Libas Sharapova, Wozniacki ke Final Indian Wells
Editor Bolanet | 19 Maret 2011 23:46
Wozniacki yang juga petenis putri nomor satu dunia menghancurkan lawannya dari Rusia itu 6-1, 6-2 dengan disaksikan lebih kurang 7.000 penonton di turnamen yang juga disebut dengan nama BNP Paribas Open itu untuk kemudian akan berhadapan dengan petenis Prancis Marion Bartoli.
"Sangat penting bagi saya untuk bermain bagus hari ini, karena saya tahu Maria adalah petenis dengan pukulan yang keras," kata Wozniacki.
"Oleh karena itu saya tidak boleh memberinya bola-bola pendek yang membuat dia bisa mendikte pertandingan, kalau sudah begitu dia menjadi sangat berbahaya. Jadi saya harus tetap melancarkan pukulan-pukulan yang dalam dan membuatnya terus bergerak," katanya menambahkan.
Berbicara tentang lawannya di final pada hari Minggu nanti, Marion Bartoli yang sebelumnya berhasil mengalahkan petenis Belgia Yanina Wickmayer 6-1, 6-3, Wozniacki mengatakan bahwa Bartoli adalah seorang pemain yang juga selalu mencoba bermain dengan agresif dan berusaha mengambil inisiatif penyerangan lebih awal.
"Dia tidak akan membiarkan saya mendapatkan banyak poin mudah," katanya.
"Tetapi sekarang saya belum begitu memikirkan pertandingan itu. Saat ini saya hanya mau bergembira dengan hasil yang saya peroleh hari ini, dan (pada hari istirahat) besok saya berencana mau bersenang-senang, setelah itu mari kita lihat apa yang akan terjadi pada hari pertandingan nanti," katanya menambahkan.
Wozniacki sedang dalam performa puncaknya saat ini, dengan keberhasilan meraih final tiga kali berturut-turut setelah sebelumnya menang di Dubai dan menjadi runner-up di Doha.
"Semoga permainan saya dapat terus meningkat, saya sangat suka turun ke lapangan pertandingan, rasanya luar biasa, apalagi kalau bisa menang, lebih luar biasa lagi," ujarnya.
Dalam pertandingan itu Sharapova terlihat sangat kesulitan dengan servisnya, tercatat delapan kesalahan ganda dia lakukan dan hanya 43 persen dari servisnya yang menghasilkan poin dalam pertandingan yang berlangsung selama 80 menit itu.
Petenis Rusia itu hanya sekali berhasil mencuri angka dari servis Wozniacki di set kedua, yaitu pada game ketiga.
"Saya merasa tidak begitu baik hari ini," kata Sharapova.
Petenis berusia 23 tahun itu belum pernah mencapai prestasi yang sama dengan yang pernah dia raih sebelum menjalani operasi bahu pada 2008, tetapi akhir-akhir ini performanya cukup meningkat, apalagi saat ini dia dan pelatihnya sedang berupaya mengembalikan kekuatan servis sebagaimana yang pernah dia miliki.
"Saat ini saya mulai kembali menemukan servis terbaik saya, saya hanya perlu lebih meningkatkan teknik melancarkan servis dan saya rasa sedikit demi sedikit saya akan lebih merasa percaya diri tentang hal ini," kata Sharapova.
"Khususnya ketika servis pertama gagal dan harus melakukan servis kedua, dan bagaimana melancarkan berbagai jenis pukulan "spin" lagi. Itulah yang saya pikir menjadi tantangan terberat saya sejak pulih dari operasi, selain dari bagaimana melakukan serangan dan memotong bola. Sebelumnya semua itu saya lakukan dengan mudah dan dengan insting yang kuat saja," ujarnya menjelaskan.
Bagi Wozniacki final ini merupakan yang kedua kalinya secara berturut-turut di Indian Wells, yang merupakan gabungan dari turnamen WTA dan ATP.
Tahun lalu dia harus mengakui keunggulan Jelena Jankovic dengan skor 2-6, 4-6.
Marion Bartoli, petenis unggulan ke-15, memenangi pertandingan atas Wickmayar dengan menghujamkan 10 kali servis keras yang tak bisa dikembalikan oleh lawannya dari Belgia itu di partai semifinal lainnya.
"Saya merasa sangat senang bisa sampai ke final sebab Indian Wells adalah salah satu turnamen favorit saya. Saya bermain dengan baik meskipun pada set kedua saya agak sedikit kesulitan dengan servis saya," kata Bartoli. (ant/row)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Tantang Fenerbahce, Liverpool Nostalgia Malam Magis di Istanbul
Liga Champions 4 November 2026, 14:40
-
Jose Mourinho Peringatkan Real Madrid untuk Tidak Jemawa ketika Hadapi AEK Athens
Liga Champions 4 November 2026, 14:20
-
Tempat Menonton Melbourne Victory vs Persib, 4 November 2026
Bola Indonesia 4 November 2026, 14:15
-
Link Streaming Melbourne Victory vs Persib, 4 November 2026
Bola Indonesia 4 November 2026, 14:09
-
Bocah Ajaib Manchester United itu Bernama Shea Lacey
Liga Champions 4 November 2026, 14:00
-
Tumbang Lawan AS Roma, Seberapa Parah Cedera Carlos Baleba?
Liga Inggris 4 November 2026, 13:20
-
Prediksi Celta vs Union Saint-Gilloise 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 13:10
-
Prediksi Real Sociedad vs Lyon 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 12:04
-
Gabriel Batistuta dan Kisah Cinta Abadi di Balik Selebrasi Ikonik 'Te Amo, Irina!'
Liga Italia 4 November 2026, 11:21
-
Prediksi AZ vs Juventus 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 10:09
-
Prediksi Milan vs Ferencvaros 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 09:50
-
Di Balik Penalti Bruno Fernandes yang Diulang
Liga Champions 4 November 2026, 08:20
-
Mengungkap Penyebab Roma Gagal Bendung Kebangkitan Manchester United
Liga Champions 4 November 2026, 08:14
-
Selalu Ada Keyakinan di Old Trafford
Liga Champions 4 November 2026, 08:03
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

