Nadal Tak Mau Cari Alasan atas Kekalahan di Wimbledon
Editor Bolanet | 25 Juni 2013 17:20
- 12 Kali juara Grand Slam, Rafael Nadal secara mengejutkan harus mengalami kekalahan di putaran pertama Wimbledon 2013 pada hari Senin (24/6). Petenis Spanyol ini harus takluk pada petenis Belgia, Steve Darcis.
Setahun setelah kalah dari petenis Ceko, Lukas Rosol di putaran kedua, Nadal ditundukkan Darcis yang menduduki peringkat 135 dunia dengan 6(4)-7, 6(8)-7, 4-6.
Nadal yang sebelumnya tidak pernah menelan kekalahan di putaran pertama turnamen Grand Slam, terlihat kelelahan secara fisik, namun menolak untuk mencari-cari alasan.
Saya telah berusaha sekeras mungkin, tapi memenangkan pertandingan ini cukup mustahil, ujar Nadal yang bermain di atas lapangan rumput untuk pertama kalinya musim ini. Ini bukan tragedi, tambahnya.
Nadal yang menghabiskan tujuh bulan untuk penyembuhan cedera lutut setelah kekalahan di Wimbledon tahun lalu, tak mau menjadikan kondisi lututnya sebagai alasan kekalahan kali ini.
Saya tak mau membicarakan kondisi lutut saya, ujarnya usai pertandingan. Apapun yang saya katakan tentang lutut akan menjadi alasan. Saya hanya ingin mengucapkan selamat kepada Steve.
Darcis merupakan petenis peringkat terendah yang mampu mengalahkan Nadal selama tujuh tahun terakhir, yakni sejak Joachim Johansson, peringkat 690 yang mengalahkan Nadal di Stockholm.
Nadal yang kini berusia 27 tahun menjadi juara bertahan Perancis Terbuka pertama yang mengalami kekalahan di putaran pertama Wimbledon sejak petenis Brasil, Gustavo Kuerten pada 1997. (reu/kny)
Setahun setelah kalah dari petenis Ceko, Lukas Rosol di putaran kedua, Nadal ditundukkan Darcis yang menduduki peringkat 135 dunia dengan 6(4)-7, 6(8)-7, 4-6.
Nadal yang sebelumnya tidak pernah menelan kekalahan di putaran pertama turnamen Grand Slam, terlihat kelelahan secara fisik, namun menolak untuk mencari-cari alasan.
Saya telah berusaha sekeras mungkin, tapi memenangkan pertandingan ini cukup mustahil, ujar Nadal yang bermain di atas lapangan rumput untuk pertama kalinya musim ini. Ini bukan tragedi, tambahnya.
Nadal yang menghabiskan tujuh bulan untuk penyembuhan cedera lutut setelah kekalahan di Wimbledon tahun lalu, tak mau menjadikan kondisi lututnya sebagai alasan kekalahan kali ini.
Saya tak mau membicarakan kondisi lutut saya, ujarnya usai pertandingan. Apapun yang saya katakan tentang lutut akan menjadi alasan. Saya hanya ingin mengucapkan selamat kepada Steve.
Darcis merupakan petenis peringkat terendah yang mampu mengalahkan Nadal selama tujuh tahun terakhir, yakni sejak Joachim Johansson, peringkat 690 yang mengalahkan Nadal di Stockholm.
Nadal yang kini berusia 27 tahun menjadi juara bertahan Perancis Terbuka pertama yang mengalami kekalahan di putaran pertama Wimbledon sejak petenis Brasil, Gustavo Kuerten pada 1997. (reu/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Juara Chennai Open 2025, Janice Tjen Akhiri Puasa Gelar Indonesia di WTA Usai 23 Tahun
Tenis 2 November 2025, 21:58
-
Aldila Sutjiadi/Janice Tjen Sukses Sabet Gelar Juara WTA 125 Suzhou 2025
Tenis 7 Oktober 2025, 11:05
-
Aldila Sutjiadi/Janice Tjen Mantap ke Perempat Final WTA 125 Suzhou 2025
Tenis 30 September 2025, 10:22
-
Mantap! Janice Tjen Pastikan Langkah ke Babak Utama WTA 125 Suzhou 2025
Tenis 29 September 2025, 15:43
LATEST UPDATE
-
Hasil Dewa United vs PSIM: Gol Penalti Alex Martins Jadi Penentu!
Bola Indonesia 3 April 2026, 21:10
LATEST EDITORIAL
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32
-
Italia Cari Pelatih Baru: 7 Kandidat Pengganti Gennaro Gattuso
Editorial 3 April 2026, 14:14
-
3 Bintang Manchester United yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:41
-
Starting XI Pemain Termahal yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:13















