Tenis: Michael Chang Beri Semangat Untuk Jeremy Lin
Editor Bolanet | 27 Februari 2012 19:15
- Petenis Amerika keturunan Asia, Michael Chang memberikan beberapa masukan kepada pebasket keturunan Asia yang sedang naik daun di kancah NBA, Jeremy Lin. Chang merupakan satu-satunya petenis Asia-Amerika yang memenangi gelar juara Grand Slam perorangan pada tahun 1989 di ajang Perancis Terbuka.
Chang mengatakan dirinya telah bertemu dan berbincang dengan rekannya sesama olahragawan, Lin yang merupakan fenomena baru di dunia NBA dan kebanggaan klub New York Knicks saat ini.
Kami memiliki kesamaan latar belakang, ujar Chang yang saat ini sedang bermain di ajang ATP Champions Tour di Pantai Delray, Amerika Serikat. Menurut Chang, dirinya dan Lin sama-sama berasal dari keluarga kelas menengah. Chang juga melihat bahwa Lin sudah memiliki permulaan karir yang bagus di tingkat awal mulai dari tingkat sekolah menengah umum hingga universitas.
Saya pikir jelas bahwa menjadi warga Amerika keturunan Asia dan memiliki keyakinan yang sama, kami memang memiliki banyak sekali persamaan, jadi sangat baik untuk melihatnya bisa tampil lepas dan melakukan yang terbaik, tambah Chang.
Chang mengatakan bahwa dirinya sudah lama menjalin kontak dengan Lin setelah pebasket itu menyelesaikan pendidikannya di Universitas Harvard. Dia adalah salah satu teman baik dari istriku (Amber Liu), imbuh Chang.
Hubungan pertemanan antara istri Chang dan Lin membuat Chang sering bertemu dengan Lin dan berdialog seputar dunia olahraga yang mereka geluti masing-masing. Dalam kesempatan itu, Chang sering memberi masukan dan memberi saran yang membangun tentang bagaimana caranya bermain dan menjadi olahragawan yang profesional.
Jelas memang olahraga tenis sedikit berbeda karena tenis adalah olahraga individu, tapi cara kami berkehidupan dalam karir olahraga dan berhadapan dengan berbagai tekanan dan situasi yang berbeda saya pikir sangat mirip. Jadi ini adalah kesempatan baik untuk dapat sedikit memandunya dan terus menyemangatinya kapanpun saya bisa. Saya sangat senang untuk dapat melihatnya melanjutkan kehidupan dengan caranya sendiri, lanjut Chang.
Menurut Chang, mungkin situasi saat ini agak mempengaruhi diri Lin dalam bersikap, dengan segala sesuatu yang terjadi dan perhatian yang besar dari tiap orang kepada Lin. Tapi saya selalu berkata kepada diri sendiri saat saya sedang melakukan pertandingan, bahwa hal yang terpenting adalah ekspektasi saya terhadap diri saya sendiri.
Chang juga mengatakan saat dirinya masuk ke dalam jajaran petenis profesional saat usianya masih remaja, dirinya banyak sekali diragukan oleh banyak pihak.
Beberapa komentar mengatakan bahwa postur tubuh saya terlalu kecil, terlalu pendek dan belum pernah ada pemain keturunan Asia yang memasuki ajang profesional saat umurnya sendiri yang belum genap 16 tahun, kata Chang menjelaskan.
Tapi semua itu biasa saja menurut saya. Setiap orang berhak untuk melontarkan komentarnya dan memberikan pendapat. Pada akhirnya anda harus melakukan apa yang anda inginkan, ujar Chang lagi. (ary/kny)
Chang mengatakan dirinya telah bertemu dan berbincang dengan rekannya sesama olahragawan, Lin yang merupakan fenomena baru di dunia NBA dan kebanggaan klub New York Knicks saat ini.
Kami memiliki kesamaan latar belakang, ujar Chang yang saat ini sedang bermain di ajang ATP Champions Tour di Pantai Delray, Amerika Serikat. Menurut Chang, dirinya dan Lin sama-sama berasal dari keluarga kelas menengah. Chang juga melihat bahwa Lin sudah memiliki permulaan karir yang bagus di tingkat awal mulai dari tingkat sekolah menengah umum hingga universitas.
