Analisis tentang Apa Saja yang Masih Perlu Diperbaiki di Timnas Indonesia U-19
Gia Yuda Pradana | 22 September 2020 10:34
Bola.net - Timnas Indonesia U-19 masih menjalani pemusatan latihan di Kroasia. Pasukan Shin Tae-yong telah memainkan lima laga uji coba selama berada di sana.
Terakhir, Minggu (20/9/2020), Timnas Indonesia U-19 bermain imbang melawan Qatar U-19. Laga di Stadion Valica Gorica, Zagreb, Kroasia itu berkesudahan 1-1.
Timnas Indonesia U-19 bermain ofensif dan menciptakan beberapa peluang. Organisasi antarlini juga semakin berjalan dengan baik. Hingga akhirnya Saddam Emiruddin memecah kebuntuan di babak kedua.
Kemenangan yang sudah di depan mata ini buyar pada menit akhir. Qatar menyamakan skor pada menit ke-89 melalui gol penalti dari Osamah Abdulkarim Altairi.
Dengan hasil imbang ini, Timnas Indonesia U-19 menyisakan sejumlah pekerjaan rumah. Pengamat sepak bola Indonesia asal Kota Solo, Aris Budi Sulistyo, memiliki pandangan sekaligus analisis tentang apa saja yang masih perlu dibenahi oleh tim besutan Shin Tae-yong itu.
Kesalahan Mendasar

Aris Budi mengakui kualitas permainan Timnas Indonesia U-19 semenjak dibesut Shin Tae-yong mengalami kemajuan yang pesat. Ini melihat tren dari hasil pertandingan selama di Kroasia.
Dua kali kalah telak dari Bulgaria dan Kroasia, Shin Tae-yong berbenah. Mereke kemudian menahan imbang Arab Saudi, menang atas Qatar, dan imbang lagi dengan Qatar.
Melihat rentetan hasil tersebut, Aris menyebut ada peningkatan dari hari ke hari yang dialami oleh Adi Satryo dan rekan-rekannya. Namun Aris menilai masih ada beberapa kelemahan, diantaranya kesalahan mendasar yang dilakukan para pemain Shin Tae-yong.
Meski baik dalam menyerang dan bertahan, dirinya mencatat ada kekurangan secsra individual pemain Timnas Indonesia U-19 yang cukup mendasar. Hal itu tidak boleh terulang kembali di kesempatan pertandingan berikutnya.
"Sepintas saya lihat pemain masih sering melakukan kesalahan mendasar, lebih kepada individu pemain. Seperti salah passing, mudah kehilangan bola, melakukan pelanggaran tidak perlu, kemudian membuang kesempatan percuma," kata Aris kepada Bola.com, Senin (21/9/2020).
Koordinasi Lini Belakang

Lini Belakang menjadi perhatian utama selama lima uji coba yang telah dijalani. Lima kali pula mistar gawang Timnas Indonesia U-19 selalu dipercayakan kepada kiper Adi Satryo.
Sayangnya gawang Timnas Indonesia U-19 tercatat jebol sebanyak 15 kali. Koordinasi barisan belakang yang wajih ditingkatkan lagi, karena Shin Tae-yong masih sering merotasi lini pertahanannya.
Duet bek tengah Rizky Ridho dan Komang Teguh sudah mulai padu dan tampil tenang. Hanya kedisiplinan menutup pergerakan lawan harus ditingkatkan berkaca dari golnl Qatar di pertemuan pertama yang seharusnya bisa dicegah.
Kemudian kinerja kedua bek sayap, Bagas Kaffa di kanan dan Pratama Arhan di kiri. Keduanya memang memiliki kecepatan dalam transisi permainan, namun saat kehilangan bola, bisa menjadi bumerang bagi lini belakang.
"Organisasi permainan mulai rapi baik saat menyerang maupun bertahan. Transisinya sudah bagus, hanya itu tadi karena adanya kesalahan individual membuat jadi terhambat," beber pria yang pernah menukangi Persik Kediri itu.
"Jika cara menyerang sudah ada peningkatan, Timnas Indonesia U-19 harus mengevaluasi kinerja lini belakang. Kemarin dapat penalti lagi ada sesuatu kenapa bisa mendapat hukum penalti," lanjutnya.
Konsentrasi pada Menit Krusial

Inilah yang sering dialami oleh Timnas Indonesia ketika lengah pada menit-menit akhir. Begitu juga yang terjadi saat kebobolan dari Qatar pada laga terakhir.
Qatar mendapat penalti karena Rizky Ridho melanggar Mohammed Ali Surag. Dengan mudah Altairi menaklukkan gawang Adi Satryo lewat eksekusi penalti.
Sebuah gol balasan yang tidak perlu, karena terjadi menjelang laga bubar. Terlebih saat Indonesia berhasil unggul terlebih dahulu dan mendominasi permainan ketimbang lawannya
Menurut Aris Budi Sulistyo, pemain Indonesia harus membiasakan diri sejenak melupakan budaya bermain ala Indonesia, yakni dengan kerap melanggar di kotak penalti, perbedaan kualitas wasit menjadi tolok ukurnya.
"Pemain kita tidak boleh membiasakan diri dengan kultur sepak bola Indonesia yang mudah melakukan pelanggaran di area berbahaya. Kalau di Indonesia wasit masih bisa menganggap bukan penalti, tapi kalau laga internasional beda cerita," jelas Aris.
Penyelesaian Akhir

