5 Pelajaran Kekalahan Indonesia di Leg Pertama Final Piala AFF: Pohon Natal, Jay, dan Gegenpressing!
Asad Arifin | 29 Desember 2021 21:37
Bola.net - Timnas Thailand tampil dominan dan perkasa pada leg pertama final Piala AFF 2020 melawan Timnas Indonesia. Pada duel di National Stadium, Rabu (29/12/2021) malam WIB, Thailand menang dengan skor 4-0.
Thailand unggul cepat pada babak pertama lewat gol Chanathip Songkrasin. Messi dari Thailand itu mencetak gol pada menit ke-2.
Tiga gol Thailand lainnya tercipta pada babak kedua. Chanathip menambah satu gol. Lalu, ada gol dari Supachok Sarachat dan Bordin Phala. Thailand benar-benar tampil gemilang.
Hasil ini membuat satu kaki Thailand sudah berada di podium juara Piala AFF 2020. Lantas, apa pelajaran yang bisa dipetik dari duel Indonesia vs Thailand? Simak di bawah ini ya Bolaneters:
Gegenpressing Thailand

Thailand bermain dengan pressing yang sangat kuat. Bahkan, rasanya tidak berlebihan jika menyebut Thailand pada laga ini memainkan gegenpressing dengan sangat baik pada babak pertama.
Thailand sudah mendapat peluang saat laga belum berjalan satu menit. Pressing yang sangat intens terus dilakukan hingga pertengahan babak pertama. Saat kondisi sudah aman, mereka baru mengendurkan tekanan.
Pada menit ke-32, Mano Polking yang berada di pinggir lapangan tertangkap kamera meminta timnya menurunkan tempo. Para pemain Thailand pun menerapkannya dengan sangat baik.
Perubahan Formasi dan Starting XI

Mano Polking mengubah formasi dasar Thailand pada final leg pertama ini. Jika pada laga sebelumnya dia bermain dengan 4-3-1-2, kali ini Polking memakai formasi 4-3-2-1 alias formasi pohon Natal.
Bukan hanya mengubah formasi, Polking juga mengubah susunan pemain. Philip Roller, Supachok Sarachat, dan Bordin Phala dimainkan sejak menit awal. Ketiganya tidak bermain pada leg kedua semifinal melawan Vietnam.
Roller memberi banyak ancaman di sisi kiri pertahanan Indonesia. Phala jadi pemain yang sangat merepotkan untuk Asnawi. Sementara, Sarachat mampu membuat bek tengah Indonesia kocar-kacir.
Bocor di Sayap

Mano Polking telah menyaksikan paling tidak tiga laga Indonesia di Piala AFF 2020. Dia pun menemukan celah di lini belakang Indonesia. Thailand banyak menyerang sisi sayap dan ruang antarlini dan menemukan banyak celah.
Bukan hanya area yang dijaga Edo Febriansyah, tapi juga Asnawi. Kedua sisi diincar Thailand. Bukan hanya lewat skill individu, tapi juga lewat umpan kombinasi dengan ruang-ruang yang sempit.
Kualitas Individu Jay

Pada akhirnya, harus diakui bahwa level individu pemain Thailand lebih baik dibanding Indonesia. Chanathip 'Jay' Songkrasin yang telah bermain di J1 League membuat perbedaan yang mencolok.
Jay sangat tenang dan menjadi pemain yang menentukan bagi Thailand. Bermain sangat efektif dan mencetak gol pada momen penting.
Mungkin, jika Thailand menjadi juara Piala AFF, Jay akan mendapatkan gelar Pemain Terbaik Piala AFF 2020.
Masih Berharap pada Leg Kedua?

Begitu unggul dengan skor 3-0, Thailand mulai mengganti para pemain utamanya. Jay diganti. Sebelumnya, Dangda juga diganti. Mano Polking tampaknya sudah memikirkan recovery untuk leg kedua. Tapi, mereka bisa mendapatkan gol keempat.
Lantas, bagaimana dengan Indonesia? Apakah masih ada harapan untuk menjadi juara Piala AFF pada leg kedua nanti?
Seperti yang sering dikatakan Shin Tae-yong, bola itu bundar. Segalanya masih bisa terjadi pada leg kedua nanti. Jika Liverpool punya cerita indah di Istanbul, mengapa Indonesia tidak boleh berharap cerita yang sama di Kallang?
Baca Ini Juga ya Bolaneters:
- Babak Pertama Leg 1 Final Piala AFF 2020, Indonesia Tertinggal 0-1 dari Thailand
- Final Piala AFF 2020, Ini Dua Pemain Timnas Indonesia yang Ngebet Ganyang Thailand
- Susunan Pemain Timnas Indonesia di Leg 1 Final Piala AFF 2020 Vs Thailand: Dedik dan Edo Starter
- Final Piala AFF 2020: Pasti Bisa! Greysia Polii cs Dukung Timnas Indonesia Jadi Juara!
- Final Piala AFF 2020: Timnas Indonesia Pantang Anggap Remeh Kiper Kedua Thailand
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di SCTV, 20-22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 08:25
-
Emil Audero Cleansheet, Aksi Heroik Gagalkan Kemenangan Verona
Liga Italia 20 Januari 2026, 08:24
-
Gagal Penalti tapi Cetak Brace, Nico Paz Jadi Mimpi Buruk Lazio di Olimpico
Liga Italia 20 Januari 2026, 08:07
LATEST UPDATE
-
Jadwal Lengkap Premier League 2025/2026 Live di SCTV dan Vidio
Liga Inggris 20 Januari 2026, 08:52
-
Man City Main di Lapangan Sintetis dan Beku, Pep Guardiola: Dilarang Cengeng!
Liga Champions 20 Januari 2026, 08:49
-
Jadwal Lengkap Indonesia Masters 2026, 20-25 Januari 2026
Bulu Tangkis 20 Januari 2026, 08:45
-
Marc Guehi Tiba, Pep Guardiola Gembira
Liga Inggris 20 Januari 2026, 08:25
-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di SCTV, 20-22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 08:25
-
Emil Audero Cleansheet, Aksi Heroik Gagalkan Kemenangan Verona
Liga Italia 20 Januari 2026, 08:24
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06
-
5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey Abad Ini
Editorial 16 Januari 2026, 10:19
-
5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane, Klopp, Siapa Lagi?
Editorial 15 Januari 2026, 07:26










