Kimiko Hadapi Unggulan Teratas

Editor Bolanet | 2 November 2010 17:23
Kimiko Hadapi Unggulan Teratas
Kimiko Date Krumm
- Semifinalis tahun lalu Kimiko Date Krumm asal Jepang akan menghadapi pertandingan berat sejak awal turnamen "Commonwealth Bank Tournament of Champions 2010", saat ia langsung bertemu unggulan teratas Li Na dari China.

"Dia pemain yang sangat kuat," ujar Kimiko usai mengikuti pengundian pertandingan turnamen berhadiah US$600 ribu itu di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Selasa.

Kimiko mengikuti turnamen tersebut melalui fasilitas "wildcard", sedangkan Li Na maju setelah menjuarai turnamen di Birmingham.

Pertemuan di Bali merupakan pertemuan pertama kedua pemain.

Sementara itu, juara bertahan, Aravane Rezai dari Prancis yang menjadi unggulan kedua akan mengawali usaha mempertahankan gelar pada turnamen yang akan berlangsung 4-7 November di lapangan dalam ruang ("indoor") BICC itu, dengan melawan petenis Rusia Alisa Kleybanova.

"Saya baru pertama kali ke Bali dan berada di antara pemain-pemain bagus, sesuatu yang baik untuk mengakhiri tahun," ujar petenis peringkat 27 dunia Kleybanova yang lolos ke Bali setelah memenangi turnamen di Kuala Lumpur.

Meski kalah peringkat, Alisa Kleybanova mempunyai hasil yang lebih baik dalam catatan pertemuan dengan Aravane, yakni 4-2, dengan tiga pertemuan terakhir selalu menang.

Sebelumnya, dalam satu kesempatan usai mendampingi pemain asuhannya berlatih, pelatih Kleybanova, Julian Vespan mengakui bahwa setiap pertandingan pada turnamen tersebut akan berat.

"Kita tidak pernah tahu siapa yang akan menang, tetapi ini adalah turnamen terakhir, sehingga lebih rileks dan menikmati," ujar Julian seraya menambahkan bahwa Kleybanova ingin memenangi turnamen tersebut.

Sementara dua pertandingan lainnya mempertemukan unggulan ketiga Anastasia Pavlyuchenkova dari Rusia dengan petenis Serbia Ana Ivanovic, sedangkan unggulan keempat Yanina Wickmayer dari Belgia melawan petenis "wildcard" Daniela Hantuchova dari Slovakia.

Turnamen kali ini berubah formatnya dari yang tahun lalu menggunakan format "round robin" menjadi langsung sistem gugur pada tahun ini.

"Tahun ini turnamen akan menggunakan format langsung eliminasi atau sistem gugur, sehingga turnamen ini benar-benar kompetisi murni," kata direktur turnamen Kevin Livesey.

Selain itu, tambahnya, perubahan format dilakukan atas permintaan asosiasi tenis putri (WTA), termasuk pengurangan jumlah peserta dari yang semula 12 pemain menjadi delapan pemain. (ant/cax)

TAG TERKAIT

BERITA TERKAIT