3 Strategi Patrick Kluivert Saat Timnas Indonesia Kalah dari Irak: Pertahanan Lebih Rapat, Hasil Tetap Mengecewakan
Asad Arifin | 12 Oktober 2025 11:13
Bola.net - Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, melakukan sejumlah penyesuaian penting saat timnya menghadapi Irak pada lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Perubahan itu tidak hanya terlihat dari komposisi pemain, tetapi juga dari pendekatan taktik yang ia terapkan.
Dalam laga yang digelar di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah, Minggu (12/10/2025), perubahan strategi Kluivert sempat membawa dampak positif terhadap performa Skuad Garuda.
Secara permainan, Indonesia tampil lebih kompak dan terorganisasi dibandingkan ketika berhadapan dengan Arab Saudi. Meski demikian, peningkatan performa tersebut belum berujung pada hasil yang diharapkan. Tim Garuda harus mengakui keunggulan Irak dengan skor tipis 0-1 lewat gol yang dicetak Zidane Iqbal.
Kekalahan ini sekaligus menutup perjalanan panjang Indonesia di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Berikut tiga strategi utama yang diterapkan Patrick Kluivert saat menghadapi Singa Mesopotamia.
Rotasi Berani di Starting XI

Kluivert menunjukkan keberaniannya dengan melakukan rotasi besar pada susunan pemain inti. Komposisi starter yang diturunkan melawan Irak berbeda signifikan dari laga sebelumnya kontra Arab Saudi.
Setidaknya ada lima perubahan yang dilakukan sejak menit awal. Di lini belakang, Rizky Ridho kembali dipercaya tampil sejak awal. Di sektor tengah, Calvin Verdonk dan Thom Haye juga diberi kesempatan sebagai starter.
Sementara di lini depan, dua wajah baru muncul: Eliano Reijnders yang menempati posisi sayap kanan, serta Mauro Zijlstra yang diplot sebagai penyerang utama. Kombinasi ini membuat permainan Indonesia terlihat lebih hidup dan terstruktur sejak awal babak pertama dibandingkan laga sebelumnya.
Pertahanan Fleksibel dengan Transisi Tiga Bek

Secara formasi dasar, Indonesia tetap menggunakan pola yang tidak jauh berbeda dari laga sebelumnya. Namun, ada perubahan di lini belakang dengan duet Rizky Ridho dan Jay Idzes sebagai bek tengah utama.
Posisi bek kanan diisi oleh Kevin Diks, sedangkan Dean James menempati sisi kiri. Yang menarik, dalam fase build-up, formasi pertahanan Indonesia sering berubah menjadi tiga bek sejajar, Diks, Ridho, dan Idzes, untuk mempermudah sirkulasi bola dari belakang.
Peran Diks sangat vital dalam skema ini. Saat fase membangun serangan, ia membantu transisi bola ke lini tengah dan sisi kanan. Namun ketika tim mulai menekan, Diks naik untuk memberikan opsi tambahan di sektor serangan.
Penguasaan Bola Lebih Percaya Diri dan Efektif

Perubahan di lini tengah memberi dampak signifikan terhadap gaya bermain Indonesia. Duet Calvin Verdonk dan Joey Pelupessy, yang didukung Thom Haye, memberikan keseimbangan dan kendali lebih baik di area tengah.
Kehadiran trio ini membuat distribusi bola Indonesia menjadi lebih rapi dan efisien, berbeda dari laga sebelumnya saat Marc Klok tampil dan membuat transisi serangan berjalan kurang lancar. Kali ini, Verdonk dan Haye berperan besar sebagai motor penggerak dalam membangun serangan.
Berkat kombinasi tersebut, Indonesia sempat beberapa kali unggul dalam penguasaan bola atas Irak di sejumlah fase permainan. Sayangnya, meski aliran bola berjalan lebih lancar, tim Garuda gagal memanfaatkan peluang menjadi gol, hal yang pada akhirnya menjadi pembeda hasil akhir di laga ini.
Disadur dari Bola.com: Radifa Arsa, 12 Oktober 2025
Baca Ini Juga:
- Terasa Menyayat Hati, Beginilah Suasana Ruang Ganti Timnas Indonesia Setelah Mimpi Piala Dunia 2026 Pupus
- Bedah Gol Zidane Iqbal ke Gawang Timnas Indonesia: Irak Terinspirasi Arsenal dan Permainan Futsal?
- 4 Kontroversi Wasit Ma Ning di Laga Timnas Indonesia vs Irak: 2 Klaim Penalti Diabaikan, Tak Lihat VAR, dan 3 Kartu Merah
- Dimulai 12 Oktober 2023 dan Berakhir 12 Oktober 2025: Cerita 731 Hari Timnas Indonesia Kejar Tiket Piala Dunia 2026
- Sudah Berikan Segalanya, Jay Idzes Bangga dengan Perjuangan Timnas Indonesia
- Kalah dari Irak, Timnas Indonesia Dirugikan Sejumlah Keputusan Wasit dari China
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi BRI Super League: Arema vs Persik 11 Januari 2026
Bola Indonesia 10 Januari 2026, 17:53
-
Prediksi BRI Super League: Persib vs Persija Jakarta 11 Januari 2026
Bola Indonesia 10 Januari 2026, 17:44
LATEST UPDATE
-
Jadwal Pertandingan Proliga 2026 Pekan Kedua Putaran I di Medan, 15-18 Januari 2026
Voli 12 Januari 2026, 11:46
-
Prediksi BRI Super League: PSBS Biak vs Bhayangkara FC 12 Januari 2026
Bola Indonesia 12 Januari 2026, 11:35
-
Kalahkan Solskjaer, Michael Carrick Bakal Jadi Pelatih Interim Baru MU?
Liga Inggris 12 Januari 2026, 11:01
-
5 Pelajaran dari Man Utd vs Brighton: Setan Merah Terjerembap ke Titik Terendah
Liga Inggris 12 Januari 2026, 10:44
-
Diogo Dalot: Manchester United Tidak Pantas Tersingkir dari FA Cup!
Liga Inggris 12 Januari 2026, 10:40
-
Manchester United Bakal Umumkan Manajer Interim Baru Paling Lambat Besok
Liga Inggris 12 Januari 2026, 10:27
-
Kalah dari Brighton, Darren Fletcher akui MU Begitu Rapuh!
Liga Inggris 12 Januari 2026, 10:16
-
Daftar Tanggal Launching 11 Tim Formula 1 Jelang Musim 2026
Otomotif 12 Januari 2026, 09:59
-
Daftar Lengkap Tim Lolos 32 Besar FA Cup 2025/2026
Liga Inggris 12 Januari 2026, 09:58
LATEST EDITORIAL
-
8 Mantan Anak Buah Ole Gunnar Solskjaer yang Masih Bertahan di Manchester United
Editorial 9 Januari 2026, 11:22
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52








