Djokovic Bangga Ditonton Maradona
Editor Bolanet | 23 November 2010 12:37
Maradona adalah penggemar berat tenis dan mengelu-elukan Djokovic dari tepi lapangan di O2 Arena London, Senin, ketika unggulan ketiga dari Serbia itu memenangi laga bergengsi melawan petenis dari Republik Ceko, Tomas Berdych, 6-3, 6-3.
Djokovic menyatakan ia yakin Maradona akan mendukungnya dalam turnamen selama seminggu itu, setelah keduanya pernah saling bertukar tanda mata jarak jauh, tiga tahun lalu.
Ia mengirim sebuah raket dan kaos kepada mantan pemain depan Barcelona dan Napoli itu sebagai tanda kekagumannya dan amat terkesan ketika Maradona membalasnya dengan memberikan kaos yang sudah ditandatanganinya.
Petenis nomor tiga dunia itu bahkan belum lahir ketika Maradona menorehkan reputasinya sebagai pemain terbaik pada generasinya, dan hingga kini sebagai pemain terbaik sepanjang masa, ketika membawa Argentina menjuarai Piala Dunia pada 1986.
Tetapi Djokovic sudah menjadi pendukung berat Maradona setelah menyaksikan pemain itu dengan secara brilian mencetak gol ketika melawan Inggris pada 1986 dan menciptakan gol "Tangan Tuhan" pada pertandingan yang sama.
"Ia tetap diingat dan dikenang sepanjang masa di dunia. Ketika ia menjadi pendukung saya, tentu merupakan kehormatan dan kesenangan luar biasa," kata Djokovic.
"Rasanya amat senang dapat bertemu dengannya. Ia mungkin pemain terhebat yang pernah ada dalam sepak bola. Ia merupakan icon terhebat dalam olahraga dunia," katanya.
"Salah seorang wartawan Argentina mengatakan kepada saya bahwa ia kerap menonton saya bertanding, jadi saya mengirim kaos dan raket kepadanya," katanya.
"Ia membalas pemberian saya dengan mengirim kaos yang sudah ditandatanganinya. Kaos itu saya letakkan di rumah di tempat yang amat spesial. Ini merupakan salah satu pertanda hubungan kami yang berlangsung terus sepanjang tahun. Tapi ini merupakan pertama kali kami bertemu langsung," katanya.
"Ia akan menonton saya selama berlangsung turnamen. Saya berharap ia menjadi faktor keberuntungan bagi saya," katanya.
Kendati Maradona berbicara bahasa Inggris amat sedikit, tetapi Djokovic dapat berbicara dengannya menggunakan bahasa Italia dan sudah mengatur pertemuan dengan tokoh berusia 50 tahun itu untuk berlatih bersama minggu ini.
"Kami berbicara tentang kemungkinan ia ikut latihan ringan demikian pula saya, kami latihan tenis dan sepak bola. Saya ingin ia memberikan beberapa cara bermain yang baik kepada saya," katanya.
"Ia sebenarnya melakukan latihan, apakah Anda tidak tahu? Kami bekerja secara spesifik, seperti bagaimana cara menerapkan permainan bola atas, bagaimana cara memanfaatkan kekuatan lengan dan yang lainnya," kata petenis itu.
Maradona amat menyukai tenis dalam beberapa tahun belakangan ini dan setelah meninggalkan tugasnya sebagai pelatih Argentina pada Piala Dunia yang lalu, ia memutuskan datang ke London untuk menyaksikan pertandingan final Tur ATP akhir musim ini.
Djokovic mengakui, ia agak grogi ketika melihat Maradona menempati tempat duduknya ketika pertandingan set pertama sedang berlangsung, tetapi ia amat terkesan karena Maradona beberapa kali berdiri dari duduknya ketika ia melakukan pukulan bagus.
"Maradona mencintai tenis," kata Djokovic, yang juga didukung aktor film Robert De Niro ketika tampil di turnamen AS Terbuka baru-baru ini.
"Ia juga menyaksikan pertandingan final Piala Davis antara Argentina melawan Rusia beberapa tahun lalu. Ia amat menyukai tenis. Saya amat suka mengetahui hal itu," katanya.
"Saya berterus terang pada Anda, ketika Anda mengatakan Maradona ikut menonton, saya amat grogi," katanya, "Tapi amat bangga bila ditonton orang seperti mereka. Itu tandanya hidup Anda sukses."
"Kita tentu saya bangga ketika orang sekelas mereka datang menonton pertandingan selama berjam-jam. Ini merupakan hal hebat," katanya. (ant/cax)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
MU Comeback 3-2 Lawan AS Roma, Apa Sih Rahasianya, Wahai Michael Carrick?
Liga Champions 4 November 2026, 15:40
-
Youri Tielemans Dedikasikan Kemenangan MU atas AS Roma untuk Michael Carrick
Liga Champions 4 November 2026, 15:20
-
Arsenal Menang Mudah di Kandang Slavia Praha? Kayaknya Enggak Deh!
Liga Champions 4 November 2026, 15:00
-
Tantang Fenerbahce, Liverpool Nostalgia Malam Magis di Istanbul
Liga Champions 4 November 2026, 14:40
-
Jose Mourinho Peringatkan Real Madrid untuk Tidak Jemawa ketika Hadapi AEK Athens
Liga Champions 4 November 2026, 14:20
-
Tempat Menonton Melbourne Victory vs Persib, 4 November 2026
Bola Indonesia 4 November 2026, 14:15
-
Link Streaming Melbourne Victory vs Persib, 4 November 2026
Bola Indonesia 4 November 2026, 14:09
-
Bocah Ajaib Manchester United itu Bernama Shea Lacey
Liga Champions 4 November 2026, 14:00
-
Tumbang Lawan AS Roma, Seberapa Parah Cedera Carlos Baleba?
Liga Inggris 4 November 2026, 13:20
-
Prediksi Celta vs Union Saint-Gilloise 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 13:10
-
Prediksi Real Sociedad vs Lyon 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 12:04
-
Gabriel Batistuta dan Kisah Cinta Abadi di Balik Selebrasi Ikonik 'Te Amo, Irina!'
Liga Italia 4 November 2026, 11:21
-
Prediksi AZ vs Juventus 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 10:09
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

