Alasan Andre Rosiade Getol Suarakan Shin Tae-yong jadi Pelatih Timnas Indonesia Lagi: Faktor Efisiensi, Tanpa Signing Fee
Asad Arifin | 29 Oktober 2025 04:35
Bola.net - Timnas Indonesia masih berstatus tanpa pelatih kepala setelah PSSI sepakat berpisah dengan Patrick Kluivert beserta jajaran stafnya. Keputusan ini diambil usai kegagalan Skuad Garuda di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Maarten Paes dan kolega menelan dua kekalahan beruntun di fase tersebut, yang membuat mereka gagal menembus putaran final. Situasi ini memunculkan sejumlah nama yang dikaitkan dengan posisi pelatih Timnas Indonesia, termasuk mantan juru taktik Garuda, Shin Tae-yong.
Salah satu yang menyuarakan kemungkinan kembalinya Shin Tae-yong adalah penasihat Semen Padang, Andre Rosiade. Menurutnya, sebelum kembali menggandeng pelatih asal Korea Selatan itu, PSSI perlu melakukan evaluasi menyeluruh.
"Saya menawarkan proposal yang objektif dan rasional, pertama lakukan evaluasi. Yang kedua saya mengusulkan CLBK dengan Shin Tae-yong," ungkap Andre Rosiade di Cibis, Jakarta Selatan, Selasa (28/10/2025) sore.
Efisiensi Jadi Alasan Utama

Andre menilai PSSI bisa melakukan langkah efisien jika kembali menunjuk Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala. Ia menyoroti bahwa kondisi keuangan federasi kini tidak sama seperti ketika Erick Thohir masih menjabat sebagai Menteri BUMN.
"Apa alasan saya mengusulkan CLBK dengan Shin Tae-yong? Banyak hal. Pertama, setelah ketua umum PSSI Pak Erick Thohir jadi mempora, otomatis PSSI enggak dapat APBN lagi," ungkap Andre Rosiade.
"Karena enggak mungkin dong mempora yang melola APBN untuk menyerahkan APBN untuk dikelola lagi oleh Ketua Umum PSSI namanya Erick Tohir. Betul kan? Jadi, uang masuk PSSI dari APBN itu udah hilang. Untuk itu kita harus lakukan apa? Efisiensi," sambungnya.
Tak Perlu Signing Fee

Selain soal efisiensi, Andre juga menyebut bahwa situasi Shin Tae-yong yang saat ini tanpa klub bisa menguntungkan PSSI dari sisi finansial. Shin baru saja dilepas oleh klub Korea Selatan, Ulsan HD, sehingga tidak ada biaya tambahan yang perlu dikeluarkan.
"Salah satu keuntungan kita memilih STY, PSSI tidak perlu membayar signing fee itu. Yang kedua, kompensasi kita bayar STY itu bisa dikonversi jadi gajian STY sampai Piala Asia 2027," jelas Andre.
Lebih jauh, Andre juga menegaskan pentingnya target yang jelas bagi siapapun pelatih yang akan menangani Timnas Indonesia ke depan.
"Wajib juara AFF misalnya, kalau enggak bisa dipecat. Yang kedua, wajib masuk keempat besar Piala Asia misalnya, kalau enggak bisa, dipecat," tandas Andre.
Sumber: Bola.com/Hery Kurniawan
Baca Ini Juga:
- Ketika Chelsea dan Liverpool Jadi Korban Gol Skema Pratama Arhan
- Baru 24 Tahun Sudah Jadi Kapten Timnas Indonesia, Rahasia Kepemimpinan Jay Idzes Terungkap
- Ricky Kambuaya Akui Mental Timnas Indonesia Drop Setelah Gagal ke Piala Dunia 2026
- Jay Idzes Ingat Momen Cetak Gol ke Gawang Juventus: Bukti Kualitas Pemain Indonesia Tak Kalah
- Hasil Fortuna Sittard vs Groningen: Justin Hubner Turun di Babak Kedua, Gagal Bantu Timnya Selamat dari Kekalahan
- Hasil Borussia Monchengladbach vs Bayern Munchen: Kevin Diks Berandil Dapatkan Penalti, Sayang Timnya Malah Kalah Telak
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Tonali dan Anderson Kemahalan, MU Lirik Gelandang Asal Brasil Ini?
Liga Inggris 2 April 2026, 14:24
-
Seruan Reformasi Badan Federasi Sepak Bola Italia Kian Nyaring
Piala Dunia 2 April 2026, 14:14
-
Real Madrid Kian Dekat Gaet Ibrahima Konate dari Liverpool
Liga Spanyol 2 April 2026, 13:03
-
Agen Bongkar Ketertarikan Arsenal pada Bintang Leverkusen
Liga Inggris 2 April 2026, 12:53
-
Ini yang Dilakukan Fermin Lopez Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Liga Spanyol 2 April 2026, 12:41
LATEST EDITORIAL
-
3 Bintang Manchester United yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:41
-
Starting XI Pemain Termahal yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:13
-
Tanpa Italia hingga Nigeria, Ini Tim Besar yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 1 April 2026, 08:21
-
3 Alternatif Murah Julian Alvarez untuk Barcelona di Bursa Transfer
Editorial 30 Maret 2026, 11:45














