Wozniacki Unggulan Teratas di WTA Championships
Editor Bolanet | 25 Oktober 2010 15:45
Wozniacki kurang diperhitungkan pada 18 bulan lalu dan berasal dari negara yang hanya berpenduduk lima juta orang, tetapi ia dengan mantap naik ke posisi yang membawanya memperoleh tempat pada turnamen tutup musim bagi petenis putri pada 2010.
Setelah petenis Denmark berusia 20 tahun itu mencapai puncak untuk pertama kalinya bulan ini, ia mengatakan, "Ini sungguh langkah besar bagi saya - rasanya seperti tidak nyata." Pernyataannya menggoda sejumlah pengamat untuk berpendapat lain.
Mereka berpendapat peringkat satu yang "sesungguhnya" adalah Serena Williams yang akibat cedera hanya mengikuti 13 turnamen, dan bahwa Kim Clijsters, seorang ibu, hanya memainkan 14 turnamen, sementara Wozniacki yang sangat fit mendapat keuntungan dengan berjuang dalam 23 turnamen.
Beberapa menunjukkan bahwa Wozniacki belum memenangi satu Grand Slam pun. Ia malah menjadi petenis putri ketiga pada dua tahun terakhir, setelah Jelena Jankovic dan Dinara Safina, yang mencapai peringkat satu tanpa memenangi gelar grandslam.
Yang lainnya tidak terkesan dengan gaya bermain Wozniacki, yang dinilai terlalu defensif, sekalipun ia yakin bahwa persepsi itu menyesatkan.
Ia sedang dalam proses membangun permainan multi faset yang tidak menyolok, untuk membuatnya mampu bermain dengan gaya rumit yang tidak mengganggu dan beradaptasi dengan lawan dan kondisi berbeda.
Bahkan tanpa dampak dari Williams bersaudara atau pemain utama lainnya, gaya Wozniacki jadi semakin bagus dibandingkan dengan penghargaan yang diberikan padanya. Hal itu tentu efektif, setelah mendapatkan gelar keenam tahun ini.
Dan jika permainan Wozniacki tidak menimbulkan kekaguman, penampilannya yang fotogenik dan kepribadian yang ramah telah menarik kekaguman dan meningkatkan daya jualnya. Kualitas itu membantu untuk menarik beberapa sponsor - Adidas, Babolat, Sony Ericsson, Danske Invest, Europaeiske, dan e-boks - sementara kemampuannya bermain telah menghasilkan 12 gelar dan sekitar US$5 juta hadiah uang.
Ia sepenuhnya telah menghasilkan 59 kemenangan dan 15 kekalahan pada 2010, dan pada akhir minggu yang akan datang, tidak akan terlalu jauh dari jumlah total 87 pertandingan yang ia capai tahun lalu.
Pemain yang paling mungkin mencegah Wozniacki meraih gelar kejuaraan akhir tahun ini adalah Kim Clijsters, yang memenangi AS Terbuka bulan lalu untuk kedua kalinya berturut-turut sejak melahirkan seorang putri Jada.
Memenangi Grand Slam sebagai seorang ibu adalah satu hal membahagiakan dirasakan Clijsters. Tetapi cukup bertanding untuk mencapai konsistensi dan poin ranking yang diperlukan untuk lolos ke WTA Championships adalah hal lain.
"Itu sangat berarti bagi saya," katanya setelah dinyatakan lolos. Inilah untuk pertama kali ia berhasil sejak 2006.
Pemain lain yang lolos adalah Vera Zvonareva, dua kali finalis Grand Slam dari Rusia, Francesca Schiavone, juara Prancis Terbuka dari Italia, Jelena Jankovic, mantan peringkat satu dunia dari Serbia, Elena Dementieva, mantan juara Olimpiade asal Rusia, Samantha Stosur, finalis Prancis Terbuka dari Australia, dan Victoria Azarenka, peringkat 10 dunia asal Belarusia.
Serena Williams menarik diri karena tendonnya kembali luka akibat ia berlatih berlebihan, yang katanya itu sangat membuat frustrasi. Venus Williams menarik diri dengan lutut yang memburuk beberapa hari sebelumnya.
Beberapa petenis yang musim kompetisinya berakhir lebih awal termasuk Maria Sharapova, Dinara Safina, Agnieszka Radwanska, Nadia Petrova dan Svetlana Kuznetsova, yang berarti masalah kebugaran dan penampilan masih terus menjadi masalah bagi WTA Tour.
Dan kembalinya mantan peringkat satu dunia Justine Henin yang sejauh ini hanya memasukkan 11 turnamen, membuatnya tertinggal di bawah delapan petenis yang lolos.
Karenanya satu-satunya pemain yang mampu mencegah Wozniacki meraih peringkat satu dunia adalah pemain lain yang kurang terkenal, Zvonareva, petenis berbakat asal Rusia yang mencapai final Wimbledon dan AS Terbuka.
Zvonareva harus mencapai final lagi di Doha, dengan tiga kemenangan pada babak round robin, untuk mempertahankan harapannya meraih posisi puncak, tetapi jika Wozniacki menang dua kali ia akan mengakhiri musim pada posisi puncak.
Jika Zvonareva kalah satu pertandingan, Wozniacki hanya akan membutuhkan satu kemenangan. (ant/cax)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Tantang Fenerbahce, Liverpool Nostalgia Malam Magis di Istanbul
Liga Champions 4 November 2026, 14:40
-
Jose Mourinho Peringatkan Real Madrid untuk Tidak Jemawa ketika Hadapi AEK Athens
Liga Champions 4 November 2026, 14:20
-
Tempat Menonton Melbourne Victory vs Persib, 4 November 2026
Bola Indonesia 4 November 2026, 14:15
-
Link Streaming Melbourne Victory vs Persib, 4 November 2026
Bola Indonesia 4 November 2026, 14:09
-
Bocah Ajaib Manchester United itu Bernama Shea Lacey
Liga Champions 4 November 2026, 14:00
-
Tumbang Lawan AS Roma, Seberapa Parah Cedera Carlos Baleba?
Liga Inggris 4 November 2026, 13:20
-
Prediksi Celta vs Union Saint-Gilloise 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 13:10
-
Prediksi Real Sociedad vs Lyon 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 12:04
-
Gabriel Batistuta dan Kisah Cinta Abadi di Balik Selebrasi Ikonik 'Te Amo, Irina!'
Liga Italia 4 November 2026, 11:21
-
Prediksi AZ vs Juventus 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 10:09
-
Prediksi Milan vs Ferencvaros 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 09:50
-
Di Balik Penalti Bruno Fernandes yang Diulang
Liga Champions 4 November 2026, 08:20
-
Mengungkap Penyebab Roma Gagal Bendung Kebangkitan Manchester United
Liga Champions 4 November 2026, 08:14
-
Selalu Ada Keyakinan di Old Trafford
Liga Champions 4 November 2026, 08:03
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

