3 Fakta Kesuksesan Timnas Indonesia U-17 di Kualifikasi Piala Asia U-17 2025: Gawang Dafa Al Gasemi Tetap Perawan
Ari Prayoga | 28 Oktober 2024 10:55
Bola.net - Hasil imbang 0-0 sudah cukup untuk mengantar Timnas Indonesia U-17 lolos ke putaran final Piala Asia U-17 2025. Kesuksesan ini diraih berkat hasil impresif di babak kualifikasi.
Timnas Indonesia U-17 lolos dengan status runner-up terbaik. Tim asuhan Nova Arianto itu mengantongi 7 poin dari tiga pertandingan. Sebenarnya, nilai yang didapatkan sama dengan Australia U-17.
Perlu diketahui, di babak kualifikasi, hanya lima runner-up terbaik yang bisa mendampingi juara grup ke Piala Asia U-17 2025.
Perhitungan runner-up terbaik agak berbeda. Karena ada grup yang diikuti lebih dari 4 negara, bahkan ada yang 3 negara karena mundurnya Lebanon. Sehingga perhitungan hanya dilakukan untuk pertandingan tiga tim teratas.
Hingga semalam, Indonesia ada di urutan 3 runner up terbaik. Jadi, hasil imbang melawan Australia sangat penting. Beda cerita jika tim besutan Nova Arianto itu menelan kekalahan.
Berikut 3 fakta keberhasilan Timnas Indonesia U-17 lolos ke Piala Asia U-17.
Selalu Clean Sheet

Meski lolos sebagai runner-up, Timnas Indonesia U-17 punya catatan pertahanan terbaik. Dari tiga pertandingan kualifikasi, gawang mereka tidak kebobolan. Tiga kali clean sheet jadi bukti kukuhnya pertahanan tim.
Sosok di bawah mistar, Dafa Al Gasemi banyak menuai pujian, karena dia selalu jadi pilihan utama.
Hanya saat melawan Kepulauan Mariana Utara dia tidak bekerja keras di lapangan. Namun, saat melawan Kuwait dan Australia, dia harus jatuh bangun mempertahankan gawangnya.
Bakat Dafa ternyata sudah tercium oleh klub Liga 1. Pada usia 16 tahun, statusnya kini sudah bersama tim senior Dewa United. Meski belum dapat kesempatan debut di kasta tertinggi sepakbola Indonesia, Dafa memperlihatkan kemampuannya bersama Timnas Indonesia U-17.
Selain kerja sang kiper, para pemain belakang juga layak dipuji. Dikomandoi Putu Panji dan Mathew Baker, mereka selalu bermain disiplin.
Saat melawan Australia, beberapa kali pertahanan ini ditembus. Tapi mereka melakukan cover kembali agar lawan tidak leluasa menyelesaikan peluang yang didapat.
Main Cerdik

Saat melawan Australia, Timnas Indonesia U-17 memilih tampil bertahan. Mereka melakukan serangan balik cepat ketika mendapatkan bola.
Pada babak kedua, juga hampir sama. Bedanya, Zahaby Gholy dkk. tidak terlalu agresif melakukan pressing kepada Australia yang menguasai permainan.
Taktik cerdik untuk mengamankan hasil imbang, karena satu poin tambahan sudah cukup membawa tiket ke Piala Asia U-17. Tentu akan ada ragam reaksi dari netizen terkait strategi bertahan ini.
Namun, hal ini tidak melanggar aturan. Lantaran Australia hanya memainkan ball possession di area tengah. Mereka tidak berani banyak menyerang lantaran khawatir terkena serangan balik Indonesia.
Pertama Kali Main Tanpa Gol Lawan Australia

Dari data yang dihimpun Bola.net, di kelompok usia U-17, Indonesia dan Australia sudah 6 kali bertemu. Itu termasuk laga yang berlangsung di Kuwait semalam. Dari head to head, Australia masih unggul. Mereka menang lima kali, sekali imbang dan kalah.
Pertandingan terakhir di Kuwait jadi kali pertama yang berakhir tanpa gol. Sebelumnya, selalu dihiasi dengan banyak gol, seperti di Piala AFF U-17 2008 silam.
Waktu itu Indonesia dihajar 0-6. Setelah di tahun 2013, skor 2-2 terjadi pada awktu normal dan Indonesia menang 5-4 lewat adu penalti. Masih di ajang Piala AFF U-17, pada 2017, Indonesia kalah 3-7.
Setahun berikutnya Indonesia kalah 2-3 di ajang Piala Asia U-17. Pada 2024, lagi-lagi Timnas Indonesia U-17 kalah di Piala AFF U-17 dengan skor 3-5. Artinya, skor imbang tanpa gol memang diluar kebiasaan alias rekor baru.
Klasemen Grup G
Disadur dari: Bola.com (Iwan Setiawan, Benediktus Gerendo P) 28 Oktober 2024
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tantang Fenerbahce, Liverpool Nostalgia Malam Magis di Istanbul
Liga Champions 4 November 2026, 14:40
-
Jose Mourinho Peringatkan Real Madrid untuk Tidak Jemawa ketika Hadapi AEK Athens
Liga Champions 4 November 2026, 14:20
-
Tempat Menonton Melbourne Victory vs Persib, 4 November 2026
Bola Indonesia 4 November 2026, 14:15
-
Link Streaming Melbourne Victory vs Persib, 4 November 2026
Bola Indonesia 4 November 2026, 14:09
-
Bocah Ajaib Manchester United itu Bernama Shea Lacey
Liga Champions 4 November 2026, 14:00
LATEST UPDATE
-
Hadapi Liverpool, Bos Fenerbahce Janji Gak Baper Lawan Mantan!
Liga Champions 4 November 2026, 16:40
-
Jamu Real Madrid, AEK Athens Bersiap untuk Parkir Bus demi Raih Kemenangan!
Liga Champions 4 November 2026, 16:20
-
Rodri Alami Cedera Hamstring, Terancam Absen saat Barcelona Hadapi Atletico Madrid
Liga Champions 4 November 2026, 16:03
-
Bekuk AS Roma, Bukti Manchester United Bukan Tim yang Jelek!
Liga Champions 4 November 2026, 16:00
-
MU Comeback 3-2 Lawan AS Roma, Apa Sih Rahasianya, Wahai Michael Carrick?
Liga Champions 4 November 2026, 15:40
-
Youri Tielemans Dedikasikan Kemenangan MU atas AS Roma untuk Michael Carrick
Liga Champions 4 November 2026, 15:20
-
Arsenal Menang Mudah di Kandang Slavia Praha? Kayaknya Enggak Deh!
Liga Champions 4 November 2026, 15:00
-
Tantang Fenerbahce, Liverpool Nostalgia Malam Magis di Istanbul
Liga Champions 4 November 2026, 14:40
-
Jose Mourinho Peringatkan Real Madrid untuk Tidak Jemawa ketika Hadapi AEK Athens
Liga Champions 4 November 2026, 14:20
-
Tempat Menonton Melbourne Victory vs Persib, 4 November 2026
Bola Indonesia 4 November 2026, 14:15
-
Link Streaming Melbourne Victory vs Persib, 4 November 2026
Bola Indonesia 4 November 2026, 14:09
-
Bocah Ajaib Manchester United itu Bernama Shea Lacey
Liga Champions 4 November 2026, 14:00
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18


