Wimbledon 2025: Saat Alcaraz Hentikan Pertandingan Demi Selamatkan Nenek 79 Tahun
Editor Bolanet | 2 Juli 2025 13:38
Bola.net - Hari pembuka turnamen tenis paling bergengsi di dunia, Wimbledon, diwarnai oleh sebuah peristiwa yang mengharukan sekaligus menegangkan. Suhu udara yang mencapai rekor terpanas sepanjang sejarah menjadi latar dari sebuah kisah tentang kemanusiaan.
Di tengah panasnya persaingan di Centre Court, sang juara bertahan, Carlos Alcaraz, menunjukkan sebuah sisi lain dari dirinya yang melampaui kehebatannya sebagai seorang atlet. Ia menghentikan sejenak pertandingannya untuk menolong seorang penonton yang pingsan.
Kisah ini berpusat pada seorang nenek berusia 79 tahun bernama Delyth Lewis. Ia tak sadarkan diri akibat cuaca panas yang menyengat saat sedang menyaksikan pemain idolanya berlaga.
Momen ketika Alcaraz bergegas memberikan pertolongan menjadi sebuah gambaran indah tentang empati di tengah riuh rendahnya sebuah kompetisi. Peristiwa ini menjadi sorotan utama di luar hasil pertandingan itu sendiri.
Aksi Heroik Sang Juara di Tengah Laga
Saat pertandingan babak pertama melawan Fabio Fognini sedang berlangsung, Carlos Alcaraz menyadari ada seorang penonton yang mengalami kesulitan. Tanpa berpikir panjang, ia langsung menghentikan permainannya.
Ia bergegas menghampiri Delyth Lewis, seorang nenek berusia 79 tahun yang pingsan di tribun penonton. Alcaraz dengan sigap menawarkan sebotol air dingin sembari menunggu tim medis datang memberikan pertolongan.
Keponakan dari sang nenek, Sharon Lewis, menggambarkan tindakan Alcaraz sebagai sesuatu yang sangat manis. Menurutnya, sang juara bertahan tidak hanya datang, tetapi juga tetap berada di sana dan terus mencoba berbicara dengan bibinya.
Sharon menceritakan bahwa bibinya adalah penggemar berat Alcaraz dan sangat ingin melihatnya menang. Bahkan, pertanyaan pertama yang dilontarkan sang nenek saat siuman adalah, "Apakah dia menang?"
Wimbledon 'Terpanggang' di Hari Pembuka
Insiden yang menimpa Delyth Lewis hanyalah satu dari banyak kasus yang terjadi pada hari itu. Hari pembuka Wimbledon 2025 tercatat sebagai yang terpanas dalam sejarah dengan suhu mencapai 32,3 derajat Celcius.
Ribuan penggemar tenis harus berjuang melawan cuaca ekstrem yang tidak biasa terjadi di London. Pihak penyelenggara mengakui bahwa banyak penonton yang harus mendapatkan perawatan untuk masalah-masalah ringan terkait cuaca panas.
Carlos Alcaraz sendiri memberikan komentarnya mengenai cuaca ekstrem tersebut. Ia berpendapat bahwa warga London mungkin tidak terbiasa dengan suhu sepanas ini, sehingga duduk selama berjam-jam di tribun menjadi sangat sulit.
Sebagai antisipasi, penyelenggara menyediakan es untuk semua pemain di setiap lapangan. Mereka juga mendirikan lebih dari 100 titik air minum di seluruh area kompleks SW19 untuk membantu penonton tetap terhidrasi.
Antisipasi Panas Ekstrem dari Penyelenggara
Menghadapi suhu yang memecahkan rekor, pihak penyelenggara Wimbledon telah memberlakukan serangkaian protokol khusus. Mereka memastikan bahwa meskipun tidak terbiasa, mereka benar-benar siap menghadapi kondisi ini.
Salah satu aturan yang diaktifkan adalah "aturan panas" atau heat rule. Aturan ini memungkinkan para pemain untuk mengambil jeda istirahat selama 10 menit jika suhu melampaui ambang batas tertentu.
Untuk menerapkannya, mereka menggunakan sebuah pengukuran khusus yang disebut Wet-Bulb Globe Temperature. Pengukuran ini tidak hanya mempertimbangkan suhu, tetapi juga kelembapan, kecepatan angin, dan sudut matahari.
Anak-anak penjaga bola (ball girls and boys) juga mendapatkan perlindungan ekstra. Mereka mengenakan syal pendingin dan topi khusus bergaya legiun asing Prancis yang memiliki penutup leher untuk melindungi dari sengatan matahari.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Menang Mudah atas Belinda Bencic, Iga Swiatek Melaju ke Final Wimbledon 2025
Tenis 11 Juli 2025, 10:10
-
Nonton Live Streaming Tenis Wimbledon 2025 di Vidio, 30 Juni-13 Juli 2025
Tenis 11 Juli 2025, 08:22
LATEST UPDATE
-
Prediksi Bayern vs Union Saint-Gilloise 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 22:28
-
Prediksi Atalanta vs Athletic Club 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 22:24
-
Prediksi Qarabag FK vs Eintracht Frankfurt 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:09
-
Real Madrid vs Monaco: Statistik Gol Mbappe Jadi Ancaman Nyata buat Mantan Klubnya
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:04
-
Villarreal vs Ajax: Jaminan Gol dalam Laga yang Berpotensi Berjalan Terbuka
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:55
-
Prediksi Galatasaray vs Atletico Madrid 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:49
-
Copenhagen vs Napoli: Panggung Istimewa bagi Rasmus Hojlund
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:17
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06











