Ini Alasan Sebenarnya Kenapa Pemain di Grand Slam Wimbledon Harus Pakai Baju Serba Putih
Editor Bolanet | 3 Juli 2025 15:27
Bola.net - Turnamen Grand Slam Wimbledon dikenal di seluruh dunia karena satu tradisi yang sangat ikonik dan tak lekang oleh waktu. Tradisi tersebut adalah aturan berpakaian serba putih yang wajib ditaati oleh setiap pemain yang berlaga.
Aturan yang sudah ada sejak era Victoria ini pada awalnya dibuat bukan hanya untuk gaya-gayaan. Ada sebuah alasan unik di baliknya, yaitu untuk menyamarkan noda keringat yang pada masa itu dianggap tidak pantas terlihat.
Meskipun menjadi ciri khas yang sangat kuat, aturan serba putih ini tidak lepas dari berbagai kontroversi. Sejumlah legenda tenis dunia bahkan pernah secara terbuka menentang dan melanggar aturan sakral ini.
Namun, seiring berjalannya waktu, Wimbledon akhirnya menunjukkan sisi yang lebih manusiawi. Aturan yang dulunya sangat kaku ini kini telah dilonggarkan demi mengakomodasi dan memprioritaskan kesehatan para pemain wanita.
Sejarah di Balik Tradisi Serba Putih

Tradisi berpakaian serba putih di Wimbledon bukanlah sebuah aturan baru. Aturan ini sudah ada dan diterapkan sejak turnamen ini pertama kali didirikan pada tahun 1870-an, atau pada zaman Victoria.
Pada era tersebut, terlihatnya noda keringat di pakaian dianggap sebagai sesuatu yang tidak sopan dan tidak pantas, terutama bagi kaum wanita. Oleh karena itu, warna putih dipilih karena kemampuannya untuk menyamarkan bekas keringat tersebut.
Selain alasan kesopanan, warna putih juga dianggap bisa membuat para pemain merasa lebih sejuk saat bertanding di musim panas. Seiring berjalannya waktu, aturan praktis ini pun berevolusi menjadi sebuah simbol tradisi, sejarah, dan kemewahan yang melekat erat dengan Wimbledon.
Deretan Kontroversi Para Legenda

Kekakuan aturan serba putih ini ternyata tidak selamanya bisa diterima oleh semua pihak. Sejumlah pemain bintang dengan karakter pemberontak bahkan pernah secara terbuka menentangnya.
Salah satu yang paling terkenal adalah Andre Agassi, yang dikenal dengan gaya berpakaiannya yang nyentrik. Ia sempat memboikot Wimbledon pada tahun 1980-an karena menolak untuk mematuhi aturan tersebut.
Puluhan tahun kemudian, giliran sang maestro Roger Federer yang membuat heboh pada tahun 2013. Ia ditegur oleh ofisial karena memakai sepatu putih dengan sol berwarna oranye, yang membuatnya menyebut aturan tersebut "terlalu ketat".
Aturan Dilonggarkan Demi Kesehatan Wanita

Selama bertahun-tahun, banyak suara dari para tokoh tenis dunia yang menyoroti satu masalah serius dari aturan serba putih ini. Legenda seperti Billie Jean King dan Judy Murray menyuarakan kecemasan yang dialami para petenis wanita saat harus bertanding dalam periode menstruasi.
Kekhawatiran akan tembusnya noda darah di pakaian serba putih menjadi sebuah tekanan psikologis tersendiri. Hal inilah yang mendorong adanya desakan untuk melakukan perubahan.
Akhirnya, pada tahun 2023, All England Club mengambil sebuah langkah bersejarah. Mereka secara resmi melonggarkan aturan dan mengizinkan para pemain wanita untuk mengenakan celana pendek berwarna gelap di balik rok atau celana utama mereka.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Menang Mudah atas Belinda Bencic, Iga Swiatek Melaju ke Final Wimbledon 2025
Tenis 11 Juli 2025, 10:10
-
Jadwal Lengkap Tenis Wimbledon 2025, 30 Juni-13 Juli 2025
Tenis 11 Juli 2025, 08:22
LATEST UPDATE
-
Juventus Dipaksa Mengubur Asa Datangkan Bruno Fernandes dari Manchester United
Liga Italia 20 Agustus 2026, 10:18
-
Gambaran Awal Skuad AC Milan untuk Liga Europa 2026-27
Liga Eropa UEFA 20 Agustus 2026, 10:12
-
Diego Moreira Kini Resmi Berseragam AC Milan
Liga Italia 20 Agustus 2026, 10:02
-
Fleksibilitas Ezri Konsa Akan Sangat Berguna Bagi Arsenal
Liga Inggris 20 Agustus 2026, 09:50
-
Myles Lewis-Skelly dan Kenyataan Pahit di Arsenal
Liga Inggris 20 Agustus 2026, 09:18
-
Formasi Pertahanan Ideal Real Madrid untuk Awal Musim 2026-27
Liga Spanyol 20 Agustus 2026, 09:12
-
Ambisi Besar Barcelona: Lanjutkan Dominasi Domestik dan Taklukkan Eropa
Liga Spanyol 20 Agustus 2026, 08:56
-
Manchester United dan Fondasi yang Lebih Kuat untuk Melanjutkan Kebangkitan
Liga Inggris 20 Agustus 2026, 08:21
-
Jadwal Padat Kayak Klub Eropa? Begini Strategi Grooming Biar Tetap Sat-set
Lain Lain 20 Agustus 2026, 08:03
-
Arsenal Menatap Musim Anyar dengan Ambisi Berlipat
Liga Inggris 20 Agustus 2026, 07:48
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59



