2 Pemain Irak yang Bisa Jadi Ancaman Serius untuk Timnas Indonesia
Aga Deta | 11 Oktober 2025 19:20
Bola.net - Timnas Indonesia bersiap menghadapi Irak pada laga penting Grup B putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Kedua tim sama-sama menargetkan tiga poin demi menjaga peluang lolos.
Laga tersebut akan berlangsung di Stadion King Abdullah Sport City, Jeddah, pada Minggu (12/10/2025) pukul 02.30 dini hari WIB. Pertemuan ini diprediksi berjalan ketat sejak awal.
Indonesia kini masih berada di dasar klasemen tanpa poin setelah kalah 2-3 dari Arab Saudi. Sementara itu, Irak menempati posisi kedua dan baru akan memainkan laga perdananya.
Bagi Indonesia, kemenangan menjadi harga mati agar asa menuju putaran berikutnya tetap terjaga. Karena itu, fokus dan kewaspadaan terhadap pemain Irak menjadi kunci.
Ada dua pemain Irak yang diprediksi bisa merepotkan pasukan Patrick Kluivert. Mereka adalah Ali Jasim dan Rebin Sulaka, dua sosok yang berpengaruh besar dalam permainan Singa Mesopotamia.
Ali Jasim, Ancaman dari Sayap Kiri
Irak memiliki pemain muda yang sedang naik daun, yakni Ali Jasim. Winger berusia 21 tahun itu menjadi salah satu andalan di bawah asuhan Graham Arnold.
Arnold diperkirakan tetap memberi kepercayaan kepada pemain milik Al-Najma tersebut di posisi sayap kiri. Kecepatan dan ketajamannya membuat lini belakang Indonesia wajib waspada.
Pemain pinjaman Como 1907 itu sebelumnya sudah dua kali menjebol gawang Indonesia pada 2024. Gol tersebut tercipta di ajang Piala Asia U-23 dan putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Winger kelahiran Rusafa, Bagdad, itu menjalani debut senior bersama Irak pada Oktober 2023. Hingga kini, ia sudah mencatatkan 26 penampilan dan terus menjadi tumpuan utama tim.
Dengan kecepatan dan kemampuan dribel di atas rata-rata, Ali Jasim bisa jadi pembeda dalam laga nanti. Indonesia wajib menutup ruang geraknya jika tak ingin kecolongan.
Rebin Sulaka, Pemimpin di Belakang
Selain lini depan, Irak juga memiliki bek tangguh yang patut diwaspadai, yaitu Rebin Sulaka. Pemain berusia 32 tahun itu menjadi sosok berpengalaman di lini pertahanan Irak.
Sulaka saat ini bermain untuk Port FC di Thai League dan dikenal dengan gaya bertahan keras. Ia kerap memotong alur serangan lawan dengan intersep agresif tanpa kompromi.
Dengan 50 caps di tim nasional, Rebin Sulaka juga berperan sebagai pemimpin di area belakang. Ketegasannya membuat para penyerang Indonesia harus lebih cermat mencari celah.
Kehadiran Sulaka memberikan stabilitas bagi lini belakang Irak yang jarang kehilangan fokus. Ia akan jadi benteng utama menghadapi serangan cepat yang mungkin dilancarkan Garuda.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kapan Drawing 16 Besar Liga Champions 2025/2026 Digelar? Ini Jadwal Lengkapnya
Liga Champions 26 Februari 2026, 17:31
-
Bukan ke MLS, Casemiro Bakal Susul Luka Modric ke AC Milan?
Liga Inggris 26 Februari 2026, 16:43
-
Andre Onana Ingin Balikan dengan MU, Tapi Bertepuk Sebelah Tangan
Liga Inggris 26 Februari 2026, 16:18
-
Toprak Razgatlioglu Ngaku Tertekan Jelang MotoGP Thailand 2026, Jack Miller Santai
Otomotif 26 Februari 2026, 15:41
LATEST UPDATE
-
Ole Romeny Masih Mencari Gol Pertama di Oxford United Jelang Agenda Timnas Indonesia
Tim Nasional 27 Februari 2026, 01:12
-
Update Timnas Indonesia: 6 Pilar Absen di FIFA Series, Skuad Garuda Harus Putar Otak
Tim Nasional 27 Februari 2026, 00:43
-
Prediksi BRI Super League: PSBS Biak vs PSIM 27 Februari 2026
Bola Indonesia 26 Februari 2026, 23:28
-
Hasil Persita vs Dewa United: Tren Positif Tim Tamu Terus Berlanjut
Bola Indonesia 26 Februari 2026, 22:52
-
BRI Super League: Donny Warmerdam Mulai Menemukan Diri di PSIM Yogyakarta
Bola Indonesia 26 Februari 2026, 22:21
LATEST EDITORIAL
-
10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Menurut Jamie Carragher
Editorial 25 Februari 2026, 16:24
-
5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemiro
Editorial 25 Februari 2026, 14:47
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21
-
4 Rekrutan Gratis Manchester United, Adakah yang Benar-Benar Sukses?
Editorial 24 Februari 2026, 13:58