Lini depan Timnas Indonesia U-19 perlahan mulai tajam, setelah dipermak 0-3 oleh Bulgaria dan 1-7 dari Kroasia. Pundi-pundi gol mulai dihasilkan, yakni tiga kali menjebol gawang Arab Saudi dan Qatar.
Total, skuad Garuda Muda sudah mengoleksi tujuh gol dalam lima kali pertandingan. Catatan yang cukup impresif, meski seharusnya lebih produktif andai tenang dalam menyelesaikan peluang.
Dalam pengamatan Aris Budi, beberapa peluang yang seharusnya bisa dikonversi menjadi gol, justru terbuang percuma. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi Saddam Emiruddin, Irfan Jauhari, Brait Fatari, atau Supriadi, agar lebih mengasah lagi naluri mencetak golnya.
"Harus dibenahi di setiap sesi latihan, bahwa pemain juga perlu diasah kembali soal bagaimana passing atau shooting yang benar. Karena itu bawaan dari masing-masing pemain selama ini," imbuhnya.
Disadur dari: Bola.com/Wiwig Prayugi
Published: 22 September 2020
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
Timnas Indonesia U-19: Shin Tae-yong yang Setia dengan Formasi 4-4-2
Urung Hadir Saat TC Timnas Indonesia U-19 di Kroasia, Elkan Baggot akan Gabung di Turki
Belum Pernah Diturunkan dalam 5 Uji Coba di Kroasia, Pemain Timnas Indonesia U-19 Ini Buka Suara
Mengapa Timnas Indonesia U-19 Gagal Kalahkan Qatar U-19? Ini 3 Alasannya
Fakta-fakta Menarik dari Hasil Imbang Timnas Indonesia U-19 vs Qatar
Gagal Kalahkan Qatar, Shin Tae-yong Sesali Timnas Indonesia U-19 Kecolongan di Pengujung Laga
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tinggalkan Como, Emil Audero Bakal Merantau ke Spanyol
Liga Spanyol 1 September 2026, 23:23
-
Peluang Mees Hilgers Tembus Starting XI Heerenveen: Persaingan Sangat Ketat!
Tim Nasional 31 Agustus 2026, 18:12
LATEST UPDATE
-
Wow! Baru Tiga Laga, Fiorentina Pecat Pelatih Kepala Mereka
Liga Italia 7 September 2026, 09:08
-
Rapor Pemain AC Milan Saat Ditahan Imbang Juventus: Cisse Brillian, De Winter Solid!
Liga Italia 7 September 2026, 08:30
-
Comeback di Menit Akhir, Luciano Spalletti Acungi Jempol Perjuangan Juventus
Liga Italia 7 September 2026, 08:00
-
Rapor Pemain Chelsea Usai Kalah dari Arsenal: Rogers Menjanjikan, Palmer Tenggelam!
Liga Inggris 7 September 2026, 07:45
-
Pengakuan Jujur Ruben Amorim: AC Milan Tidak Layak Menang Lawan Juventus!
Liga Italia 7 September 2026, 07:30
-
Rapor Pemain Arsenal usai Comeback Lawan Chelsea: Saka Mematikan, Odegaard Pembeda!
Liga Inggris 7 September 2026, 07:15
-
Cetak Gol Tapi MU Gagal Menang, Perasaan Benjamin Sesko Campur Aduk
Liga Inggris 7 September 2026, 07:00
-
Barcelona Hancurkan Valencia, Hansi Flick Full Senyum!
Liga Spanyol 7 September 2026, 06:30
-
Kena Comeback Arsenal, Xabi Alonso Akui Chelsea Sempat Lengah
Liga Inggris 7 September 2026, 05:45
-
Bekuk Chelsea, Mikel Arteta Sanjung Mental Juara Arsenal
Liga Inggris 7 September 2026, 05:15
-
Man of the Match Juventus vs AC Milan: Francisco Conceicao
Liga Italia 7 September 2026, 04:34
-
Hasil Juventus vs AC Milan: Gol Telat Gatti Buyarkan Kemenangan Rossoneri!
Liga Italia 7 September 2026, 04:25
-
Man of the Match Arsenal vs Chelsea: Martin Odegaard
Liga Inggris 7 September 2026, 00:53
-
Hasil Arsenal vs Chelsea: The Gunners Comeback dan Menang di Derby London
Liga Inggris 7 September 2026, 00:27
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51




