Jelang Popnas 2013, Tenis Sulawesi Selatan Pesimis
Editor Bolanet | 2 Mei 2013 18:30
- Tim tenis Sulawesi Selatan mengatakan cukup pesimis dapat bersaing dan meraih prestasi di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) di Jakarta, September 2013.
Pelatih tenis Sulsel, , di Makassar, Kamis (2/5), mengatakan pihaknya lebih realistis karena persiapan atlet yang tidak maksimal. Minimnya perhatian sejumlah pihak hingga jarangnya digelar kejuaraan di Sulsel makin menghambat kemampuan atlet.
Jawa memang cukup rutin digelar kejuaraan tapi kita tetap sulit ke sana karena terkendala anggaran. Sebaliknya di Sulsel justru lebih memprioritaskan kejuaraan kategori veteran dibandingkan kelompok umur, jelasnya.
Minimnya perhatian dan kejuaraan sudah berlangsung sejak beberapa tahun dan tak mengalami perubahan hingga sekarang. Hal ini juga yang membuatnya tidak begitu optimis dapat mempersembahkan hasil maksimal pada Popnas 2013.
Saya sejak puluhan tahun lalu sudah mendampingi atlet tampil di Popnas sehingga cukup tahu kualitas atlet. Mudah-mudahan kondisi ini bisa lebih baik mengingat petenis muda inilah yang akan menjadi tumpuan Sulsel termasuk PON 2016, katanya.
Pada pelaksanaan Popwil 2012 yang merupakan ajang seleksi Popnas 2013, tim Sulsel berhasil meloloskan empat atlet perorangan. Keempat atlet yakni Resky Jabir, M. Aswar, Arfiani, serta Indah Permatasari.
Keberhasilan empat atlet meraih tiket Popnas sekaligus menjaga tradisi Sulsel selalu tampil di Popnas. Keberhasilan meraih tiket perorangan juga sebagai penebus kegagalan Sulsel meraih tiket kategori beregu.
Untuk bisa bersaing di Popnas kita sangat perlu tampil di kejuaraan nasional. Makanya kita berharap ada bantuan anggaran demi menjaga peluang atlet dalam meraih prestasi, ujarnya.
Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Sulsel, Nukhrawi Nawir berharap Pengprov Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) Sulsel bisa lebih memperbanyak kejuaraan khususnya kategori kelompok umur. Pihaknya juga berharap kegagalan tenis Sulsel tampil di PON 2012 tidak kembali terulang pada PON Jabar 2016. (ant/kny)
Pelatih tenis Sulsel, , di Makassar, Kamis (2/5), mengatakan pihaknya lebih realistis karena persiapan atlet yang tidak maksimal. Minimnya perhatian sejumlah pihak hingga jarangnya digelar kejuaraan di Sulsel makin menghambat kemampuan atlet.
Jawa memang cukup rutin digelar kejuaraan tapi kita tetap sulit ke sana karena terkendala anggaran. Sebaliknya di Sulsel justru lebih memprioritaskan kejuaraan kategori veteran dibandingkan kelompok umur, jelasnya.
Minimnya perhatian dan kejuaraan sudah berlangsung sejak beberapa tahun dan tak mengalami perubahan hingga sekarang. Hal ini juga yang membuatnya tidak begitu optimis dapat mempersembahkan hasil maksimal pada Popnas 2013.
Saya sejak puluhan tahun lalu sudah mendampingi atlet tampil di Popnas sehingga cukup tahu kualitas atlet. Mudah-mudahan kondisi ini bisa lebih baik mengingat petenis muda inilah yang akan menjadi tumpuan Sulsel termasuk PON 2016, katanya.
Pada pelaksanaan Popwil 2012 yang merupakan ajang seleksi Popnas 2013, tim Sulsel berhasil meloloskan empat atlet perorangan. Keempat atlet yakni Resky Jabir, M. Aswar, Arfiani, serta Indah Permatasari.
Keberhasilan empat atlet meraih tiket Popnas sekaligus menjaga tradisi Sulsel selalu tampil di Popnas. Keberhasilan meraih tiket perorangan juga sebagai penebus kegagalan Sulsel meraih tiket kategori beregu.
Untuk bisa bersaing di Popnas kita sangat perlu tampil di kejuaraan nasional. Makanya kita berharap ada bantuan anggaran demi menjaga peluang atlet dalam meraih prestasi, ujarnya.
Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Sulsel, Nukhrawi Nawir berharap Pengprov Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) Sulsel bisa lebih memperbanyak kejuaraan khususnya kategori kelompok umur. Pihaknya juga berharap kegagalan tenis Sulsel tampil di PON 2012 tidak kembali terulang pada PON Jabar 2016. (ant/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal Lengkap Pertandingan Tenis SEA Games 2025, 10-19 Desember 2025
Tenis 16 Desember 2025, 09:40
LATEST UPDATE
-
MU Comeback 3-2 Lawan AS Roma, Apa Sih Rahasianya, Wahai Michael Carrick?
Liga Champions 4 November 2026, 15:40
-
Youri Tielemans Dedikasikan Kemenangan MU atas AS Roma untuk Michael Carrick
Liga Champions 4 November 2026, 15:20
-
Arsenal Menang Mudah di Kandang Slavia Praha? Kayaknya Enggak Deh!
Liga Champions 4 November 2026, 15:00
-
Tantang Fenerbahce, Liverpool Nostalgia Malam Magis di Istanbul
Liga Champions 4 November 2026, 14:40
-
Jose Mourinho Peringatkan Real Madrid untuk Tidak Jemawa ketika Hadapi AEK Athens
Liga Champions 4 November 2026, 14:20
-
Tempat Menonton Melbourne Victory vs Persib, 4 November 2026
Bola Indonesia 4 November 2026, 14:15
-
Link Streaming Melbourne Victory vs Persib, 4 November 2026
Bola Indonesia 4 November 2026, 14:09
-
Bocah Ajaib Manchester United itu Bernama Shea Lacey
Liga Champions 4 November 2026, 14:00
-
Tumbang Lawan AS Roma, Seberapa Parah Cedera Carlos Baleba?
Liga Inggris 4 November 2026, 13:20
-
Prediksi Celta vs Union Saint-Gilloise 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 13:10
-
Prediksi Real Sociedad vs Lyon 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 12:04
-
Gabriel Batistuta dan Kisah Cinta Abadi di Balik Selebrasi Ikonik 'Te Amo, Irina!'
Liga Italia 4 November 2026, 11:21
-
Prediksi AZ vs Juventus 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 10:09
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18





