Stosur Hadapi Ujian Berat di Jepang

Editor Bolanet | 24 September 2011 13:30
Stosur Hadapi Ujian Berat di Jepang
Samantah Stosur © AP
- Juara AS Terbuka Samantha Stosur mengatakan, kemenangannya di New York tidak menjamin keberhasilan saat ia tampil di Pan Pasifik Terbuka di Jepang mulai Minggu, yang dipenuhi pemain-pemain berkualitas tinggi.

Petenis berusia 27 tahun itu mengalahkan Serena Williams pada awal bulan ini untuk menjadi putri Australia pertama yang memenangi gelar Gland Slam sejak 1980.

Namun Stosur, peringkat tujuh dunia, menghadapi tantangan berat di Jepang karena tujuh dari 10 peringkat teratas di dunia -- termasuk empat peringkat teratas -- tampil di turnamen berhadiah 2,05 juta dolar AS yang digelar di Tokyo itu.

"Pekan ini adalah pekan baru. Anda menang sepekan sebelumnya dan tidak ada jaminan untuk pekan berikutnya," kata Stosur.

"Maka saya harus kembali ke lapangan pelatihan dan terus berlatih keras dan berusaha siap sepenuhnya untuk menghadapi putaran pertama," katanya.

Petenis Denmark peringkat satu dunia Caroline Wozniacki, yang kalah dari Venus Williams pada semifinal AS Terbuka, akan berusaha mempertahankan gelar yang ia menangi tahun lalu, yang membantunya mencapai peringkat teratas.

Favorit penonton Maria Sharapova, yang memenangi gelar dua tahun lalu dan juga juara pada 2005, kembali menjadi unggulan kedua setelah menjalani musim dengan baik yang membawanya mencapai peringkat teratas sejak ia kembali operasi bahu pada 2009.

Petenis Rusia itu akan menghapus kenangan atas kekalahannya yang mengecewakan pada putaran pertama dari petenis veteran favorit tuan rumah yang juga juara 1995 Kimiko Date-Krumm tahun lalu.

Turnamen tersebut juga diikuti petenis nomor tiga dan empat dunia Victoria Azarenka dari Belarusia dan petenis Rusia Vera Zvonareva, begitu pula juara Wimbledon Petra Kvitova dari republik Ceko.

Turnamen tersebut terjadi hanya enam bulan lebih setelah Jepang dilanda gempa dan tsunami yang menghancurkan kawasan luas di timur laut, meninggalkan hampir 20.000 orang tewas atau hilang dan mencetuskan krisis nuklir terburuk sejak kasus Chernobyl.

Sejumlah event olahraga dibatalkan setelah tiga bencana tersebut tetapi Zvonareva mengatakan, para pemain gembira bermain di Jepang.

"Saya rasa tahun ini spesial untuk semuanya. Saya kira semuanya ragu apakah turnamen terlaksana ketika bencana yang dahsyat terjadi," katanya.

"Saya kira kami semua gembira bahwa kami dapat datang ke sini dan bermain di sini dan sungguh memiliki event ini. Tentu saja, seperti biasa, saya akan berusaha yang terbaik seperti yang selalu saya lakukan," kata Zvonareva. (ant/row)

TAG TERKAIT

BERITA TERKAIT