Djokovic Juara Miami Masters

Editor Bolanet | 4 April 2011 10:17
Djokovic Juara Miami Masters
- Novak Djokovic masih belum terkalahkan pada 2011, ketika Minggu menggulung petenis urutan pertama Rafael Nadal 4-6, 6-3, 7-6 (7/4) untuk memenangi turnamen ATP Miami Masters.

Djokovic kini sudah memenangi 24 pertandingan tahun ini, merupakan awal paling bagus pada awal musim, seperti dilakukan Ivan Lendl pada 1986 ketika menorehkan rekor 25-0.

Petenis dari Serbia itu, peringkat kedua dunia, sudah meraih empat gelar, termasuk Australia Terbuka, Dubai dan kini gelar Masters di Indian Wells dan Miami, keduanya dengan kemenangan di final atas Rafael Nadal.

"Ini merupakan empat bulan terbaik dalam hidup saya, tapi ini masih merupakan awal dari pertandingan musim ini," kata Djokovic, yang akan tetap berada di urutan kedua setelah Nadal, sedangkan petenis Spanyol itu masih belum menang sejak di Tokyo, Oktober lalu.

"Masih terlalu cepat untuk membicarakan posisi kita di daftar peringkat dunia," kata Djokovic, "Karena Rafa masih tetap sebagai petenis terbaik dunia hingga saat ini."

"Bila saya ingin menjadi petenis nomor satu dunia, saya harus tampil konsisten sepanjang tahun," katanya.

Pada kejuaraan di Indian Wells dua minggu lalu, Djokovic menyerah atas Nadal pada set pertama.

Tapi setelah bertarung panjang sekitar tiga setengah jam di lapangan tengah, Djokovic-lah yang tampil sebagai pemenang, dengan menghujamkan pukulan "forehand" menyilang ke garis lapangan dan meraih kemenangan "match point" ketiga.

Kelelahan selama ini seperti hilang begitu saja, ketika ia tampil sebagai juara dengan melompat gembira sedangkan Nadal terduduk lesu di kursinya di tepi lapangan.

"Apa yang terjadi, rasanya tidak dapat dipercaya," kata Nadal, "Pertama, ia amat bagus. Kedua, ia tampil dengan kepercayaan amat tinggi."

"Hal paling mudah dikatakan, ia adalah pemain tenis terbaik."

Tetapi Djokovic, yang menyebut dirinya sebagai pemain "underdog", menyatakan ia tidak pernah tahu apa yang akan terjadi sampai akhir pertandingan.

"Pertandingan amat ketat," kata Djokovic, "Untuk menang melawan petenis nomor satu dunia, lewat tiebreak pada set ketiga, benar-benar tidak dapat dipercaya," katanya.

Djokovic menambahkan gelar Miami Masters ke catatan rekornya setelah meraihnya pada 2007. Ia bergabung dengan Roger Federer, Andre Agassi dan Pete Sampras, sebagai pemain yang memenangi Australia Terbuka, Indian Wells dan Miami (tiga turnamen penting pada awal musim) pada tahun yang sama.

Nadal pada awalnya bermain keras sampai akhirnya memimpin 2-1 pada set pembuka. Nadal kembali mematahkan servis Djokovic dan memimpin 4-1, tetapi akhirnya ia menyerah ketika terjadi perebutan poin pada game kedelapan.

Dua game berikutnya setelah laga berlangsung hampir satu jam, Nadal mengamankan set pertama.

Djokovic mulai membalas pada set berikutnya, memimpin 2-0. Setelah sempat frustrasi, termasuk dengan melemparkan raketnya ketika ia merasa membiarkan Nadal mendapatkan poin, Djokovic akhirnya mampu bertahan dan memenangi set kedua lewat keunggulan satu "ace".

Adu kepiawaian

Kedua pemain saling adu kepiawaian pada set penentu dan Nadal melakukan beberapa tekanan termasuk saat mendapat kedudukan 15-30 pada game terakhir sebelum Djokovic memaksa terjadi permainan "tiebreak"

Djokovic seperti berada di atas angin ketika Nadal melancarkan kesalahan ganda keenam dan tertinggal 2-3 pada kedudukan "tiebreaker".

Djokovic memenangi tiga poin berikutnya dan unggul 6-2 dan mendapat tiga poin berikutnya ketika melepas pukulan "backhand" ke atas garis lapangan.

Ketika terjadi permainan pukulan reli panjang dari kedua pemain, Nadal beberapa kali mengganti kaosnya yang basah dan daya tahan kedua petenis itu benar-benar terkuras.

"Permainan kami berdua menurun mendekati akhir pertandingan," kata Djokovic, "Pada tiebreak, rasanya permainan milik siapa saja. Sampai pada akhir pukulan, saya masih belum tahu bahwa saya yang memenangi pertandingan itu."

Nadal berada di urutan runner-up di Miami untuk ketiga kalinya setelah hasil sama dialaminya pada final 2005 dan 2008.

"Mungkin saya agak grogi dibanding hari-hari lainnya," diakui Nadal, "Mungkin karena saya belum pernah menang di sini dan ini merupakan kesempatan ketiga saya."

Kendati Nadal tidak gembira dengan hasil pertandingan, tetapi ia senang dengan usaha kerasnya.

"Tidak ada yang tertinggal lagi sekarang," kata Nadal, "Saya amat menyukai kemenangan dan bukan kekalahan, tapi saya suka dengan cara saya bermain." (ant/cax)

TAG TERKAIT

BERITA TERKAIT

LATEST UPDATE