Nadal Berharap Bisa Juarai Tur ATP London

Editor Bolanet | 20 November 2011 06:06
Nadal Berharap Bisa Juarai Tur ATP London
- Rafael Nadal berharap dapat mengobati prestasi kurang maksimalnya tahun ini dengan menjuarai Tur terakhir ATP yang akan dilangsungkan di London.


Meskipun Nadal mampu menjuarai turnamen Prancis Terbuka tahun ini, pada beberapa pertandingan final ia tidak mampu mengatasi kedigdayaan Novak Djokovic.


Petenis Spanyol tersebut kalah di enam pertandingan final dari Djokovic, termasuk di Wimbledon dan AS Terbuka. Atas serangkaian kekalahan tersebut, ia pun harus menyerahkan ranking nomor satu dunianya pada Djokovic.


Nadal mengakui kalau ada dampak psikologis dari serangkaian kekalahan tersebut, namun ia menekankan kalau dirinya tidak menjadikan Djokovic sebagai sasaran utama.


Saya tidak bekerja setiap hari dengan memikirkan Novak, saya bekerja setiap hari dengan memikirkan apa yang saya butuhkan untuk menjadi pemain yang lebih baik, dan itulah yang harus kulakukan, kata Nadal.


Novak mengalami tahun yang tak bisa dipercaya. Novak tidak akan berada di level seperti ini sepanjang karirnya, dan orang-orang lain juga memiliki kesempatan. Ia bermain di level yang amat tinggi, level tertinggi yang pernah saya lihat.


Nadal memutuskan untuk beristirahat selama sebulan setelah kekalahan mengecewakan yang ia derita dari Andy Murray dan Florian Mayer di Asia setelah AS Terbuka. Dengan demikian, ia memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan fisik dan mental sebelum pertandingan di London.


Saya pergi ke Tokyo dan saya memainkan turnamen yang bagus. Di set terakhir melawan Andy, saya bermain buruk tetapi dia bermain fantastis, kata Nadal.


Kekalahan di Shanghai terasa sulit untuk saya, sebab saya merasa sedang berada pada momen positif, dan saya memiliki kesempatan untuk memainkan turnamen yang bagus, dan saya mengalami kekalahan buruk atas Mayer.


Itu sedikit menyakitkan saya, dan saya merasa harus beristirahat, berlatih lebih sedikit, dan menyembuhkan fisik dan mental.


Nadal, Djokovic, dan beberapa pemain ranking teratas dunia telah tiba di London 02 Arena, untuk turnamen terakhir tahun ini, yang akan dimulai Minggu.


Pada pertandingan pembuka, Nadal akan menghadapi petenis Amerika Serikat, Mardy Fish. Sementara Roger Federer dan Jo-Wilfried Tsonga berada di grup yang sama.


Federer memulai pertarungan dengan menghadapi petenis Prancis, Tsonga. Tsonga sebelumnya sempat mengalahkan Federer, ketika keduanya bertemu di Wimbledon tahun ini.


Kekalahan tersebut terasa biasa bagi Federer yang sedang mengalami musim tak menentu. Federer sudah tidak memenangi gelar Grand Slam sejak pertama kali memenanginya pada 2002, dan telah membuat para pengamat menganggap kalau Federer sudah melewati masa-masa terbaiknya.


Federer yang sekarang berada di peringkat keempat di ranking ATP, bersikap tenang dalam menghadapi krisis. Kini, setelah memenangi dua turnamen terakhirnya di Basle dan Paris, nampaknya petenis Swiss ini telah mulai kembali ke penampilan terbaiknya.


Saya tidak mempertanyakan diriku sendiri, sebab saya merasa saya telah menemukan apa yang membuat satu persen perbedaan apakah suatu pertandingan dapat dimenangi atau tidak, kata Federer.


Saya sangat dekat dengan tahun mengerikan lainnya. Jika saya memenangi tiga atau empat pertandingan lebih banyak di babak-babak penting pada turnamen tahun ini, semuanya akan benar-benar berbeda.


Akan sangat menyenangkan untuk memenangi final terakhir, untuk keenam kalinya. Selalu ada tekanan sebagai juara bertahan, namun saya mampu menggunakannya. Saya telah melakukannya beberapa kali.


Grup lain dihuni oleh Djokovic, Andy Murray, David Ferrer, dan Tomas Brdych.


Peluang Djokovic menutup tahun hebatnya dengan satu gelar lagi, nampaknya cukup ampuh untuk memulihkan fisiknya yang sempat terkena masalah.


Djokovic telah melewatkan salah satu musim terbaik dalam sejarah tenis, setelah ia menjuarai Australian Open, Wimbledon, dan US Open. Ia juga memenangi lima gelar Masters dan hanya kalah empat kali dari 73 pertandingan.


Tahun ini adalah kesuksesan demi kesuksesan, grand slam demi grand slam, itu datang dengan sendirinya, ucapnya.


Itu karena saya bersyukur pada setiap kesempatan, dan saya tetap meletakkan kakiku di tanah, tetapi juga selalu menginginkan lebih. (ant/row)

TAG TERKAIT

BERITA TERKAIT