Tekuk Murray, Djokovic Juarai Australia Terbuka
Editor Bolanet | 30 Januari 2011 20:37
Djokovic, yang juga pahlawan kemenangan Serbia di Piala Davis tahun lalu, sangat mendominasi pertandingan atas petenis Skotlandia itu, yang kekalahannya kali ini berarti merupakan kegagalan yang ketiganya dalam final Grand Slam tanpa memenangi satu set pun.
Djokovic, yang satu-satunya gelar Grand Slam sebelumnya dia rebut di Melbourne tiga tahun lalu, memulai pertandingan dengan awal yang lamban seolah-olah energinya terkuras oleh panasnya suhu kota Melbourne yang sepertinya lebih berpihak kepada Murray.
Tetapi tekanan yang tak henti-hentinya oleh Djokovic memaksa Murray melakukan kesalahan demi kesalahan, khususnya dalam forehand, sehingga membuat Djokovic berhasil merebut set pertama dari runner-up Australia Terbuka tahun lalu itu.
Pada set kedua, Murray bermain seperti orang yang telah terkuras tenaganya sehingga pertandingan berlangsung tidak seimbang, apalagi ia mudah kehilangan konsentrasi dan terpancing emosi karena teriakan-teriakan penonton, bahkan teriakan dari tim pelatihnya sendiri menjadi gangguan tersendiri baginya sehingga ia sempat meminta mereka untuk diam.
Set kedua dimenangi dengan mudah oleh Djokovic 6-2.
Pada set ketiga Djokovic yang terbakar oleh semangat seorang juara dapat mencuri poin dari servis lawan untuk unggul 3-1 dengan sebuah backhand yang jatuh tepat di garis lapangan tanpa dapat dikembalikan oleh Murray.
Murray langsung membalas mencuri poin, tetapi Djokovic kemudian melepaskan forehand menyilang untuk unggul 5-3.
Djokovic menyelesaikan pertandingan lagi-lagi dengan sebuah pukulan forehand yang hanya dapat dikembalikan Murray tanpa bisa melewati net dalam pertandingan selama dua jam 39 menit.
Djokovic merayakan kemenangan dengan melemparkan raket, kaus, dan sepatunya ke arah penonton yang langsung membuat gaduh penonton di Rod Laver Arena karena saling berebutan.
Bagi Murray kekalahan ini memutuskan misinya untuk menjadi petenis Inggris Raya pertama yang meraih gelar juara Grand Slam setelah Fred Perry pada 1936.
Ia sudah dua kali kalah dalam misinya itu, pertama sewaktu di Amerika Serikat Terbuka 2008 dan kemudian di Australia Terbuka 2009, keduanya dikalahkan Roger Federer, juga dengan tiga set langsung. (ant/row)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Tantang Fenerbahce, Liverpool Nostalgia Malam Magis di Istanbul
Liga Champions 4 November 2026, 14:40
-
Jose Mourinho Peringatkan Real Madrid untuk Tidak Jemawa ketika Hadapi AEK Athens
Liga Champions 4 November 2026, 14:20
-
Tempat Menonton Melbourne Victory vs Persib, 4 November 2026
Bola Indonesia 4 November 2026, 14:15
-
Link Streaming Melbourne Victory vs Persib, 4 November 2026
Bola Indonesia 4 November 2026, 14:09
-
Bocah Ajaib Manchester United itu Bernama Shea Lacey
Liga Champions 4 November 2026, 14:00
-
Tumbang Lawan AS Roma, Seberapa Parah Cedera Carlos Baleba?
Liga Inggris 4 November 2026, 13:20
-
Prediksi Celta vs Union Saint-Gilloise 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 13:10
-
Prediksi Real Sociedad vs Lyon 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 12:04
-
Gabriel Batistuta dan Kisah Cinta Abadi di Balik Selebrasi Ikonik 'Te Amo, Irina!'
Liga Italia 4 November 2026, 11:21
-
Prediksi AZ vs Juventus 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 10:09
-
Prediksi Milan vs Ferencvaros 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 09:50
-
Di Balik Penalti Bruno Fernandes yang Diulang
Liga Champions 4 November 2026, 08:20
-
Mengungkap Penyebab Roma Gagal Bendung Kebangkitan Manchester United
Liga Champions 4 November 2026, 08:14
-
Selalu Ada Keyakinan di Old Trafford
Liga Champions 4 November 2026, 08:03
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

