Balada Reuni Skuad Timnas Indonesia: Betapa Kangennya Memakai Jersey Garuda
Afdholud Dzikry | 31 Maret 2026 08:26
Bola.net - Gelaran FIFA Series 2026 memang telah usai dengan posisi runner-up bagi Timnas Indonesia. Namun, bagi para pemain, turnamen ini bukan sekadar urusan menang atau kalah di atas rumput hijau Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Laga final melawan Bulgaria pada Senin (30/3/2026) malam menjadi penanda kembalinya sebuah keluarga yang sempat tercerai-berai. Setelah lima bulan lamanya, para penggawa Garuda akhirnya bisa kembali mencium aroma rumput Senayan bersama-sama.
Kapten tim, Jay Idzes, tidak mampu menyembunyikan buncah bahagianya saat melintasi area mixed zone. Baginya, momen berkumpulnya kembali skuad ini adalah obat penawar setelah duka mendalam di tanah Arab.
Ingatan kolektif tentang kegagalan menembus Piala Dunia 2026 masih membekas, namun kini mereka datang dengan api baru. Sebuah misi besar telah dipancangkan: membawa Indonesia terbang tinggi menuju edisi Piala Dunia 2030.
Menenun Kembali Asa yang Sempat Putus

Perjalanan pahit di putaran keempat kualifikasi melawan Arab Saudi dan Irak masih menyisakan lubang di hati para pemain. Kegagalan itu sempat membuat mimpi mereka menuju panggung dunia terasa runtuh seketika.
Selama masa jeda internasional yang panjang, komunikasi antar pemain tetap terjaga secara intens dari kejauhan. Ada satu rasa yang menyatukan mereka di tengah kesibukan membela klub masing-masing, yakni rasa rindu untuk kembali berjuang bersama.
"Saya rasa yang paling penting adalah bisa kembali berkumpul bersama tim. Terakhir kali kami bersama itu di Arab Saudi. Tentu saja kami kehilangan mimpi untuk ke Piala Dunia 2026," kata Jay Idzes dilansir dari Antara
Kerinduan itu memuncak saat mereka kembali menginjakkan kaki di Jakarta dan melihat seragam merah-putih tergantung di loker. Bagi Idzes, setiap inci kain jersey tersebut memiliki makna tanggung jawab yang sangat besar.
"Dalam beberapa bulan terakhir saya banyak berbicara dengan rekan setim. Mereka semua menunggu untuk kembali dan berkumpul lagi, bermain bersama, dan bermain untuk semua orang. Bisa kembali ke sini, memakai jersey ini lagi, saya sangat merindukannya," ungkap dia.
Transformasi di Bawah Komando Baru

Kembalinya skuad Garuda kali ini juga bertepatan dengan dimulainya era kepemimpinan pelatih John Herdman. Pelatih asal Inggris itu membawa suasana segar yang langsung dirasakan dampaknya oleh para pemain di lapangan.
Dalam dua laga perdananya, Herdman berhasil mempersembahkan kemenangan telak 4-0 atas Saint Kitts and Nevis sebelum akhirnya takluk tipis dari Bulgaria. Fluktuasi hasil ini dianggap sebagai bagian dari proses adaptasi taktik yang sedang berjalan.
Idzes melihat adanya banyak hal baru yang disuntikkan ke dalam tim, mulai dari cara bertahan hingga skema penyerangan. Sebagai pemain senior, ia merasa tim sudah berada di jalur yang tepat meskipun masih membutuhkan penyempurnaan.
"Kami tentu masih bisa meningkatkan banyak hal, karena ini adalah pertama kalinya bersama pelatih baru. Dia punya banyak hal baru yang ingin diterapkan dan dicoba, dan saya pikir kami sudah melakukannya dengan sangat baik dalam banyak aspek," jelas pemilik 15 caps untuk timnas Indonesia tersebut.
Gairah Eropa di Pinggir Lapangan Senayan
Satu hal yang mencuri perhatian sepanjang ajang FIFA Series adalah gestur energik John Herdman saat mendampingi anak asuhnya. Ia tampak tak pernah berhenti memberikan instruksi dengan gairah yang meluap-luap.
Sosok pelatih seperti ini rupanya sangat cocok dengan karakter Jay Idzes yang sehari-hari berkompetisi di kasta tertinggi sepak bola Italia. Baginya, semangat meledak-ledak dari pinggir lapangan adalah bahan bakar tambahan bagi pemain.
Bek tengah andalan Sassuolo di Serie A ini mengaku sangat menikmati gaya kepemimpinan tersebut. Kehadiran Herdman memberikan warna tersendiri bagi kebangkitan mentalitas tim yang sempat terpuruk.
"Ya, dia punya gairah yang besar, itu pasti. Saya sudah bermain di Italia selama tiga tahun, jadi saya tahu di sana pelatih dan orang-orangnya sangat penuh semangat. Jadi, ya, bagus untuk dilihat. Senang melihatnya," kata Idzes.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Borussia Monchengladbach Ungkap Penyebab Hilangnya Kevin Diks pada 2 Laga Beruntun
Tim Nasional 28 Oktober 2026, 19:42
-
3 Hal yang Bisa Ditawarkan Taisei Marukawa untuk Timnas Indonesia
Bola Indonesia 28 Oktober 2026, 19:14
-
Harry Kane Raih Ballon d'Or 2026, Akhiri Penantian 25 Tahun Inggris
Piala Dunia 27 Oktober 2026, 06:28
-
Harry Kane Raih Gerd Muller Trophy 2026 dengan 73 Gol
Piala Dunia 27 Oktober 2026, 06:21
LATEST UPDATE
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
-
Hasil BRI Super League: Madura United Raih Poin Penuh dari Markas PSM Makassar
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 17:44
-
BRI Tulungagung dan PWI Salurkan 250 Paket Sembako untuk Warga Kampung Pemulung
News 31 Oktober 2026, 17:13
-
Legenda Thailand Dukung Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 16:36
-
Live Streaming Barcelona vs Alaves: Jadwal dan Link Nonton
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 15:21
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




