Kimiko Date Tumbang di Tangan Petenis Tuan Rumah
Editor Bolanet | 21 November 2010 21:40
Pada pertandingan semifinal, Minggu, Peng Shuai mengalahkan Date melalui pertarungan ketat 7-6 (8/6), 3-6, 6-2. Date untuk pertama kalinya meraih emas Asian Games pada 1994 di Hiroshima.
Dengan kemenangan tersebut, Peng Shui berpeluang untuk merebut medali emas Asian Games untuk ketiga kalinya dan di final akan ditantang petenis Uzbekistan Akgul Amanmuradova yang pada semifinal lainnya menghentikan harapan India Sania Mirza, juga dengan pertarungan ketat 6-7 (7/9), 6-3, 6-4.
Peng, yang berbeda usia 16 tahun dibanding Date, tampil agresif sejak pertandingan dan membuat petenis Jepang tersebut banyak melakukan kesalahan.
Petenis peringkat 72 dunia itu sebelumnya juga berjasa mengantar beregu putri China meraih medali emas dan juga berpeluang untuk merebut medali emas di nomor ganda putri, berpasangan dengan Ya Zi.
"Kami terus berlari mengejar bola. Kami benar-benar kelelahan. Tangan saya rasanya tidak bisa diangkat lagi, tapi saya berusaha untuk tidak menyerah," kata Peng yang kemudian juga memuji penampilan seniornya Date.
Sementara itu Kimiko Date mengakui bahwa ia mengalami kelelahan karena mengikuti kompetisi sepanjang tahun ini, tapi ia tetap berkomitmen untuk membela Jepang di Asian Games 2010.
"Kebanyakan petenis profesional tidak akan tampil di event seperti ini. Saya tetap datang ke sini dengan maksud untuk memberi dorongan kepada petenis muda Jepang untuk meningkatkan permainan mereka," kata Date yang tidak ingin tampil lagi pada Asian Games 2014 mendatang.
"Saya akan berusia 44 tahun empat tahun lagi. Saya bukan robot," katanya menambahkan.
Pada pertandingan lainnya, Sania Mirza membutuhkan enam kali set point untuk merebut set pertama setelah bertarung lebih satu jam menghadapi Amanmurodova, petenis Uzbekistan yang mempunyai pukulan kencang.
Bagi Sania, kekalahan dari petenis Uzbekistan tersebut adalah untuk yang pertama dari tiga kali pertemuan mereka sebelumnya.
Tapi pada set kedua, permainan petenis idola kaum muda di China itu mulai menurun, membuat Amanmurodova berhasil bangkit untuk memaksa rubber-set.
Melalui pertarungan yang berlangsung selama tiga jam, Amanmuradova yang mendapatkan kembali stamina, akhirnya menutup pertarungan dengan kemenangan 6-7 (7/9), 6-3, 6-4.
Pada pertandingan di tunggal putra, juara bertahan Danai Udomchoke asal Thailand, tersisih di perempat-final setelah dikalahkan petenis Jepang Tatsuma Ito dengan dua set langsung 4-6, 1-6.
"Saya tidak bisa menampilkan permainan saya. Tidak ada yang jalan," kata Udomchoke usai pertandingan.
Di semifinal, Ito akan berhadapan dengan petenis India Somdev Devverman yang mengalahkan petenis tuan rumah China Zhang Ze 6-4, 6-4.
Unggulan teratas Denis Istomin dari Uzbekistan juga mencapai semifinal setelah menghentikan petenis India Karan Rastogi 6-2, 4-6, 7-5.
Pertandingan antara Istomin dan Rastogi diwarnai oleh sikap sportif yang diperlihatkan oleh Istomin, yang sebenarnya bisa lebih cepat meraih kemenangan jika ia menerima keputusan wasit bahwa pukulan forehand Rastogi keluar saat posisi match point.
Tapi petenis Uzbek tersebut justru mengatakan kepada wasit bahwa bola Rastogi masuk. Namun Istomin kemudian tetap tidak tertahankan untuk tampil sebagai pemenang.
"Tidak semua petenis di turnamen internasional mau melakukan hal seperti itu," kata Rastogi (peringkat 332 dunia) memuji sikap sportif yang diperlihatkan Istomin.
Sementara itu Istomin usai pertandingan mengatakan bahwa ia tidak punya pilihan lain, selain mengatakan yang sebenarnya.
"Bola tetap berada di garis, jadi mengatakan bahwa bola keluar jelas hal yang keliru. Tapi saya akhirnya menang karena memang tampil lebih baik di akhir pertandingan," kata Istomin.
Di semifinal, Istomin akan ditantang petenis Jepang Go Saedoa yang pada pertandingan lain menyingkirkan petenis China Wu Di dua set langsung 6-2, 6-3. (ant/row)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Tantang Fenerbahce, Liverpool Nostalgia Malam Magis di Istanbul
Liga Champions 4 November 2026, 14:40
-
Jose Mourinho Peringatkan Real Madrid untuk Tidak Jemawa ketika Hadapi AEK Athens
Liga Champions 4 November 2026, 14:20
-
Tempat Menonton Melbourne Victory vs Persib, 4 November 2026
Bola Indonesia 4 November 2026, 14:15
-
Link Streaming Melbourne Victory vs Persib, 4 November 2026
Bola Indonesia 4 November 2026, 14:09
-
Bocah Ajaib Manchester United itu Bernama Shea Lacey
Liga Champions 4 November 2026, 14:00
-
Tumbang Lawan AS Roma, Seberapa Parah Cedera Carlos Baleba?
Liga Inggris 4 November 2026, 13:20
-
Prediksi Celta vs Union Saint-Gilloise 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 13:10
-
Prediksi Real Sociedad vs Lyon 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 12:04
-
Gabriel Batistuta dan Kisah Cinta Abadi di Balik Selebrasi Ikonik 'Te Amo, Irina!'
Liga Italia 4 November 2026, 11:21
-
Prediksi AZ vs Juventus 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 10:09
-
Prediksi Milan vs Ferencvaros 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 09:50
-
Di Balik Penalti Bruno Fernandes yang Diulang
Liga Champions 4 November 2026, 08:20
-
Mengungkap Penyebab Roma Gagal Bendung Kebangkitan Manchester United
Liga Champions 4 November 2026, 08:14
-
Selalu Ada Keyakinan di Old Trafford
Liga Champions 4 November 2026, 08:03
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

