiah yang mereka terima untuk mengganti biaya latihan.

Suami atau pacar mereka juga dilarang untuk mendampingi mereka bertanding di luar negeri.

"Para pemain muda tidak akan tahan menghadapi situasi yang dihadapi senior mereka, dan terus terang, saya mengkhawatirkan masa depan mereka," kata Jiang.

Zhang dan Han juga dikecam oleh Sun Jinfang, ketua federasi tenis China karena mereka dianggap tidak mempunyai motivasi yang kuat.

"Jika mereka tidak juga berkembang, kami akan mengalihkan perhatian kepada pemain muda," kata Jiang memperingatkan.  (ant/row)

TAG TERKAIT

BERITA TERKAIT