5 Pelajaran dari Kekalahan 1-2 Timnas Indonesia kontra Libya: Kalah Sih, Tapi Peningkatan itu Ada!
Serafin Unus Pasi | 6 Januari 2024 07:43
Bola.net - Timnas Indonesia tumbang di pertandingan uji coba kedua melawan Timnas Libya. Dari kekalahan ini ada sejumlah hal yang bisa dipetik dari laga ini.
Kemarin malam, Timnas Indonesia berhadapan dengan timnas Libya di pertandingan uji coba. Ini merupakan uji coba kedua setelah tiga hari yang lalu kedua tim saling berhadapan di Antalya, Turki.
Kalah 4-0 di laga pertama, anak asuh Shin Tae-yong mencoba bangkit di laga ini. Namun apa daya, Skuat Garuda kembali tumbang dengan skor 2-1 di laga ini.
Dari kekalahan ini ada beberapa hal yang bisa dipetik sebagai pelajaran bagi Timnas Indonesia jelang Piala Asia 2023 nanti. Apa saja itu?
Simak selengkapnya di bawah ini.
Progress Bagus

Pelajaran pertama dari pertandingan kedua melawan Libya ini adalah Timnas Indonesia menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Permainan skuat Garuda tergolong stabil sejak awal pertandingan. Timnas Indonesia juga mampu mendominasi penguasaan bola di laga ini.
Stamina para pemain Indonesia tidak kedodoran seperti di pertandingan pertama. Selain itu permainan Marselino Ferdinan dkk juga lebih cair di laga ini. Jadi secara garis besar ada peningkatan performa yang signifikan di laga ini.
Kurang-kurangi Blunder

Satu catatan yang perlu diperbaiki Shin Tae-yong dari Timnas Indonesia dari laga ini adalah mereka wajib mengurangi blunder.
Seperti yang kami tulis sebelumnya, Timnas Indonesia bermain dengan apik di laga ini. Bahkan Timnas Indonesia mampu unggul duluan di laga ini.
Namun sayang gawang Ernando bobol dua kali di laga ini karena kesalahan para pemain Timnas sendiri. Semoga saja jatah blunder Timnas sudah habis di laga ini, karena di turnamen Piala Asia nanti haram hukumnya untuk membuat blunder jika Timnas mau melaju ke babak 16 besar.
Penyelesaian Akhir Perlu Diasah

PR lama yang nampaknya masih perlu dibenahi Shin Tae-yong dari skuat Garuda lagi lagi adalah masalah penyelesaian akhir.
Di laga ini, permainan Timnas cukup apik dan mengalir. Jika dibandingkan dengan pertandingan pertama, Timnas Indonesia membuat lebih banyak peluang apik di laga ini.
Namun sayang beberapa peluang emas yang dibuat Indonesia ini gagal menjadi gol karena penyelesaian akhir yang kurang baik. Shin Tae-yong harus memastikan Timnas tidak buang-buang peluang di Piala Asia nanti karena lawan yang dihadapi nanti jauh lebih berat daripada Libya, sehingga Skuat Garuda harus efisien setiap kali membuat peluang.
Jangan Sudutkan Marselino

Di laga ini, nama Marselino Ferdinan kembali jadi sorotan. Pasalnya sang wonderkid yang diharapkan jadi pembeda justru tampil di bawah standard.
Namun Bolaneters tidak boleh mengadili atau memojokkan sang pemuda berlebihan. Karena kita harus ingat bahwa Marselino sempat absen cukup lama akibat ia mengalami cedera.
Belum lagi ia minim jam bermain di KMSK Deinze, sehingga ia tidak memiliki match fitness yang bagus. Meski begitu Marselino harus lebih bekerja keras untuk mengembalikan performa terbaiknya karena Piala Asia sudah di depan mata.
Tiga Bek Lebih Cair

Pelajaran terakhir dari pertandingan melawan Libya ini adalah Shin Tae-yong nampaknya lebih baik memakemkan skema tiga bek.
Di pertandingan pertama, pelatih asal Korea itu sempat mencoba skema empat bek. Namun nampaknya skema ini tidak berjalan dengan baik.
Sementara skema tiga bek Shin Tae-yong terbukti lebih tokcer. Permainan Timnas Indonesia jadi lebih cair, karena skema ini sudah biasa mereka gunakan sebelumnya.
Selain itu menarik ditunggu bagaimana eksperimen STY yang menjadikan Justin Hubner gelandang. Karena di laga kemarin, performa Hubner di laga itu tergolong cukup apik sebagai gelandang.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kylian Mbappe Tembus 100 Kontribusi Gol Bersama Real Madrid
Liga Spanyol 27 Agustus 2026, 07:07
-
Man of the Match Real Madrid vs Real Sociedad: Kylian Mbappe
Liga Spanyol 27 Agustus 2026, 04:28
-
Hasil Real Madrid vs Real Sociedad: Mbappe Hattrick, Los Blancos Menang Telak
Liga Spanyol 27 Agustus 2026, 04:16
LATEST UPDATE
-
Prediksi Crystal Palace vs Man City 29 Agustus 2026
Liga Inggris 27 Agustus 2026, 13:16
-
Jonathan David Ngotot Bertahan di Juventus meski Banyak Klub Mengincar
Liga Italia 27 Agustus 2026, 13:15
-
Prediksi AC Milan vs Venezia 29 Agustus 2026
Liga Italia 27 Agustus 2026, 12:45
-
Prediksi LOSC vs PSG 29 Agustus 2026
Liga Eropa Lain 27 Agustus 2026, 12:34
-
Liverpool Alihkan Perhatian ke Ismaila Sarr setelah Gagal Dapatkan Minteh
Liga Inggris 27 Agustus 2026, 12:15
-
Prediksi Bayern vs VfB Stuttgart 29 Agustus 2026
Bundesliga 27 Agustus 2026, 11:58
-
Chelsea Sepakat Lepas Nicolas Jackson ke Aston Villa dengan Harga Fantastis
Liga Inggris 27 Agustus 2026, 11:35
-
Drawing Liga Champions: Calon Lawan Wakil-wakil Jerman
Liga Champions 27 Agustus 2026, 11:01
-
Semua yang Perlu Diketahui Fans Real Madrid Tentang Drawing Liga Champions
Liga Champions 27 Agustus 2026, 10:55
-
Chelsea Pertimbangkan Emiliano Martinez usai Robert Sanchez Buat Blunder
Liga Inggris 27 Agustus 2026, 10:55
-
Calon Lawan Liverpool di Drawing Liga Champions 2026-27
Liga Champions 27 Agustus 2026, 10:25
-
Aturan Liga Champions UEFA, Arsenal Takkan Hadapi Inter Milan di San Siro
Liga Champions 27 Agustus 2026, 10:17
-
Hattrick Kylian Mbappe Bikin Jose Mourinho Terpesona di Real Madrid
Liga Spanyol 27 Agustus 2026, 10:15
-
Barcelona Menanti Lawan di Drawing Liga Champions 2026-27
Liga Champions 27 Agustus 2026, 10:07
-
Barcelona vs Bilbao: Pertemuan 2 Pelatih Jerman di Camp Nou
Liga Spanyol 27 Agustus 2026, 10:00
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51


