5 Pemain dengan Performa Terbaik saat Timnas Indonesia Jumpa Curacao
Abdi Rafi Akmal | 28 September 2022 11:01
Bola.net - Indonesia tidak mengejutkan Curacao sekali, tapi sampai dua kali. Setelah menang 3-2 pada pertemuan pertama, Indonesia menang lagi dengan skor 2-1 atas tim dari CONCACAF tersebut, Selasa (27/9/2022) malam WIB.
Gol kemenangan Indonesia dicetak oleh Dimas Drajad di menit ke-2 dan Dendy Sulistyawan di menit ke-87. Sementara itu, Curacao hanya mampu membalas sekali lewat lesakan dari Jeremy Antonisse di menit ke-47.
Dua kali kemenangan yang diraih Garuda bukan keberuntungan semata. Ada racikan strategi yang apik dari Shin Tae-yong. Strategi itu juga berjalan sempurna karena penampilan apik para pemain di lapangan.
Terlepas dari permainan kolektif yang ditunjukkan timnas, beberapa pemain di antaranya tampil menonjol. Berikut ini adalah lima pemain Indonesia dengan performa terbaik saat jumpa Curacao.
Dimas Drajad

Menilai seorang pemain hanya dari jumlah golnya memang seringkali tidak tepat. Oleh sebab itu, koleksi satu gol milik Dimas di masing-masing pertandingan tidak jadi tolok ukur betapa baiknya performanya.
Dimas seolah memberikan harapan atas keinginan masyarakat Indonesia melihat penyerang lokal yang bertaji. Dimas tidak hanya menunjukkan itu dengan dua golnya, tetapi juga memberikan bonus.
Bonus yang dimaksud adalah, penyerang milik Persikabo 1973 ini pandai dalam melakukan kombinasi permainan dari tengah ke depan. Sebagai seorang penyerang, Dimas juga tidak egois untuk mencetak gol bagi dirinya sendiri.
Pergerakan tanpa bola penyerang berusia 25 tahun itu juga efektif. Ia tidak hanya bergerak mencari ruang di kotak penalti. Sesekali, Dimas bisa menyamping untuk membantu pemain sayap atau turun untuk menjemput bola.
Yakob Sayuri

Tanpa Asnawi di dua pertandingan membuat performa Yakob terkuak. Walaupun dikenal sebagai seorang pemain sayap, di dua pertandingan ini, ia tampil impresif di luar posisi aslinya.
Posisi yang paling kentara perbedaannya pada pertandingan kedua. Pemain milik PSM Makassar ini tidak dipasang sebagai wing back, tetapi bek kanan murni dalam sistem empat bek.
Kemampuan bertahannya memang masih perlu diasah, tetapi atribut bertahan yang dimilikinya sudah cukup mumpuni mengawal sisi kanan pertahanan Indonesia. Dengan begini, Yakob akan jadi pemain sayap yang komplet.
Sebab, pemain berusia 25 tahun ini sudah sangat cemerlang untuk atribut ofensifnya. Ia punya kecepatan, teknik, dan insting mengkreasikan peluang. Yakob hanya perlu beradaptasi dengan sistem permainan dari STY.
Pratama Arhan

Arhan masih seperti biasa, bahwa ia luar biasa. Walaupun baru mendapat kesempatan bermain sekali bersama Tokyo Verdy di J2 League, Arhan menunjukkan bahwa kualitasnya tidak menurun.
Hal paling tampak dari Arhan di laga ini adalah kekuatan fisiknya. Mau itu dimainkan dalam sistem tiga bek atau empat bek, tenaga pemain berusia 20 tahun itu seolah tidak ada batasnya.
Ia tampil disiplin dan solid mengawal sisi kiri pertahanan Indonesia dari kecepatan para pemain sayap Curacao. Begitu menyerang, Arhan gantian merepotkan barisan pertahanan Curacao dengan overlapping-nya.
Elkan Baggott

