"Ada Yang Mencederai Spirit Rekonsiliasi"
Editor Bolanet | 21 Maret 2013 16:49
- Tommy Rusian Arief menilai ada beberapa pihak yang berusaha untuk mencederai semangat rekonsiliasi yang saat ini tengah diperjuangkan. Salah satunya adalah saat pergantian pelatih timnas dari Luis Blanco kepada duet Rahmad Darmawan-Jacksen F Tiago.
Tim nasional Indonesia akan menghadapi Arab Saudi, dalam lanjutan Pra Piala Asia 2015, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (23/3). Tim tersebut, kini dibesut duet pelatih Rahmad Darmawan dan Jacksen Ferreira Tiago.
Padahal, Badan Tim Nasional (BTN) semula resmi menunjuk pelatih asal Argentinya, Luis Manuel Blanco. Pergantian posisi pelatih tersebut, menyusul terjadinya konflik di dalam Timnas. Yakni, ketika Blanco mencoret sebanyak 14 pemain, Jumat (15/3).
Meski begitu, seharusnya dikomunikasikan dan tidak perlu berujung pergantian pelatih. Alhasil, menunjukkan adanya pihak-pihak yang menciderai spirit rekonsiliasi. Seharusnya, bisa saling menjaga kehormatan semua pihak. Selain itu, tidak ada yang ditinggalkan apalagi dipermalukan, ujar Direktur Media PSSI sekaligus BTN, Tommy Rusian Arief.
Ditambahkannya lagi, penggantian pelatih secara sepihak merupakan sikap yang tidak objektif. Terlebih, tidak mencerminkan semangat rekonsiliasi karena ada pihak yang dipermalukan.
Sebagai pelatih, Blanco belum bekerja. Bagaimana mungkin kita bisa melakukan evaluasi secara objektif jika seperti ini, sambungnya.
Tommy berharap, kondisi tersebut tidak terus berlarut. Sehingga, Blanco bisa kembali menempati posisinya. Jika tidak demikian, dikatakannya lagi, bukan mustahil jika Blanco akan mengadu ke FIFA maupun federasi sepakbola Argentina. (esa/dzi)
Tim nasional Indonesia akan menghadapi Arab Saudi, dalam lanjutan Pra Piala Asia 2015, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (23/3). Tim tersebut, kini dibesut duet pelatih Rahmad Darmawan dan Jacksen Ferreira Tiago.
Padahal, Badan Tim Nasional (BTN) semula resmi menunjuk pelatih asal Argentinya, Luis Manuel Blanco. Pergantian posisi pelatih tersebut, menyusul terjadinya konflik di dalam Timnas. Yakni, ketika Blanco mencoret sebanyak 14 pemain, Jumat (15/3).
Meski begitu, seharusnya dikomunikasikan dan tidak perlu berujung pergantian pelatih. Alhasil, menunjukkan adanya pihak-pihak yang menciderai spirit rekonsiliasi. Seharusnya, bisa saling menjaga kehormatan semua pihak. Selain itu, tidak ada yang ditinggalkan apalagi dipermalukan, ujar Direktur Media PSSI sekaligus BTN, Tommy Rusian Arief.
Ditambahkannya lagi, penggantian pelatih secara sepihak merupakan sikap yang tidak objektif. Terlebih, tidak mencerminkan semangat rekonsiliasi karena ada pihak yang dipermalukan.
Sebagai pelatih, Blanco belum bekerja. Bagaimana mungkin kita bisa melakukan evaluasi secara objektif jika seperti ini, sambungnya.
Tommy berharap, kondisi tersebut tidak terus berlarut. Sehingga, Blanco bisa kembali menempati posisinya. Jika tidak demikian, dikatakannya lagi, bukan mustahil jika Blanco akan mengadu ke FIFA maupun federasi sepakbola Argentina. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Hasil Lengkap Pertandingan Indonesia Open 2026
Bulu Tangkis 6 Juni 2026, 11:51
-
Jadwal Lengkap Pertandingan Indonesia Open 2026, 2-7 Juni 2026
Bulu Tangkis 6 Juni 2026, 11:51
-
Persija Umumkan Pelatih Baru Senin, Nama Shin Tae-yong Menggema
Bola Indonesia 6 Juni 2026, 11:18
-
After Gym Makin Simpel! Banyak Cowok Beralih ke Produk 2in1 Hair & Body
Lain Lain 6 Juni 2026, 09:50
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47