Saya pikir jelas bahwa menjadi warga Amerika keturunan Asia dan memiliki keyakinan yang sama, kami memang memiliki banyak sekali persamaan, jadi sangat baik untuk melihatnya bisa tampil lepas dan melakukan yang terbaik, tambah Chang.
Chang mengatakan bahwa dirinya sudah lama menjalin kontak dengan Lin setelah pebasket itu menyelesaikan pendidikannya di Universitas Harvard. Dia adalah salah satu teman baik dari istriku (Amber Liu), imbuh Chang.
Hubungan pertemanan antara istri Chang dan Lin membuat Chang sering bertemu dengan Lin dan berdialog seputar dunia olahraga yang mereka geluti masing-masing. Dalam kesempatan itu, Chang sering memberi masukan dan memberi saran yang membangun tentang bagaimana caranya bermain dan menjadi olahragawan yang profesional.
Jelas memang olahraga tenis sedikit berbeda karena tenis adalah olahraga individu, tapi cara kami berkehidupan dalam karir olahraga dan berhadapan dengan berbagai tekanan dan situasi yang berbeda saya pikir sangat mirip. Jadi ini adalah kesempatan baik untuk dapat sedikit memandunya dan terus menyemangatinya kapanpun saya bisa. Saya sangat senang untuk dapat melihatnya melanjutkan kehidupan dengan caranya sendiri, lanjut Chang.
Menurut Chang, mungkin situasi saat ini agak mempengaruhi diri Lin dalam bersikap, dengan segala sesuatu yang terjadi dan perhatian yang besar dari tiap orang kepada Lin. Tapi saya selalu berkata kepada diri sendiri saat saya sedang melakukan pertandingan, bahwa hal yang terpenting adalah ekspektasi saya terhadap diri saya sendiri.
Chang juga mengatakan saat dirinya masuk ke dalam jajaran petenis profesional saat usianya masih remaja, dirinya banyak sekali diragukan oleh banyak pihak.
Beberapa komentar mengatakan bahwa postur tubuh saya terlalu kecil, terlalu pendek dan belum pernah ada pemain keturunan Asia yang memasuki ajang profesional saat umurnya sendiri yang belum genap 16 tahun, kata Chang menjelaskan.
Tapi semua itu biasa saja menurut saya. Setiap orang berhak untuk melontarkan komentarnya dan memberikan pendapat. Pada akhirnya anda harus melakukan apa yang anda inginkan, ujar Chang lagi. (ary/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Tantang Fenerbahce, Liverpool Nostalgia Malam Magis di Istanbul
Liga Champions 4 November 2026, 14:40
-
Jose Mourinho Peringatkan Real Madrid untuk Tidak Jemawa ketika Hadapi AEK Athens
Liga Champions 4 November 2026, 14:20
-
Tempat Menonton Melbourne Victory vs Persib, 4 November 2026
Bola Indonesia 4 November 2026, 14:15
-
Link Streaming Melbourne Victory vs Persib, 4 November 2026
Bola Indonesia 4 November 2026, 14:09
-
Bocah Ajaib Manchester United itu Bernama Shea Lacey
Liga Champions 4 November 2026, 14:00
-
Tumbang Lawan AS Roma, Seberapa Parah Cedera Carlos Baleba?
Liga Inggris 4 November 2026, 13:20
-
Prediksi Celta vs Union Saint-Gilloise 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 13:10
-
Prediksi Real Sociedad vs Lyon 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 12:04
-
Gabriel Batistuta dan Kisah Cinta Abadi di Balik Selebrasi Ikonik 'Te Amo, Irina!'
Liga Italia 4 November 2026, 11:21
-
Prediksi AZ vs Juventus 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 10:09
-
Prediksi Milan vs Ferencvaros 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 09:50
-
Di Balik Penalti Bruno Fernandes yang Diulang
Liga Champions 4 November 2026, 08:20
-
Mengungkap Penyebab Roma Gagal Bendung Kebangkitan Manchester United
Liga Champions 4 November 2026, 08:14
-
Selalu Ada Keyakinan di Old Trafford
Liga Champions 4 November 2026, 08:03
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