Jelas ada alasan di balik pemilihan Baggott sebagai bek tengah utama Indonesia dalam dua laga beruntun. Alasan itu salah satunya adalah kemampuan komplet yang dimiliki pemain blasteran Inggris tersebut.
Baggott punya postur setinggi 194 cm, jauh lebih tinggi daripada rata-rata pemain Indonesia. Ini memudahkannya untuk mengamankan duel-duel udara dengan pemain Curacao.
Pemain yang kini bermain untuk Gillingham FC juga punya pemosisian yang sangat bagus di lapangan. Baggott tidak perlu selalu agresif untuk meredam serangan lawan, tetapi hanya perlu memposisikan dirinya di tempat yang tepat untuk mencegah peluang lawan tercipta.
Satu atribut lagi yang membuatnya jadi bek tengah komplet milik Indonesia, yaitu kemampuan distribusinya. Pemain berkaki kidal ini punya akurasi umpan bawah dan atas yang sama bagusnya. Baggott juga tahu kapan harus melakukan progresi dengan dribel ke depan.
Witan Sulaeman

Berkarier di Eropa telah meningkatkan satu aspek penting dari diri Witan, yaitu pengambilan keputusan. Pemain yang aslinya memang sudah dibekali teknik mumpuni ini tahu kapan dan untuk apa kemampuannya digunakan.
Witan punya kecepatan untuk bisa dikombinasikan dengan kemampuan olah bolanya itu. Oleh sebab itu, pemain berusia 20 tahun ini kerap kali dimainkan di posisi sayap.
Namun, pemain yang kini membela AS Trencin, klub di Slovakia, itu juga bisa dimainkan di tengah atau tepatnya di belakang penyerang. Alasannya, Witan punya kemampuan pembacaan ruang yang sangat baik di lapangan.
Ia bisa menciptakan koneksi dari tengah ke depan untuk membantu tim menyerang. Witan juga bukan pemain yang harus selalu mencetak gol, tetapi bisa berperan untuk melayani rekan-rekannya yang sudah siap di depan.
Coba Baca yang Ini Juga!
Timnas Indonesia 2, Curacao 1, dan Jitunya Rotasi yang Dilakukan Shin Tae-yong
Rekor Shin Tae-yong vs Tim CONCACAF makin Cemerlang usai Timnas Indonesia 2 Kali Kalahkan Curacao
Argentina belum Terkalahkan, Suporter Timnas Indonesia Serukan 'Tantangan': Ayo Sparring, Kalah Baya
Timnas Indonesia Polesan STY Tambah Oke, Netizen: Yuk Lawan Inggris, Mumpung Masih Ada Southgate dan
4 Pemain yang Tidak Pernah Dimainkan Shin Tae-yong pada 2 Laga Uji Coba Lawan Curacao
Suporter Timnas Indonesia Makin Cinta pada Shin Tae-yong: Kamulah Satu-satunya
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Gokil! Bos Besar Pastikan AC Milan Bakal Jor-joran di Bursa Transfer Januari 2027
Liga Italia 30 Oktober 2026, 17:28
-
Sudah Tidak Bahagia di MU, Barcelona Siap Jadi Rumah Baru untuk Lisandro Martinez
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:00
-
AC Milan Mulai Linglung, Apakah Ruben Amorim Bakal Dipecat?
Liga Italia 30 Oktober 2026, 16:48
-
Sesko Cedera, MU Pertimbangkan Gaet Striker Timnas Inggris Ini
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 16:33
LATEST UPDATE
-
Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
Piala Dunia 30 Oktober 2026, 22:20
-
Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:07
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Madura United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:10
-
Prediksi BRI Super League: Persik vs Persita 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:05
-
Prediksi BRI Super League: Arema FC vs Bali United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:00
-
Prediksi BRI Super League: Dewa United vs Persija 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 19:55
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
-
Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:00
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
-
Legenda Liverpool Dukung MU Pekerjakan Unai Emery: Dia Pelatih yang Luar Biasa!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:54
-
Kabar Baik MU? Ada Klub Inggris yang Mau Beli Marcus Rashford
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:41
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




